
...Romance 125. Kelvin Sudirman...
Banyak orang yang sering menanyakan.
Dimana kamu bekerja?
Jabatan kamu apa?
Gaji nya berapa?
Dan, masih banyak lagi. Sedangkan, ada seorang pemuda yang bekerja bukan di dunia ini melainkan di dunia lain. Meski, dirinya tidak tahu dunia lain seperti apa?
Namun, di ruang rahasia, Pemuda itu bekerja sebagai Tuan Labirin atau Dungeon di dunia yang berbeda dengan penghasilan yang luar biasa di dunia nyata dari seorang pria yang lebih muda dari dirinya.
Dan, pemuda itulah yang disebutkan oleh Dewi Artemisia untuk membantu tempat baru bagi para roh tanah suci.
Namanya Kelvin Sudirman, 22 tahun dan masih jomblo. Kelvin dibesarkan oleh Ibu Rosa di panti asuhan Mentari yang berada di Kota Denpasar, Bali, Indonesia.
Menurut Ibu Rosa, salah satu dari orang tuanya menaruh diri Kelvin di depan pintu panti ditengah malam.
Pada saat itu, Kelvin berumur 2 tahun. Tangisannya menganggu para penghuni panti termasuk Ibu Rosa yang mana disaat melihat kehadiran Kelvin yang tiba-tiba, Ibu Rosa dan karyawan nya mencoba mencari seseorang yang telah membuangnya namun, mereka tidak berhasil.
Ibu Rosa yang merasa iba kepada Kelvin, dia pun memutuskan untuk membesarkan nya dan di selimut yang digunakannya ada sepucuk surat berisikan nama Kelvin Sudirman, lahir Pulau Sumeru, 11 Juli 1999 dan itulah nama serta tempat tanggal lahir Kelvin.
Waktu pun terus berlalu, Kelvin sudah berumur 19 tahun dan baru saja lulus sekolah menengah atas. Kehidupan sekolah nya biasa saja tidak ada yang istimewa. Peringkat biasa, teman hanya sedikit dan tidak punya pacar. Bagaimana Kelvin bisa punya pacar? Uang jajan nya dibawah rata-rata dan kesehariannya membantu panti mengurusi adik-adik ku.
Hingga suatu hari Ibu Rosa memanggil Kelvin dan mereka berbicara empat mata di kantor administrasi.
“Kelvin, kamu masih mau hidup sendiri?” tanya Ibu Rosa.
Ibu Rosa mengajukan pertanyaan itu dikarena kan Kelvin sudah meminta Ibu Rosa setelah dirinya lulus sekolah, Kelvin ingin kuliah sambil mencari kerja. Jika beruntung, Kelvin akan membantu mendanaan Panti Asuhan.
Pemikiran itu bukan tidak ada alasan karena beberapa tahun ini donator semakin berkurang sedangkan, Panti Asuhan Mentari masih harus mengasuh 25 anak dengan berbagai usia bahkan ada yang masih bayi dan dia baru datang beberapa minggu yang lalu.
Melihat situasi itulah menambah kuat untuk Kelvin hidup sendiri dan tidak ingin membebani Ibu Rosa lagi.
“Iya, Bu. Saya ingin hidup sendiri.”
“Baiklah, kalau begitu. Ambilah ini!” ucap Ibu Rosa sambil memberikan amplop panjang.
“Ini apa bu? Tidak usah, Ibu sudah memberikan saja Gaji beberapa hari yang lalu, Saya rasa cukup.”
“Kelvin, jangan begitu! ini pemberian dari ibu sendiri dengan perjanjian kamu harus jadi pria yang baik dan tidak boleh malas. Kamu mengerti?” ucap Ibu Rosa yang masih tetap memaksa.
“Iya, Bu. Terima kasih.”
Kelvin pun memutuskan untuk menerimanya amplop panjang tersebut.
“Oiya, kamu mau merantau ke mana?” tanya Ibu Rosa.
"Aku ingin pergi Pulau Sumeru tempat dimana aku dilahirkan mungkin saja disana, aku menemukan jejak kedua orangtua ku!"
“Begitu, Tunggu! Ibu punya kenalan disana dan mungkin, dia punya rumah yang disewakan. Ibu juga tidak tahu apa sudah diisi atau belum. Tapi, tidak ada salahnya mencoba kesana.”
“Iya, Bu.”
Seusai mengatakan itu, Ibu Rosa mengambil kertas dan menuliskan alamat kenalannnya tersebut lalu, memberikannya kepada Kelvin. Sesudah itu, Kelvin kembali ke kamar dan mengemasi pakaian yang bawanya. Setelah selesai mengemas, Kelvin kembali ke Ibu Rosa untuk berpamitan.
