
...Romance 160. Negosiasi....
Masih di hari minggu yang panjang bagi Arya dan malam pun tiba yang dimana Arya harus bertemu dengan Han Felix, Presidir dari Mirage Group dan gubernur NTT.
Ditengah malam, Han Felix sudah menunggu kehadiran Arya di pelabuhan dengan penjagaan yang ketat selain itu, Han Felix sudah mempersiapkan penembak jitu di beberapa sudut.
Seorang pria berjas yang berdiri di samping Han Felix sedang melakukan pemeriksaan kepada semua unit. Setelah semua nya siap, pria itu melaporkan kepada Han Felix.
Sedangkan, diatap sebuah gedung. Ada sosok pria yang mengenakan serba hitam baik dari topi, jaket, celana dan lainnya sambil membawa tas ransel besar. Pria itu ialah Rey.
Setibanya di tepi atap, Rey membuka isi tas nya yang dimana ada senjata Laras panjang yang masih berantakan.
Sesaat kemudian, Rey mengambil satu persatu dan merakitnya. Setelah selesai merakitnya, Rey menempatkan senjata itu disisi atap.
Lalu, Rey meneropong sekitar tempat pertemuan Arya dan Han Felix dengan tujuan mencari petembak jitu yang disewakan Han Felix.
Tidak lama, Rey menemukan satu penembak jitu di sebuah gedung yang tidak jauh dari Rey.
Tanpa segan-segan, Rey menembakan peluru kearah tangan penembak jitu.
Sebenarnya, Rey bisa saja membunuhnya namun, Arya telah memperingkat Rey sebelumnya untuk menembak tangan atau kaki target pada tembakan pertama.
Jika, tembakan pertama tidak membuat target menyerah barulah Arya mengizinkan Rey membunuhnya.
Karena dalam prinsip Arya tidak ada kesempatan ketiga namun, Arya sangat menghormati seseorang untuk memberikan kesempatan kedua.
Seusai satu penembak jitu tumbang, Rey mencari yang lain dan Rey pun menemukan dua penembak jitu yang lain nya.
Seusai itu, Rey memeriksa kembali sekitar dan tidak lagi menemukan penembak jitu. barulah, Rey mengabari Arya.
"Arya, sudah bersih semua," lapor Rey.
__ADS_1
Arya yang sedang mengendarai mobil Lexus menerima panggilan itu dengan earphone bluetooth nya.
"Kerja bagus! terimakasih, Ray. Lanjut ke plan B!" ucap Arya.
"Copy that!" jawab Rey.
Beberapa saat kemudian, Arya pun tiba di tempat pertemuan.
Arya pun turun dari mobilnya dan berjalan menghampiri Han Felix yang sudah berdiri di tepi laut.
Para penjaga Han Felix pun mempersiapkan pengaturan nya.
Dengan santai, Arya berdiri di samping Han Felix.
"Sebenarnya, apa mau mu? Rasanya kamu tidak memiliki dendam kepadaku," tanya Han Felix yang membuka obrolan.
"Benarkah. Apa anda lupa tentang seorang pria yang bernama Jeremy. Seorang bapak dari dua anak nya," jawab Arya.
Han Felix tertawa kecil, "Hahaha ... jadi itu masalah. Apakah kamu putra nya? Lagi pula itu bukan kesalahan ku. Melainkan putra ku, Nino!"
Mendengar itu, Arya tersenyum kecil. "Kenapa tidak anda masukan putra anda?"
"Hei, anak muda. Coba tanya ayah mu! Apakah rela melihat putra sendiri menderita disana? Semua orang tua pun pasti mengerti akan hal itu," jawab Han Felix.
"Ah, benar juga. Jadi, kenapa tidak kamu membayar kesalahan anak mu dengan memberikan Mirage Group kepada ku?"
"Apa katamu?! Beraninya, kamu! Mirage Group itu milik aku seorang tidak ada satu pun yang akan mengambil nya dari ku!" ucap kesal Han Felix.
Han Felix pun memberikan isyarat kepada para penjaga diri untuk membunuh Arya.
Penjaga itu pun langsung memerintahkan para penembak jitu untuk melakukan eksekusi kepada Arya. Namun gagal, Penembak Jitu tidak ada yang menjawab.
__ADS_1
Penjaga itu memberikan isyarat dengan menggeleng kan kepala. Lalu, Han Felix memberikan perintah lagi dengan anggukan Kepala.
Memahami itu para penjaga pun mengeluarkan pisau ada juga pistol yang menghampiri Arya.
Arya pun membalikan badan nya menghadap para penjaga.
"Tuan Han Felix, ini kah jawaban mu?" ucap Arya.
"Pergilah ke neraka!" ucap Han Felix dengan nada yang bangga.
"Begitu kah, baiklah!" ucap Arya sambil tersenyum.
Seusai percakapan itu, Arya mengacungkan jari telunjuk keatas. Semua penjaga bingung dengan sikap Arya.
Namun, para penjaga mempedulikan. Mereka pun berjalan pelan menghampiri Arya. Tapi ...
Satu persatu sebuah tembakan melesat kearah penjaga yang membuat kaki dan tangan mereka terluka.
Disaat semua penjaga tumbang, Arya melihat Han Felix.
"So, bagaimana sekarang?"
Han Felix pun ketakutan dan berlutut dua kaki dihadapan Arya, "Tolong jangan bunuh aku! Baiklah, Mirage Group menjadi milik mu!"
"Terimakasih, Tuan Han Felix senang bisa bekerja sama dengan anda," ucap Arya.
Lalu, dia pun pergi meninggalkan Han Felix seorang diri.
Di atap, Rey menarik senjatanya dan tersenyum. "Mission Completed!"
...# System Of Romance #...
__ADS_1