
...Romance 84. Permintaan dari seorang ayah....
Arya saat ini bertemu dengan Jeremy Eden yang mana sosok yang ingin membeli pulau Sumeru.
Namun, kedatangan kali ini berbeda dari sebelumnya.
"Om Jeremy?"
Jeremy yang duduk sofa, dia pun beranjak diri dan menghadap kearah Arya dengan senyuman kecil.
"Arya, apa kabar?"
Arya dengan ramah memberikan senyuman dan anggukan kepala. "Aku baik-baik saja. Lalu, bagaimana kabar Adira? Tumben sekali, dia tidak ikut."
"Itulah yang ku minta dari mu, Arya," jawab Jeremy.
Arya yang penasaran dengan perkataan Jeremy, dia pun bergegas duduk dan sofa berhadapan dengan Jeremy dan Elsa disamping Arya.
Dari perkataan Jeremy, Arya menduga sesuatu terjadi kepada Adira.
"Om Jeremy, ada apa? Apakah Adira baik-baik saja?" tanya Arya.
Saat Arya bertanya itu, Jeremy pun mengerutkan keningnya dan menatap tajam Arya.
"Arya, saat ini Adira terjebak dalam game MAO! Dan, maksud kedatangan ku kesini. Aku ingin meminta bantuan kepada mu, selamatkan putri ku! Hanya kamu yang bisa menyelamatkan nya Arya!" pinta Jeremy.
Mendengar perkataan Jeremy itu, Arya pun sontak panik. "Lalu, bagaimana keadaan nya sekarang?!"
"Adira saat ini berada di rumah sakit Metropolis Jakarta dan masih dalam keadaan tidak sadarkan diri dengan Nero Gear yang masih terpasang," jawab Jeremy.
Mendengar itu, Arya dan Elsa saling bertukar pandang khawatir.
"Apakah bisa disembuhkan?" tanya Arya.
Jeremy menggelengkan kepalanya. "Menurut dokter, semua kondisi fisik tidak ada yang terluka. Namun, menurut para supranatural roh Adira yang ada didalam tubuh nya sudah tidak ada dan terjebak didalam Game."
"Lalu, apa yang bisa kulakukan untuk mengembalikan Adira dari dunia game?" tanya Arya.
"Yakin kan Adira untuk pulang ke dunia nyata dan bawa dia ke The End of Altar. Disana ada ruang Administrator yang membantu mu!" Jeremy menundukkan kepalanya. "Jujur, meski game dan alat ini. Aku yang menciptakan namun, tetap saja tidak bisa menyelamatkan putri ku sendiri! Maaf, aku!"
Mendengar itu, Arya pun menoleh kearah Elsa yang mana Elsa juga menoleh kearah nya serta memberikan isyarat kode anggukan kepala.
Memahami kode itu, Arya kembali melihat Jeremy.
"Baiklah, Om. Aku akan membantu untuk menyelematkan Adira!" jawab Arya.
Jeremy yang mendengar itu, dia mengembalikan posisi kepala dan tersenyum melihat kearah Arya. "Terimakasih, Arya."
__ADS_1
Arya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Setelah itu, Jeremy pun memberikan Nero Gear kepada Arya dan kembali pulang melalui pintu belakang sekolah hingga hanya sedikit murid yang tahu kehadiran nya.
Walaupun Arya terlihat tegar dan tetap tersenyum namun, Elsa mampu melihat kesedihan yang dirasakan oleh Arya sesaat mengetahui bahwa teman kecil nya mengalami kecelakaan Cyber.
Memahami itu, Elsa sontak memegang tangan Arya dan menatapnya. Lalu, Arya yang menyadari itu, dia pun menoleh kearah Elsa.
"Tenang saja. Aku yakin kamu bisa menyelamatkan nya," ucap Elsa.
Arya pun tersenyum, "Terimakasih, Elsa."
Lalu, Arya dan Elsa pun saling bertukar senyum.
Ditempat yang berbeda, terlihat ada sosok wanita berambut pendek yang selalu mengunyah permen karet dengan jaket dan kepalanya yang selalu menutupi kepalanya. Berjalan menuju kesebuah rumah susun berlantai dua yang mana rumah susun itu tidak lain milik dari Arya.
Ditengah langkahnya, dia melewati Carl yang sedang memotong rumput di halaman rumah susun.
Wanita itu sangatlah pendiam dan dingin yang mana dia pun melewati saja Carl begitu saja.
Akan tetapi, Carl yang melihat itu. Dia menghentikan mesin nya dan menghampiri wanita tersebut.
“Selamat pagi, Nona!” sapa Carl.
Wanita itu tidak menjawab, hanya menganggukan kepalanya.
“Permisi, kamu yang baru pindah itu di kamar 202? Anu … siapa ya namamu?” tanya Carl.
“Saya Carl, pekerja dari Kak Arya, pemilik dari rumah susun ini. Salam kenal!” ucap Carl yang memberikan tangannya.
Yua pun tidak menerima tangan itu dan memberikan senyuman. Setelah itu, dia melepaskan tangan nya dan melanjutkan langkahnya.
“Nona Yua. Semoga betah ya!” teriak dari Carl
Yua pun masuk ke dalam rumah susun 202. Dan, setibanya disana. Yua hanya memiliki barang yang sedikit dan sedikit berantakan yang mana hanya ada kasur dan banyak tumpukan kardus.
Disaat melihat itu semua, Yua pun memulai membersihkan dan merapihkan rumah nya.
Seusai itu, Yua mengunci pintu dan menyalakan Nero Gear nya. Lalu, dia merebahkan diri serta memakai kacamata Nero Gear.
Ding!
[ Selamat datang Yamagashi Yua!]
“Buka Magic Art Online!” ucap Yua.
Ding!
__ADS_1
[Apakah anda yakin untuk membuka Rune Art Online? Iya \ Tidak.]
Saat melihat pilihan panel udara dihadapannya, Yua pun menekan [Iya].
Ding!
[Magic Art Online … Proses ... Magic Art Online telah aktif. Selamat bermain!]
Pandangan keseluruhan Yua pun berubah putih dan beberapa tulisan muncul dihadapannya.
[Pengaturan bahasa, Indonesia.]
[Sinkronisasi lima indra … proses.
Penglihatan … Ok.
Pendengaran … Ok.
Pengecapan … Ok.
Perabaan … Ok.
Pergerakan … Ok.
Sinkronisasi lima Indra … Selesai.]
[Verifikasi Akun … Proses.
Username: Alice in Wonderland.
Password: *********
Verifikasi akun … selesai.]
[ Pembuatan karakter.
Data beta tester masih tersedia. Apakah anda ingin mengunakannya? Alice (Wanita) Iya\ Tidak.]
Yua yang melihat itu, dia pun memilih [Iya]. Pergerakan semua itu mengunakan pikirannya dari menulis akun juga membuat pilihan.
Setelah memilih itu, pandangan Yua menjadi putih kembali lalu terpecah menjadi gelap. Beberapa saat kemudian, dia mendengar suara gemuruh orang-orang dan dia pun membuka matanya yang sudah berada di dekat gedung besar.
Lalu, dia pun melihat kaki dan tangannya.
“Aku kembali lagi,” batin Yua yang mengepalkan tangannya.
...# System Of Romance #...
__ADS_1
Yamagashi Yua (Komo Shu Ai)