
...Romance 140. Malam di Cafe Sunrise....
Dimalam yang sama saat Arya dan Elsa pergi ke tanah suci. Ditempat lain, Kelvin sedang berjalan ke rumah nya.
Lalu, Kelvin berpapasan dengan Pak Makmur yang mana Kelvin menyapa nya terlebih dahulu.
"Pak Makmur, Selamat malam!"
Pak Makmur yang tengah melangkah, dia pun menghentikan langkahnya dan melihat kearah Kelvin. "Oh, Kelvin. Dari mana kamu?"
"Saya baru pulang berbelanja beberapa kebutuhan. Pak Makmur mau kemana?" jawab Kelvin.
"Kebetulan kamu disini, Ayo ikut bapak ke cafe Sunrise! Kabarnya disana sudah datang vodka kelas tinggi dan diberikan harga murah oleh Arya," ucap senang pak Makmur.
"Oh, iya. Boleh juga," jawab Kelvin.
Lalu, Kelvin dan Pak Makmur bersama pergi ke Cafe Sunrise.
Setibanya disana, Kelvin melihat cafe itu sangat ramai meski hanya pelayan. Semua pesanan bisa terpenuhi.
"Seperti nya kita terlambat!" ucap Pak Makmur.
Sesaat kemudian, Pak Makmur ada yang memanggil nya.
"Pak Makmur, Ayo duduk disini! Kita minum bersama!"
"Oh, Pak Bob. Anda sudah datang!" jawab Pak Makmur. Lalu, Pak Makmur menoleh kearah Kelvin.
"Kelvin, nikmati malam mu disini!" seru pak Makmur.
Kelvin pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Lalu, dia pun ditinggalkan oleh pak Makmur.
Setelah itu, Kelvin pun duduk di kursi bunda tepi meja panjang cafe.
“Silahkan!” seru Carl seraya memberikan minuman kepada Kelvin.
“Eh … tapi aku tidak memesan dan ini bukankah Vodka,” jawab Carl.
"Iya, minuman ini gratis untuk malam ini untuk memberikan Vodka kepada pengunjung yang menginginkan nya. Apakah kakak tidak mau?" ucap Carl.
"Tidak masalah, terimakasih," jawab Kelvin.
Carl pun tersenyum dan kembali melakukan aktifitas nya.
Kelvin yang menerima minuman itu, dia pun meminumnya.
Melihat Kelvin, Carl tersenyum dan memperhatikan Kelvin dari atas sampai bawah.
“Hei, Kelvin! Saya ingin bertanya kepadamu?” tanya Carl dari balik meja panjang.
“Apa?” jawab Kelvin.
“Bagaimana menurutmu Adik –ku?” tanya Carl seraya menunjuk kearah gadis cantik berambut panjang hitam sedang membantu melayani pelanggan yang ternyata itu Santi yang mana Carl membohongi Kelvin.
Kelvin yang ditanya itu, dia pun menoleh melihat Santi, “Dia imut dan cantik," jawab Kelvin.
Carl yang mendengar itu, dia pun tersenyum.
"Kau memang memiliki penilaian yang bagus. Aku suka itu," ucap Carl. Lalu, dia menuangkan kembali Vodka ke gelas Kelvin, “Ini untuk hadiahnya."
__ADS_1
Kelvin kembali melihat Carl, “Terima kasih."
Cling … Cling (suara lonceng pintu)
Santi yang mendengar itu. Ia melihat ke pintu, “Selamat Datang!” sapa Santi.
Dari pintu datang Jack, “Hei, Santi! Carl!” seru keras Jack dengan melambaikan tangan ke atas.
Jack melihat di meja panjang dan melihat sosok yang dia kenal.
“Kelvin!” seru Jack. Dia pun menghampiri Kelvin dan duduk disebelahnya.
“Hei, Jack,” jawab Kelvin.
“Sedangkan apa kau disini?” tanya Jack.
Kelvin mengangkat gelasnya, “Seperti yang kau lihat,” jawab Kelvin. Ia pun menurunkan kembali gelasnya dan menaruhnya di meja.
Jack merangkul Kelvin, “Haha … Aku sangat senang melihatmu, Kelvin!” seru Jack.
Kelvin hanya tersenyum dan terdiam.
“Carl kau tahu? Dia pria yang tampan, pekerja keras, pintar, dan baik hati. Cocok untuk adik ipar Tomo,” ujar Jack yang menunjuk ke Carl.
“Hahaha … aku juga berpikiran yang sama,” jawab Carl.
“…Eh? Adik ipar Tomo?” gumam bingung dan panik Kelvin. Lalu, sesaat dia pun tersadar bahwasanya dirinya di bohongi oleh Carl.
Jack berbalik badan dan berteriak, “Santi, aku menemukan pasangan yang cocok untukmu! Jack mempererat rangkulan dan menunjukannya kepada Santi, “Dia Kelvin. hehe,” ujar Jack yang senang.