“Ibu, saya pergi dahulu,” ucap Kelvin sambil mencium tangan Bu Rosa.
“Iya, Nak. Hati-hati dijalan!” jawab Ibu Rosa sambil mengelus-ngelus kepala Kelvin.
Kelvin memberikan senyuman kepada Ibu Rosa.
__ADS_1
Tidak hanya Ibu Rosa, beberapa anak panti juga merasa berat dengan kepergiannya namun, Kelvin mengatakan bahwa saat liburan panjang sesekali dia akan pulang dan berjanji untuk tetap berkomunikasi dengan mereka. Setelah itu, mereka pun menjadi tenang.
Sesudah itu, Kelvin pun pergi meninggalkan rumah panti asuhan Mentari ke Pulau Sumeru, NTT. Sebuah kota asing baginya, Kelvin pergi kesana dengan mengunakan kapal laut.
Tidak mungkin, Kelvin mengunakan pesawat karena uang tabungan dan uang pemberian dari Ibu Rosa yang kira-kira sekitar 3 juta rupiah. Kelvin akan gunakan uang ini untuk biaya hidup dan uang sewa.
Setelah menempuh perjalanan sekita 2 hari 15 jam. Kelvin pun tiba di pulau Sumeru yang mana sebelum berlabuh, Kelvin terkagum-kagum dengan keindahan Pulau Sumeru dari tengah laut.
"Jadi, itukah pulau Sumeru. Indah nya!"
Ditengah itu, Kelvin teringat akan alamat yang dituliskan oleh Bu Rosa. Lalu, dia pun melihat dan mengangguk kepalanya.
Sesaat kemudian, Kelvin pun tiba di pulau Sumeru dan berlabuh di pelabuhan yang mana pelabuhan di sana sudah berkembang jauh dibandingkan saat kedatangan Arya.
Lalu, Kelvin yang tengah turun dari boat penumpang. Dia pun melihat kapal Yacht berwana hitam dan sangat mewah.
"Wuahh ... milik siapa itu? Keren sekali!" ucap kagum Kelvin.
Saat Kelvin mengagumi itu, tiba-tiba ada yang menjawab ucapan Kelvin tersebut.
"Kapal itu milik Tuan Arya Juana. Pemilik dari Pulau Sumeru ini! Dia bernama Black Ship."
Mendengar jawaban itu, Kelvin pun menoleh kearah belakang yang mana dia melihat sosok pria besar dengan kepala yang botak, dia adalah Zack.
"Oh, pak. Maaf. Saya melamun dan terkagum melihat kapal itu," jawab Kelvin.
"Wajar, siapapun yang pertama kali datang ke sini akan mengatakan hal yang sama." Zack pun menoleh ke arah Kelvin. "Tapi, siapa kamu? Apakah kamu baru pertama kali datang kesini?"
Mendengar itu, Kelvin sontak menghadap kearah Zack.
"Iya, saya Kelvin. Datang dari Bali!"
"Selamat datang, Kelvin di pulau Sumeru ini! Saya Zack, kepala Pelabuhan di Pulau Sumeru ini. Jadi, apakah kamu punya tempat tujuan?"
“Iya, saya ingin ke alamat ini!” ucap Kelvin sambil menunjukan kertas kepada Zack.
"Berapa ongkos nya?" tanya Kelvin.
"Gratis! Ayo kita berangkat!" seru Zack seraya berbalik badan dan berjalan kearah motor besar nya.
"Baik, Terimakasih. Pak Zack," jawab Kelvin yang menyusul langkah Zack.
Dan, mereka pun pergi menuju alamat yang ditujunya dan tibalah disalah satu rumah yang memiliki toko disamping nya dan rumah itu merupakan tempat tinggal Pak Makmur dan putri satu-satunya, Dian yang mana Zack menghentikan laju motor nya di rumah tersebut.
"Kelvin, kita sudah sampai!" seru Zack.
Mendengar itu, Kelvin pun turun dari motor nya Zack.
"Pak Zack, terimakasih."
"Sama-sama dan maaf, saya tidak bisa menemani mu bertemu dengan pak Makmur."
"Tidak masalah. Saya akan menemuinya sendiri," jawab Kelvin dengan senyuman kecil.
Setelah itu, Zack menganggukkan kepalanya dan melajukan motornya.
Lalu, Kelvin pun menghampiri rumah yang tertulis di kertas dan melihat ada toko disana, Kelvin pun menghampiri nya.
"Permisi!" sapa Kelvin di toko.
