System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 74


__ADS_3

...Romance 74. Tantangan Para Senior....


Berita tentang Tomo memukul Paul dan teman-teman nya tersebar diseluruh sekolahan. Hal itu dikarenakan Paul salah satu anggota Elite OSIS.


Sesaat berita itu tersebar, ada beberapa murid yang terkagum, ada juga yang takut untuk mendekati Tomo kecuali Arya.


Meski begitu, Tomo tidak mempermasalahkan hal itu hingga suatu hari beberapa anggota elite lainnya mencari Tomo dan membuat keributan di koridor saat jam istirahat.


“Hei, Minggir!”


“Kalian lihat apa?!”


“Kembali ke kelas, dasar bodoh!”


Seru beberapa siswa anggota sambil berjalan di koridor dan mendorong beberapa murid yang menghalanginya.


Dan, mereka pun pergi ke kelas Tomo yang mana disana ada Arya.


Tomo yang memahami situasi nya, dia berseru kepada Arya. "Arya, serahkan kepadaku!"


Arya pun mengangguk kepalanya, "Berhati-hatilah!"


Tomo pun menjawab dengan anggukan kepala dan Arya mundur beberapa langkah.


Tidak hanya Arya, beberapa murid disekitar Tomo juga berpindah.


Tidak lama, tiga siswa senioir memasuki kelas. Tidak hanya mereka namun, beberapa murid lainnya menyaksikan dari luar.


“Keluar semua, bodoh!” seru salah satu senior yang memukul meja.


Lalu, salah satu dari mereka duduk di meja depan Tomo, begitu juga kedua rekannya yang mengelilingi Tomo.


“Hei, apa yang terjadi dua hari yang lalu?” tanya senior yang duduk di meja.


“Kami tahu, kamu memukul anggota kami. Bukan kah begitu?!” tanya senior yang berada disamping kiri Tomo.


“Sekarang berikan ponselmu!” seru senior yang berada di samping kanan Tomo.


“Begitu kah, aku hanya menyingkirkan pecundang,” ucap Tomo dengan tatapan remeh.


Jawaban itu pun membuat senior yang duduk di meja kesal dan dia menampar Tomo.


Plak!

__ADS_1


“Gua benci tatapan angkuh Lu itu. Lu bisa dihajar dengan tatapan seperti itu. apakah ibu Lu tidak mengajarkan?!” ucap senior yang duduk di meja dan mendekatkan tatapannya wajah Tomo.


“Dia melahirkan anak dungu yang bahkan tidak bisa berlari dan seharusnya Ibu Lu mengajari itu,” ucap ledek senior yang lain.


Saat Tomo diledek itu, Haruka yang menyaksikan dari pintu masuk kelas. Dia pun berteriak.


“Kalian brengsek!” seru Haruka.


Sontak ketiga senior melihat Haruka.


“Hahaha …” tawa senior.


“Hei, bocah samsak! Kemari!” seru senior didepan Tomo.


“Oi, jangan libatkan mereka!” seru kesal Tomo.


Saat berkata itu, senior yang ada didepan sontak menatap Tomo kembali.


“Ini masalah kita. Jangan libatkan mereka!” ucap Tomo sambil menatap tajam.


Plak!


Lalu, Tomo pun ditampar lagi dan dijambak.


Merasa Tomo sudah hilang kesabaran, dia pun menoleh ke arah pintu masuk yang mana disana Arya memberikan kode anggukan kepala dan senyuman.


Hal itu menandakan bahwa dirinya diizinkan untuk bertarung.


Lalu, Tomo kembali menatap senior dengan tatapan tajam. “Sudah cukup!"


“Apa?!” balas kesal senior.


Sesaat kemudian, Tomo langsung mendorong meja sehingga senior yang berada di depan nya terjatuh.


Senior itu pun merasa kesal dan dia langsung berdiri serta melesatkan pukulan.


“Dasar bedebah!”


Sebelum pukulan itu sampai, Tomo langsung menangkap tangannya dengan tangan kirinya dia melesatkan pukulan kearah wajah senior dan membuatnya terjatuh lagi.


Lalu, rekannya yang lain disisi kiri ingin menyerang Tomo. Namun, aku hentikan dengan menendang kursi sehingga dia terjatuh.


“AAA…” geram kesakitan senior.

__ADS_1


Senior satu lagi melesatkan pukulan juga lalu, Tomo menghindari pukulan itu dengan menunduk kebawah dan setelah itu, membalas pukulannya hingga membuat senior itu terjatuh juga.


Buk!


Semua murid yang menyaksikan merasa kaget dan terdiam sambil melihat kearah Tomo.


Sedangkan, Arya yang menatap Tomo dengan bangga dan tersenyum kecil.


Tidak lama, senior yang berada didepan Arya bangkit berdiri namun dia tidak menyerang lagi melainkan menatap Tomo dengan kaget.


"Orang miskin seperti mu berani-beraninya melawan kami!" ucap Senior dengan senyuman remeh.


Tomo pun tidak memperdulikan perkataan senior.


“Kalian telah mempermalukan murid-murid lainnya selama ini. Jadi, jangan lupakan rasanya dipermalukan hari ini! Jangan sakiti mereka lagi! Dan, jika kalian ingin balas dendam. Datang kepadaku!"


Semua murid terdiam dan para senior juga tidak bisa berkata apapun hanya memberikan geraman kesal seraya menatap Arya.


“Sialan!”


“Brengsek!”


Gumam para senior yang meninggalkan kelas dengan rasa kesalnya.


Semua mata murid tertuju kepada para senior itu dan sesudah mereka pergi, semua mata di kelas juga tertuju pada Tomo.


Sesaat kemudian, Tomo pun membungkukkan badannya, "Maaf, saya telah membuat keributan!"


Melihat sikap itu Arya pun sontak memberikan tepuk tangan yang mana tidak lama para murid yang lain juga memberikan tepuk tangan.


"Tomo, Kamu keren!"


"Hajar terus!"


"Jangan takut!"


....


Beberapa komentar pun dilontarkan dan Tomo yang sudah mengembalikan posisi badannya. Dia memberikan senyuman kepada Arya dan murid lainnya.


Melihat situasi itu, Arya pun berpikir bahwa nya ini bukanlah akhir melainkan awal untuk merubah sekolah yang lebih baik.


...# System Of Romance #...

__ADS_1


__ADS_2