
...Romance 143. Daily Kelvin - Lari pagi....
Akhir pekan pun tiba, Kelvin tidak ingin melewatkan masa liburannya dengan sia-sia maka dari itu, dia pun melakukan lari pagi dengan mengunakan jaket, sepatu lari dan celana pendek serta earphone bluetooth dipasang di kedua telinganya. Sedangkan untuk ponselnya ditaruh di kantong sisi bahunya.
Setelah persiapan usai, Kelvin memulai berlari. Laju awal, Kelvin mengelilingi kota kecil Sumeru sambil mengenal wilayah tempat dirinya tinggal.
Ditengah perjalanan, Kelvin bertemu Carl dan Ye Zhang yang juga sedang lari pagi tapi, mereka terlihat sedang istirahat.
"Oi, Kelvin!" suara Ye Zhang memanggil.
Kelvin sudah mengenal Ye Zhang, saat diri nya sedang di cafe Sunrise dan mereka pun menjadi teman baik.
Langkah Kelvin pun terhenti dan melihat kearah Ye Zhang.
"Ayo kesini!" ajak Ye Zhang.
Kelvin pun menerima panggilan nya dan menghampiri Ye Zhang.
"Hei, kalian lari pagi juga."
"Tentu saja, ini sudah jadi kegiatan pagi kita diakhir pekan. Oiya, bagaimana lu bareng kita aja lari? kita ke taman olahraga gimana?" ajak Ye Zhang.
"Yoi, selain kita bugar. Disana, kita juga bisa lihat yang bening-bening, ya gak Jack," sambung Carl.
Ye Zhang menganggukan kepala nya dan tersenyum.
"Okelah, Ayo!" jawab Kelvin.
Sesudah itu, Kelvin dan Ye Zhang menarik Carl yang sedang duduk untuk berdiri. Lalu, mereka pun lari bersama.
"Kelvin, nanti di taman. Lu traktir kita beli minum ya disana," ucap Carl ditengah berlari.
"Beres," jawab Kelvin disertai senyuman dan dia pun juga sambil berlari.
Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di taman kota. Yang dimana, taman itu ramai dikunjungi, ada yang berlatih sepak bola, lari di sisi lapangan.
Carl yang belum berlari, dia sudah kelelahan dan duduk. Sedangkan, Kelvin dan Ye Zhang berlari mengelilingi lapangan.
Ditengah berlari, Kelvin dan Ye Zhang melihat Dian yang juga sedang berlari didepan mereka.
__ADS_1
"Kelvin, lihat! ada Dian dan Ayu," ucap Ye Zhang mengarahkan pandangannya ke depan.
Kelvin pun mengikuti pandangan Ye Zhang dan Dia pun melihat Dian disana dan seorang wanita yang belum dikenalnya.
"Oh, iya."
"Ayo, kita hampiri mereka!" seru Ye Zhang.
Tidak lama, Dian dan Ayu menghentikan larinya dan beralih ke sisi samping yang dimana terdapat kursi disana. Lalu, mereka pun duduk dan mengambil minuman nya.
"Gila, Yu. Gua gak tau lagi harus gimana?!" ucap Dian yang mengeluh tentang kesehariannya.
"Sabar, pasti nanti kamu dapet pengganti nya," jawab Ayu sambil mengelus-elus punggung Dian.
Ditengah itu, pandangan Ayu teralih kepada Ye Zhang dan Kelvin yang menghampiri mereka. Tidak lama juga Kelvin dan Ye Zhang menghentikan langkahnya tepat di dekat Ayu dan Dian.
"Hei, Yu," sapa Ye Zhang.
"Hei," jawab Ayu sambil tersenyum lalu, dia melihat Kelvin dan juga tersenyum kepada Kelvin.
Melihat Ayu yang teralih pandangannya, Dian juga mengikuti arah pandang Ayu dan terkejut melihat Kelvin disana.
"Lo, lari disini juga!" ucap Dian.
"Yee, bukan loe.Nyet. Dia yang nyewa di rumah angker," ucap Dian.
"Iya," jawab Kelvin.
Ayu dan Ye Zhang melihat kearah Kelvin dan Dian.
"Kalian saling kenal?" Dian Ayu.
"Wuaa, curiga gua," ucap Ye Zhang.
"Apa sih, Loe?!" sindir Dian ke Ye Zhang. "Dia anak dari temen bokap gue. Ya jadi otomatis, bokap kenalin ke gue," jawab Dian.
Kelvin pun memperkenalkan diri kepada Ayu dengan memberikan tangannya.
"Saya Kelvin."
__ADS_1
Ayu pun juga tersenyum dan menerima tangan Kelvin.
"Ayu."
Ayu dan Kelvin pun saling bertukar senyum. Ye Zhang yang melihat itu sontak langsung melepaskan jabat tangan mereka.
"Udah-uda. Cukup perkenalan nya."
Kelvin dan Ayu pun melepaskan tangan mereka dan tidak marah dengan perlakuan Ye Zhang.
Beberapa saat kemudian, Carl datang dengan membawa sekantung gorengan.
"Hei, kalian semua sedang membicarakan saya ya," ucap santai Carl.
"Yeee, siapa yang ngomongin Lu. Tem," sindir Dian.
Tem yang dimaksud nya hitam. Kelvin pun mengerti tentang hal itu. Melihat teman-teman serumahnya berkumpul. Kelvin pun mengajukan sesuatu kepada mereka.
"Hei, kalian hari ini ada acara, tidak?"
Semua mata tertuju pada Kelvin.
"Kenapa memang?" Dian Ye Zhang.
"Aku ingin memperbaiki rumah. Apa kalian bisa membantu?" Dian Kelvin.
"Ada bayarannya gak nih?" ucap Dian.
"Tenang soal itu, Kelvin orang kaya, guys. Liat tuh ponsel nya Eden edisi baru," ucap Carl.
"Begitu, apapun yang ada bayarannya. Gue ikut," ucap Dian.
Ayu hanya menjawab dengan anggukan kepala.
"Kalo saya pasti, bro," jawab Carl.
Carl yang berada di samping Kelvin, dia memang bahu kanan Kelvin, "Pasti. Gua rela tutup toko buat lu."
Kelvin pun tersenyum, "Terima kasih semua."
__ADS_1
Sesudah lari pagi mereka pun memutuskan untuk perbaiki rumahnya Kelvin.
...# System Of Romance #...