Sesaat kemudian, sosok pria dewasa yang memiliki badan yang gemuk serta memiliki rambut setengah botak yang kebetulan pria itu sedang berjaga di toko sembako nya dan tidak lain, pria dewasa itu Makmur.
"Iya, mau beli apa?" tanya Makmur yang disangka nya Kelvin pembeli.
__ADS_1
"Pak, saya Kelvin dari panti asuhan Mentari Bali," jawab Kelvin yang memperkenalkan dirinya.
“Oh! Jadi kamu!” ucap pak Makmur itu sambil tersenyum dan menghampiri Kelvin.
“Iya, Pak. Saya disuruh ibu Rosa untuk menemui Bapak.”
“Iya. Ya. Rosa itu sahabatku waktu SMA. Saya Makmur. Anak Asuh Rosa berarti anak ku!”
“Iya, terima kasih. Pak Makmur.”
“Jadi, kamu mau mampir dulu atau langsung ke rumah tempat yang ingin kamu tinggal?” tanya Pak Makmur.
“Saya tidak ingin merepotkan. Jadi, langsung saja kesana, Pak!” jawab Kelvin.
“Begitu, baiklah. Tunggu sebentar! Bapak akan ambilkan kuncinya,” ucap Pak Makmur yang kembali ke rumahnya.
“Baik, Pak.”
Beberapa saat kemudian, Pak Makmur keluar lagi dengan mengenakan jaket, “Ayo, nak Kelvin! Rumahnya tidak jauh dari sini!”
“Iya, Pak!”
Kelvin dan Pak Makmur pun berjalan ke rumah yang ditunjukan oleh Pak Makmur.
Selama perjalanan, Pak Makmur disapa oleh banyak orang sepertinya Pak Makmur orang yang terpandang di perumahan ini.
Perjalanan mereka pun terhenti disalah satu rumah putih yang memiliki halaman yang luas tapi, rumput dan ilalang sudah tinggi, cat sudah memutar serta lantai garasi sudah banyak yang bolong. Itu benar-benar rumah lama dan sudah lama juga tidak berpenghuni.
“Disinilah, rumahmu! Maaf, rumah yang ditunjukan ibu Rosa sudah terisi tapi, bapak hanya memiliki rumah ini. Maaf ya, Nak!” ucap Pak Makmur.
“Tidak apa-apa. Jika dibereskan juga nanti terlihat seperti rumah pada umumnya.”
“Jadi kamu mau, baiklah. Bapak akan membebaskan uang sewa asalkan kamu mau merawat rumah ini!” ucap penawaran Pak Makmur.
“Benarkah, terima kasih. Pak. Tapi, kemana pemilik sebelumnya!”
“Entahlah! Tiga tahun yang lalu, pemilik nya menghilang. Semua warga enggan untuk mengurus rumah ini. Maka dari itu, Bapak yang mengajukan diri untuk mengurus rumah ini namun tetap saja semua warga masih enggan bahkan tukang rumput dan sampah tidak ada yang mau mengurusnya. Iya menurut mereka sih sering terdengar suara aneh dan dikenal Angker. Jadi, bagaimana kamu mau, Kelvin?”
“Iya, Pak. Tidak masalah. Saya juga tidak begitu percaya dengan hal-hal seperti itu.”
“Oh, begitu. Bapak senang mendengarnya. Ayo kita masuk!”
Lalu, Kelvin dan Pak Makmur masuk kedalam rumah itu bahkan beberapa warga ada yang melihat mereka. Namun, mereka tidak mempedulikannya dan setibanya didalam rumah, disana masih ada beberapa perabot yang ditutup oleh kain putih.
“Jadi, inilah rumah barumu! Dan, sudah lengkap dengan perabotnya. Jadi, kamu bebas mengunakan perabot semua ini dan semua ruangan tapi ingat! Harus tetap kamu jaga!” ucap Pak Makmur.
“Baik, Pak!”
“Yasudah, ku serahkan rumah ini kepadamu dan Maaf, bapak harus tinggal dahulu karena bapak meninggalkan warung dan tidak ada yang menjaga,” ucap Pak Makmur dengan senyuman kecil.
“Iya, Pak. Terima kasih banyak.”
Setelah itu, pak Makmur meninggalkan Kelvin di rumah kosong tersebut.
“Baiklah, sekarang waktunya bersih-bersih.”
Dan, Kelvin pun mulai tinggal disana.
Tanpa Kelvin ketahui, di luar rumah nya terlihat Arya yang sedang berdiri disana.
"Mungkin kah, pemuda itu yang dikatakan oleh Nona Artemisia?"
...# System Of Romance #...
__ADS_1
Kelvin Sudirman (Lin Chen)