System Of Romance

System Of Romance
System Of Romance | Romance 79


__ADS_3

...Romance 79. Perkelahian di Gudang....


Disaat Arya bertemu Sandra, di tempat yang berbeda Tomo mendapatkan sebuah panggilan Video Call.


Menyadari itu, Tomo sontak mengambil ponsel nya dan melihat ke layar yang mana panggilan itu berasal dari Ye Zhang.


"Ye Zhang, ada apa dengan nya?" gumam Tomo.


Lalu, Tomo pun mengangkat nya, "Hei, Ye Zhang. Kamu di mana? Saya dan Arya daritadi mencari mu?"


Tomo yang berkata seperti itu, Ye Zhang pun tidak menjawab nya melainkan layar ponsel menunjukkan sosok Ye Zhang yang sedang tergeletak di lantai dengan wajah yang babak belur serta kedua tangan yang terikat pada punggungnya.


Melihat itu, Tomo sontak terkejut. "Ye Zhang? Kenapa dengan mu?!"


Ucapan Tomo itu tetap tidak ada yang menjawab nya malah layar berganti pada Lin Tian yang memiliki kondisi yang sama dengan Ye Zhang.


"Lin Tian?!" teriak Tomo.


Memahami situasi teman nya itu, Tomo menyadari sesuatu. "Paul kah?"


Saat Tomo mengatakan nama itu, kamera teralih pada sosok yang memegang ponsel yang mana itu Paul dengan teman-teman satu geng dibelakang nya.


"Halo, Tomo. Bagaimana kabar Lu? Pasti Lu senang lihat gua dikeluarin dari sekolah. Gua tahu, lu kan yang menyebarkan video itu?!" ucap Paul.


Tomo tidak mempedulikan ucapan nya, "Paul, dimana kamu?"


"Itulah pertanyaan yang gua Tunggu! Datang lah ke gudang kosong yang ada di belakang sekolah! Gua nunggu lu, My Sweetie. Hahaha ..." jawab Paul.


Sesaat mendapatkan informasi itu, Tomo pun menutup dan menelepon Arya.


"Arya, Ye Zhang dan Lian Tian telah diculik oleh Paul dan geng nya!"


Arya yang menerima laporan itu, dia sedikit terkejut. "Apa?!"


"Arya, saya akan kesana!" ucap Tomo.


"Aku mengerti. Tomo, jangan matikan ponsel mu! Dan, Berhati-hati lah!" seru Arya dari balik telepon nya.


"Baik, Arya!" jawab Tomo.


Setelah itu, Tomo menutup telepon nya dan berlari menuju gudang kosong. Tempat Ye Zhang dan Lin Tian ditahan.


Setibanya didalam gudang kosong, Tomo melihat sekitar nya seraya memanggil teman-temannya.


“Ye Zhang! Lin Tian! Dimana kalian?! Jawab Saya! kalian dimana?!”


Tomo terus melangkah hingga langkah terhenti pada sekumpulan murid dengan Ye Zhang dan Lin Tian yang tidak sadarkan diri di pojok gedung.

__ADS_1


Samar-samar Tomo mendengar suara dari Ye Zhang.


“Tomo, jangan melawan mereka!”


Saat mendengar itu, Tomo pun bergegas menghampiri mereka namun langkah nya terhenti lantaran Tomo langsung di sergap dengan memegang kedua tangan nya.


"Apa-apaan ini?! Lepaskan!" seru Tomo yang berusaha melepaskan diri namun, tidak berhasil. Mengetahui itu, dia mengunakan sedikit tenaga Kultivasi dan berhasil membuat para murid itu terjatuh.


Karena perlawanan dari Tomo membuat semua para murid dewan Murid yang di skorsing dan salah satunya adalah Paul.


“Tomo, apa kabar mu? Senang kah!” ucap Paul.


“Kak Paul! Lepaskan teman-teman saya!”


“Tomo, kamu tahu bahwa gedung baru akan berdiri disini setelah kami mengubur kalian disini dengan batu nisan yang bertuliskan apartement Paul nomor 5. Bagaimana mulia bukan, bdebah!" ucap Paul.


Semua anak buah Paul tertawa mendengar ucapan dari Paul.


“Bagaimana kamu bisa melakukan ini? Mereka tidak terlibat!” teriak Tomo.


“Tidak terlibat katamu! Dasar pahlawan kesiangan!” ucap Tomo.


