System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 76


__ADS_3

...Romance 76. Dewan Murid...


Setelah kehebohan yang dibuat Tomo, Tentu saja menarik perhatian para Dewan Murid atau lebih dikenal dengan OSIS.


Keesokan harinya, Hoshino mendatangi Tomo pada jam istirahat yang mana dia memberitahu sesuatu.


"Tomo, kamu dipanggil Dewan Murid!"


“Iya, akhirnya aku dipanggil oleh ketua mereka!” gumam Tomo.


“Maaf, Tomo. Saya bukan maksud untuk menjebak mu,” ucap Hoshino.


Tomo yang duduk pun menjadi berdiri saat mendengar ucap khawatir dari Hoshino.


“Tenang saja, ini hanya panggilan dan tidak akan terjadi apa-apa,” jawab Tomo sambil memegang bahu Hoshino dan tersenyum kepadanya.


Setelah itu, Tomo meninggalkan kelas dan berjalan pergi menuju ruangan dewan siswa.


Setibanya disana, ada seorang murid yang menjaga pintu dan Tomo menghampirinya.


“Saya Tomo. Katakan kepada ketua mu!”


Murid yang menjaga pintu pun langsung masuk dan memberitahukan kedatangan Tomo.


“Suruh dia masuk!” seru pria dari dalam.


Penjaga itu pun mempelebar pintu dan mempersilahkan Tomo untuk masuk.


“Masuklah!” seru seorang siswa yang duduk di kursi besar dengan panjang.


Tomo pun masuk dan setibanya didalam ada beberapa orang disana yang bergaya elegan dan mewah. Ruangan dewan siswa pun seperti ruangan hotel bintang lima dan berbeda dari ruangan-ruangan lainnya.


“President kelas, anda memanggil saya?!” tanya Tomo dengan sikap kedua tangan nya dimasukkan ke dalam saku celananya.


“Ya, duduklah!” jawab president kelas.

__ADS_1


Tomo pun duduk disalah satu kursi ruangan dewan siswa yang dimana kursi yang Tomo duduki ialah kursi sofa yang sangat empuk.


“Tomo, aku sangat penasaran dengan kamu karena kamu sudah membuat heboh satu sekolah,” ucap President kelas sambil memeriksa sebuah dokumen dan Tomo duga, dia sedang membaca data milik nya.


“Permisi, jam pelajar sudah akan dimulai. Ketua, katakan! kenapa anda memanggil saya?”


Salah satu dari siswa yang berada di ruangan merasa kesal kepada Tomo yang tidak lain, dia Paul.


“OII … bedebah! Kamu tidak tahu apa kesalahanmu sendiri hingga kamu berani-beraninya bersikap kurang ajar seperti itu!” umpat Paul.


“Kenapa denganku?” balas santai Tomo.


“Bedebah, aku seniormu tapi kau menginjak-injak dan mempermalukan ku,” ucap Paul.


“Senior kesayanganku. Kakak yang duluan memanggil dan menantangku serta memukul saya terlebih. Bukan begitu?!” ucap Tomo sambil menatap Paul yang mengumpat Tomo.


“Kamu masih mengelak?!"


“Pertama, mereka telah mengusik dan memeras salah satu teman sekelas saya. Saya berusaha untuk bicara secara baik-baik tapi mereka menyerang terlebih dahulu. Keesokan harinya, mereka tidak bisa menerima kekalahan dan menghampiri saya ke kelas. Setelah itu, mereka memukul saya terlebih dahulu. Semua yang saya lakukan hanyalah membela diri. Jadi, apa salah saya?”


Beberapa saat kemudian, seorang siswi yang berambut panjang berdiri dan mengutarakan pendapatan nya.


Salah satu anggota Dewan tersenyum senang yang tidak lain, dia adalah Elsa yang mana kehadiran hanya untuk menyelesaikan masalah di sekolah meski dirinya tidak masuk sekolah dan belajar di rumah namun kehadiran di hormati oleh Dewan Murid lantaran dia sosok siswi yang jenius dan selalu mendapatkan peringkat juara umum di kelas nya.


“Sambo dan semua! Tidak baik untuk menjatuhkannya tanpa ada bukti yang kuat!” ucap Elsa.


“Tidak baik?! Oi, Kak Elsa, kamu serius?” ucap Paul.


Elsa tidak mempedulikan ucapan dari rekannya dan dia melihat kearah Tomo.


“Tomo, kamu meminta maaflah dan pergilah dari ruangan ini!” seru Tomo.


Tomo pun menuruti perkataannya dan meminta maaf kepada semua senior.


“Saya meminta maaf atas kejadian kemarin,” ucap Tomo sambil membungkukan badan.

__ADS_1


Semua orang yang ada di ruangan itu bersikap remeh dan tidak menerima permintaan maaf nya tapi Tomo tidak mempedulikannya.


“Boleh saya pergi sekarang? saya belum makan siang,” tanya Tomo kepada Elsa.


“Cih … makan siang, sialan!” gumam umpat Sambo.


“Kau bercanda?!” ucap Paul.


Meski beberapa senior tidak setuju, Tomo tetap tidak peduli.


"Silahkan!" jawab Elsa dengan senyuman lebar.


“Kalau begitu, Saya pergi!” ucap Tomo sambil menundukan kepala kepada Elsa.


Lalu, Tomo pun melangkah ke pintu dan Tomo meneriaki.


“OII, siapa yang mengizinkanmu pergi?!” seru kesal Paul seraya berdiri dari kursi dan mengebrak meja.


“Aku!” jawab santai Elsa.


Saat mendengarkan itu, Tomo menoleh kembali melihat Elsa yang mana Elsa memberikan kode anggukan kepala dan melihat kode itu, Tomo pun pergi meninggalkan ruangan.


Setibanya di luar ruangan, Arya sudah menunggu kehadiran Tomo.


"Yo, Tomo!" sapa Arya.


"Arya," jawab Tomo seraya menghampiri dan menundukkan kepalanya.


"Ayo kita makan bersama!" ajak Arya.


Tomo pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu, mereka pun jalan bersama ke kantin.


Tidak lama kemudian, Elsa juga keluar dari ruangan dan melihat Tomo yang jalan bersama Arya.


Memahami itu, Elsa menduga sesuatu. "Mungkinkah, Arya yang merencanakan semuanya dan memanfaatkan Tomo?!"

__ADS_1


...# System Of Romance #...


__ADS_2