
...Romance 64. Tomo dan Super A.I, Viki...
Pagi-pagi sekolah dikejutkan dengan perkelahian Tomo dengan beberapa kakak kelas dan membuat nya harus dipanggil ke ruang Konseling.
Mengetahui itu, pada jam istirahat. Arya menghampiri Tomo ke kelasnya dan setibanya disana, Tomo sedang tidur diatas meja dengan kedua tangan nya sebagai bantalan.
"Tomo?" tanya Arya.
Tomo yang mendengar itu, dia pun sontak bangun dari tidur nya dan melihat kearah Arya dan saat melihat nya, Tomo sontak bangun.
"Oh, Arya. Maaf, saya tertidur," ucap Tomo.
"Kamu sudah makan?" tanya Arya.
"Belum."
"Yasudah, Ayo kita ke kantin bersama!" seru Arya.
"Baik."
Setelah itu, Tomo beranjak diri dari kursi nya dan melangkah keluar kelas bersama-sama dengan Arya.
"Tomo, kamu baik-baik saja?"
"Iya, saya sangat baik. Teknik Kultivasi memang luar biasa. Terimakasih, Arya."
"Syukurlah, senang aku mendengar nya dan aku dengar kamu terlibat dalam perkelahian dengan kakak kelas?"
"Iya, mereka yang lebih dahulu menantang dan saya pun menerima tantangan sekaligus mencoba ..." Tomo mengangkat tangan nya. "Teknik Kultivasi."
Mendengar itu, Arya menghentikan langkah nya dan meminta maaf.
__ADS_1
"Maaf, Tomo. Pesan chat itu, aku yang menulis nya."
Tomo pun menghentikan langkahnya dan terkejut. "Kamu? Bagaimana cara nya?"
"Meretasnya ponsel nya. Aku melakukan nya untuk menguji teknik Kultivasi," ucap Arya.
Mendengar itu, Tomo dengan semangat menghampiri Arya dan memegang kedua bahunya. "Wow, Arya! Kamu memang hebat. Bukan, saya lupa. Kamu adalah Boss saya."
Arya yang berpikir, Tomo akan marah kepada dirinya malah terbalik. Tomo tidak mempermasalahkan pesan itu.
"Terimakasih, Tomo," jawab Arya.
Tomo pun tersenyum lebar. "Jadi, bagaimana cara nya Bos meretas ponsel senior itu?"
"Aku memiliki Super A.I bernama Viki. Singkatan dari Virtual Interactive Kinetic Intelligence," jawab santai Arya.
Untuk sesaat, Arya mengingat tentang pembuatan Viki yang diawali dengan Arya membeli laptop dengan kemampuan yang biasa saja dan menghabiskan sekitar 3 juta rupiah dan melalui jasa Carl, Arya pun bisa memesan barang itu dengan mudah.
Dengan kemampuan itu, laptop yang murahan menjadi laptop tercanggih dengan kecepatan lebih tinggi dibandingkan dengan laptop seharga 100 juta sekalipun.
Arya tanpa mengerti ilmu programming dan coding. Dia berhasil menciptakan A.I dengan kesadaran milik nya sendiri dan A.I itu diberi nama Viki.
"Bos, memang luar biasa," kagum Tomo.
Arya yang mendengar itu, dia pun tersenyum. Namun, dia masih ada menyimpan pertanyaan.
"Tomo, kenapa kamu tidak marah kepada ku?"
"Tentang apa?"
"Ya, kamu harus dipanggil ke ruangan Konseling dan menjadi kelinci percobaan ku."
__ADS_1
Tomo yang mendengar itu, dia pun menghentikan langkah, memasukan kedua tangan di saku celananya dan melihat kearah Arya dengan tersenyum kecil.
Lalu, Arya pun juga menghentikan langkahnya.
"Bos, Gunakan lah saya sesuka hati anda! Ini yang bisa saya lakukan untuk membayar hutang Budi saya kepada Bos. Jadi, mulai saat ini dan seterusnya, perintah apapun saya akan melaksanakan nya," jawab Tomo.
"Terimakasih. Tapi, aku tidak ingin seperti itu." Arya pun memegang bahu kanan Tomo, "Kita adalah Teman. Bukan atasan atau bawahan!" jawab Arya.
"Baik, saya mengerti, Bos!" jawab Tomo.
"Jadi, jangan panggil aku Bos!" sambung Arya.
"Iya, baik saya mengerti," ucap Tomo dengan menundukkan kepalanya.
Melihat itu, Arya pun mengerutkan keningnya dan berbicara didalam batin nya. "Seperti nya, dia tidak mengerti."
Sesaat kemudian, Arya mendapatkan pesan chat masuk ke ponsel nya yang mana pesan itu berisikan bahwa Jin Tae Ri sudah berada di New Indonesia dan sejak perjalanan menuju ke Pulau Sumeru.
"Seperti nya saat ini sudah waktunya," gumam Arya.
"Waktunya apa?" tanya Tomo.
Arya pun tersenyum, "Nanti, kamu juga akan tahu."
...# System Of Romance #...
Estimasi Bab ini ...
• Membeli laptop, -3 juta rupiah.
• Asset: +Super A.I, Viki.
__ADS_1