Santi menempelkan wajan ke dadanya dan melihat Jack juga Kelvin. Kelvin yang melihat Santi, Ia hanya menganggukan kepala dan tersenyum paksa.
Santi juga tersenyum, “Moo … Hentikan! Om Jack, kau menganggu pelanggan yang lain,” seru malu Santi.
“Haha …”
“Haha …”
Seluruh pengunjung di bar itu tertawa melihat sikap malu Santi. Santi yang merasa malu dan panik dia pergi ke dalam dapur.
Sesaat kemudian, Jack dan Kelvin minum bersama di meja panjang dengan kursi yang bulat panjang dan setelah lama minum Jack tertidur dimeja dengan pulas nya. Kelvin pun juga sudah merasa pusing.
“Carl, kamar mandi dimana?” tanya Kelvin.
“Diujung sana belok kiri,” jawab Carl.
“Terima kasih,” ujar Kelvin.
Kelvin berdiri dan berjalan menuju kamar mandi yang ditunjukan oleh Carl. Setelah keluar Kelvin berpapasan dengan Santi yang berjalan disisi sampingnya.
“Hei, Kamu pria yang tinggal di putih angker itu bukan?!” tanya Santi.
Kelvin tersenyum dan memberikan tangannya, “Iya dan nama ku Kelvin, Salam kenal!” ucap Kelvin.
Santi juga tersenyum dan menerima tangan Kelvin, “Aku Santi, Salam kenal juga!” ujar Santi.
Tidak lama kemudian mereka melepaskan tangan mereka.
“Santi, saya minta maaf dengan yang tadi. Ya, memang seperti itulah sikap Jack,” ucap Kelvin.
__ADS_1
Santi menutupi mulutnya dan Dia tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya, “…Hmm, tidak masalah saya sudah terbiasa,” jawab Santi yang tersenyum hingga menutup matanya.
“Oh … begitu kah,” ucap Kelvin.
“Maaf, Kelvin saya tinggal. Ada pekerjaan yang harus aku selesaikan,” ucap Santi.
“Oh … iya. Semangat Santi,” ucap Kelvin.
Santi tidak menjawab hanya menganggukan kepalanya dan pergi melewati Kelvin menuju ruangan ada berada di sampingnya.
Kelvin kembali ke Bar, melihat Jack yang sedang mabuk berat tidak bisa bergerak. Tidak lama kemudian Carl menghampiri Kelvin.
“Kelvin, bisa saya minta tolong kepadamu?” tanya Carl.
“Iya, katakan saja!” jawab Kelvin.
“Tolong! Antar kan Jack kerumahnya, jika dia terbangun nanti dia akan menganggu pelanggan yang lain, iya Kelvin?!” pinta Carl dengan tangan yang memohon.
Kelvin menurunkan bahu dan menghela nafas panjang, “Aaafuuh … baiklah,” jawab Kelvin.
Kelvin pergi mendekati Jack dan membopong Jack berjalan pelan ke rumah jack. Pada saat diluar tidak terasa langit sudah menjadi malam dengan hujan yang masih deras.
“Ah … sudah malam kah,” ujar Kelvin.
Dijalan Jack berbicara tidak jelas dan gerakan dari jack membuat jalan Kelvin tidak beraturan.
Lalu, dijalan Kelvin berpapasan dengan Arya yang hendak mau pulang juga.
“Oh … Kelvin, kamu sedang apa?” tanya Arya.
“Seperti yang Arya lihat, saya sedang mengantarkan Jack kerumahnya,” jawab Kelvin.
“Begitu, sini aku bantu!" jawab Arya.
Lalu, Arya pun langsung melangkah membopong Jack disisi kanan dan Kelvin disisi kiri. Berkat bantuan dari Arya membuat langkah Kelvin lebih cepat.
Beberapa saat kemudian, mereka pun tiba di rumah Jack yang berada ditepi pelabuhan yang mana dia tinggal seorang diri dengan kondisi rumah yang tidak dikunci.
Lalu, Arya dan Kelvin membaringkan Jack ke tempat tidur.
“Ahuuff … akhirnya kita sampai!" ucap Kelvin seraya mengusap keringat di dahi nya.
“Lebih baik kita bergegas keluar dan biarkan Jack beristirahat!" ucap Arya.
Setelah itu, mereka pun keluar meninggalkan rumah Jack. Lalu, jalan bersama.
Tidak lama, Kelvin menghentikan langkahnya.
"Arya, saya ingin meminta sesuatu."
Mendengar itu, Arya menghentikan langkah nya juga. "Meminta apa?"
"Saya ingin pindah rumah dan jadikan, rumah putih itu menjadi fasilitas untuk Pulau Sumeru."
"Maksud mu?" tanya Arya.
"Saya ingin menghubungkan antara Dungeon dan Pulau Sumeru agar fasilitas yang ada di Dungeon juga bisa dinikmati oleh para penduduk Pulau Sumeru!"
"Baiklah, aku akan mempertimbangkan nya," jawab Arya.
__ADS_1
"Terimakasih, Arya."
...# System Of Romance #...