“Kenapa? Urusan kalian dengan saya bukan dengan teman-teman saya! Dan, saya sudah katakan sebelumnya, jangan menyakiti teman-teman saya! Apa itu sulit?” seru sinis Tomo.


Paul dan para anak buahnya pun tersenyum remeh saat mendengar perkataan Tomo. Lalu, tidak lama. Paul memberikan kode kepada para anak buah nya untuk mengepung Tomo.


“Sekarang, mari kita selesaikan!” seru ku.


“Dasar sombong!” ucap ketus Paul. Lalu, dia menyuruh anak buahnya untuk menyerang Tomo dan anak buahnya itu pun menuruti Paul.


Dan pertarungan pun terjadi diawali dengan salah satu murid yang menyerang dengan tongkat.


Meski begitu, gerakannya yang lambat membuat Tomo dengan mudah menangkap tongkat dan melesatkan pukulan kearahnya.


Buk!


Murid itu pun terjatuh.


Murid pembully lain yang berada disampingnya tidak bisa menerima teman nya di kalahkan. Lalu, dia pun melesatkan pukulan kearah Tomo.


“Dasar bedebah!” seru pembully sambil melesatkan pukulan.


Tomo pun menghindar dan melesatkan pukulan balik.


Tidak lama, murid yang lain melesatkan pukulan diarah yang berbeda. Tomo pun langsung menendang dadanya hingga membuatnya terpental.


Buk!

__ADS_1


Serangan yang lain dilesatkan dengan tongkat namun Tomo berhasil menangkap dan melemparkan dirinya.


Cius! Bukk!


Serangan terus dilesatkan kearah Tomo. Walaupun begitu semua nya berakhir sia-sia karena tendangan dan pukulan Tomo lebih cepat yang membuat mereka terjatuh dan terlempar.


Buk! Buk! Buk!


Dan, Tomo pun berhasil mengalahkan semua murid perundung dan hanya tertinggal Paul. Dia pun terlihat ragu menyerang Tomo lantaran ia melihat anak buahnya yang sudah tumbang di lantai.


Lalu, Tomo berdiri menghadap kearah Paul


“Kak Paul! Ayo kita selesaikan semua ini!” teriak kesal Tomo.


“Dasar orang miskin! Hiyaaaa!” teriak Paul seraya mengayunkan tongkat baseball kearah Tomo.


Sama seperti yang lainnya, serangannya yang lambat membuat Tomo dengan mudah menangkis dan melesatkan pukulan.


Buk! Buk!


Dua pukulan yang Tomo lesatkan membuat Paul jatuh ke lantai.


“Sudah Saya bilang, pasti akan membalas kalian dua kali lipat!” seru Tomo sambil terus memukul wajahnya tanpa henti.


Meski dia sudah tidak sadarkan diri, Tomo terus memukulnya hingga Arya datang yang menahan pukulan Tomo dan membuatnya tersadar dari kemarahan.


“Tomo, Hentikan!” seru Ryutaro sambil menahan pukulan dan menarik ku.


“Lepaskan, bedeb-” ucap Tomo yang membalikan badan dan ingin memukul seseorang yang menghalangi nya namun saat melihat bahwa orang yang menghentikan dirinya ialah Arya. Tomo pun menghentikan serangan.


“Tomo, tenanglah! Atau kamu bisa terlibat masalah!” ucap Arya yang berusaha menenangkan Tomo.


“Arya, Maaf.”


Tiu! Tiu!


Suara sirene polisi pun terdengar.


“Tomo, ayo pergi nanti kamu akan ditahan!” seru Arya.


“Arya, kamu saja yang pergi! Aku tidak ingin meninggalkan mereka!” ucap Tomo sambil melihat kearah Ye Zhang dan Lin Tian yang tidak sadarkan diri.


“Baiklah, jika kamu tertangkap. Aku akan meminta bantuan dari Paman Bayu!” ucap Arya.


“Terima kasih, Arya. Sekarang, pergilah!” seru Tomo sambil mendorong Arya.


Dan, polisi pun datang menahan Tomo dan memanggil ambulan untuk Ye Zhang dan Lin Tian. Lalu, ponsel Tomo yang masih aktif membuat Arya mampu meretas dan merekam semua kejadian yang terjadi di gudang yang bisa membuat Tomo menjadi tidak bersalah.

__ADS_1


Lalu, ditempat lain. Sambo sedang kesakitan merasakan racun yang masuk kedalam tubuh nya dan dilarikan ke klinik yang mana Jin Woo tidak sanggup menanganinya.


__ADS_2