
...Romance 148. Renovasi rumah....
Seusai lari pagi, Kelvin dan lainnya kembali ke rumah mereka masing-masing dan menganti pakaian mereka lalu, beberapa saat kemudian Ye Zhang dan lainnya datang ke rumah Kelvin.
"Kelvin!" teriak Ye Zhang yang seperti anak sekolah.
Kelvin yang telah merapihkan dan menyembunyikan Chamber. Dia keluar untuk menyambut Ye Zhang dan lainnya.
"Hei, masuklah!" seru Kelvin.
"Permisi, ya!" ucap Dian.
Sesaat masuk rumah, Ye Zhang dan lainnya terheran-heran.
"Wow, gue gak menyangka rumah sekumuh itu bisa menjadi rapih seperti ini," ucap kagum Ye Zhang.
"Kamu memang suami yang ideal. Iya gak, Dian," ucap ledek Ayu
"Ah, kok tanya gue sih. Bodo amat!" jawab Dian.
Kelvin dan lainnya tertawa kecil melihat respon Dian. Beberapa saat kemudian, Carl datang dan langsung memasuki rumah Kelvin serasa rumahnya sendiri.
"Oi, enak banget lu Carl serasa rumah sendiri aja," sindir Dian.
"Santai, ini kan rumah temen saya, ya gak Kelvin?!" jawab Carl.
Kelvin hanya memberikan senyuman kepada Carl.
"Tunggu, Lu udah mandi belum? bau Lu asem banget," tanya Ye Zhang sambil mengendus-endus Carl.
"Iya, nich. Njir. Asem banget Lu?!" ucap Dian sambil mengipasi hidung nya.
__ADS_1
"Biarin, lagian kita mau kerja bakti jadi ngapain mandi, ya gak Jack!" jawab Carl dan dia mengarahkan pandangannya ke arah Kelvin.
"Udahlah, tidak masalah. Sekarang kita mulai dari mana?" tanya Kelvin.
"Up to You," jawab Ye Zhang.
"Yaudah, bagaimana kalau kita mengecat tembok?" saran Kelvin.
"Oke, Let's go," ucap Carl.
Mereka pun memulai renovasi rumah sendirian. Cat dan beberapa peralatan lainnya dibeli oleh Ye Zhang dan Ayu. Kebetulan Ye Zhang memiliki mobil jadi Kelvin meminta belanja material yang di butuhkan.
Sedangkan, Kelvin, Carl dan Dian melakukan persiapan. Tidak sampai sejam, Ye Zhang datang dengan peralatan dan cat. Lalu, mereka memulai pekerjaannya.
Tanpa terasa waktu cepat berlalu, pekerjaan sudah mencapai 80 persen hampir semua tembok tercat biru.
Melihat lelah teman-teman nya, Kelvin pun menawarkan makan siang yang di inginkan nya.
"Apa aja boleh nih?" tanya Carl.
"Iya," jawab santai Kelvin.
"Kalau begitu, gue ikan bakar aja," jawab Dian.
"Gua ayam bakar utuh ya," jawab Carl.
Kelvin pun berpikir bahwa mereka memesan sesuka hatinya namun itu tidak masalah untuknya.
"Oke, Ayu. Kamu mau apa?" Dian Kelvin.
"Saya lagi diet. Salad saja," jawab Ayu.
__ADS_1
Ayu sosok wanita yang lembut. Tutur bahasanya juga seperti Arya.
"Kalau kamu, Ye Zhang?" tanya Kelvin.
"Gua Nasi goreng aja," jawab Ye Zhang.
"Oke."
Seusai semua sudah order, Kelvin mengambil ponsel dan membuka aplikasi food yang dimana Kelvin sudah mengisi uang virtual nya sebesar 30 juta dan itu jumlah maksimal uang Virtual.
Melalui aplikasi food, Kelvin memesan semua makanan yang di pinta oleh teman-temannya termasuk dirinya yang memesan Rawon nasi ke alamat Kelvin.
Sambil menunggu makanan, Kelvin dan lain nya saling bertukar cerita tentang keseharian mereka.
Sedangkan, Dian dan Ayu mahasiswa di universitas yang ada di kota Bima dan saat itu mereka berdua sedang libur.
Kelvin disana juga menceritakan kebohongan dengan mengatakan bahwa Kelvin seorang pemain Saham dan investor.
Mungkin untuk sekarang itu kebohongan namun, Kelvin sudah berpikir memang untuk berkancah di dunia saham.
Beberapa saat kemudian, makanan dan minuman datang hingga meja makan dipenuhi oleh hidangan yang berbeda-beda.
Mereka pun tidak membuang waktu lagi dan langsung menyantap semua makanan yang dipesannya.
Sesaat setelah itu, mereka pun pulang dan Kelvin pun tidak mempermasalahkan. Karena menurut nya, 80 persen saja rumahnya sudah terlihat baru. Selain itu, langit juga semakin sore dan matahari sudah hampir terbenam.
Carl yang memiliki porsi makan lebih, dia tidak segan-segan meminta sisa makanan pesanan semua teman-temannya. Hal itu menjadi bahan candaan Ye Zhang dan lainnya.
Sebelum mereka pulang, Kelvin juga memberikan mereka uang kerja sebesar 1 juta rupiah per orang. Hal itu membuat teman-temannya sangat gembira.
...# System Of Romance #...
__ADS_1