
...Romance 121. Kebenaran...
Setibanya di hotel terlihat ada Arya, Saga dan Yua yang sedang berkumpul dengan laptop yang dihadapan mereka.
Melihat mereka, Tomo pun menghampiri nya. "Bagaimana?"
Tomo bertanya itu lantaran sewaktu di acara pesta ulang tahun, dia meretas ponsel Jessica dengan menempelkan ponsel milik nya dengan ponsel Jessica dan menaruh bug di dalam ponsel Jessica hingga Yua bisa mengendalikan nya dari jauh.
Dan, didapatilah informasi tentang forum Bima Sakti Society dan rekaman panggilan dari Han Nino yang mana dalam rekaman itu berisikan dirinya yang menelepon untuk meminta tolong kepada kakaknya. Jessica pun menyetujui dan membantu nyat
Tomo yang mendengar itu, dia sontak mengepalkan tangan dengan keras dan memasang wajah kemarahan.
Tanpa banyak bicara, Tomo sontak beranjak dari kursi nya dan pergi keluar.
Arya, Saga dan Yua pun saling bertukar pandang serta memberikan kode kepada Arya untuk menghentikan Tomo.
Arya pun mengangguk kepalanya dan menyusul Tomo.
"Tomo, tunggu sebentar! Kamu mau kemana?!" seru Arya seraya menyusul Tomo dari belakang.
Tomo tidak mendengar ucapan Arya dan terus melangkah dengan ekspresi marah.
Melihat itu, Arya sontak mempercepat langkah dan meraih tangan Tomo, "Hei, Tomo!"
Tomo tetap melangkah dan tidak mempedulikan perkataan Arya. Lebih dari itu, Tomo yang dirundung kemarahan dia tidak mempedulikan apapun.
Disaat yang bersamaan, Shion memberitahu sesuatu.
Kling!
[Sub System telah terbagi. Fitur Wrath telah diberikan. Pengguna Tomo Hermansyah.]
Meski ada pemberitahuan itu, Arya tidak begitu mempedulikan nya lantaran dia terfokus untuk menghentikan tindakan Tomo yang mungkin akan merugikan dirinya sendiri.
"Tomo, berhenti! Untuk sekarang tenangkan diri mu dan serahkan kepada ku!" seru Arya.
Tomo tetap tidak bisa tenang dan masuk lift tanpa ada bahasan. Lalu, Tomo pun menatap Arya dengan tajam.
"Maaf, Arya!" ucap dingin Tomo diiringi dengan pintu lift yang tertutup.
Tomo yang sudah tahu informasi lokasi dari Han Nino di rekaman sebelumnya, dia pun melajukan mobil nya dengan sangat cepat ke rumah sakit tempat Han Nino di rawat sehabis dirinya menabrak Ayah dan dirinya lalu, Han Nino menabrak diri nya sendiri di pohon sebagai alibi nya.
__ADS_1
Itulah rencana yang dibuat Jessica untuk melindungi adiknya dari hukum.
Sambil mengemudi mobil sports nya, Tomo pun berkeluh-kesah didalam hatinya.
"Ayah, padahal aku sama sekali belum membalas budi. Padahal aku bisa hidup selama ini karena ayah ... Kenapa? Kenapa?"
Tomo pun tiba di rumah sakit dan memarkirkan mobil nya dengan sembarang lalu, dia pun melangkah masuk ke rumah sakit dan setibanya disana terlihat Han Nino sedang bermain smartphone.
Tomo yang melihat itu, dia pun menghampiri Han Nino dengan penuh kemarahan dan meski saat itu hujan deras, Tomo tidak peduli.
"Kamu harus menebus nya sendiri, pembunuh! Karena kesalahan mu sendiri!" seru batin Tomo saat melihat Han Nino.
Lalu, Tomo pun berhenti di hadapan Han Nino.
Han Nino pun menyadari kehadiran Tomo dan melihat nya, "Siapa Lu? Ada urusan sama Gue?"
"Kenapa kamu disini? Bahkan jasad ayah ku masih basah didalam kubur," ucap dingin Tomo.
Han Nino pun menyadari perkataan Tomo yang mana dia adalah keluarga korban yang tidak sengaja ditabrak nya.
Memahami itu, Han Nino sontak beranjak dari kursinya dengan panik hingga dirinya terjatuh, "Tunggu sebentar! Tunggu! Kita bisa bicarakan baik-baik, bukan!" seru Han Nino dengan merangkak mundur.
Dan, Tomo melangkah pelan dihadapan Han Nino.
Han Nino pun terdiam dan membuat Tomo mengambil kesimpulan bahwa Han Nino pelaku nya.
Lalu, Tomo menarik kaos dan mengangkatnya kehadapan Tomo. "Kenapa kamu tidak berhenti? Kenapa? Kamu kabur?"
Han Nino tidak bisa berkata apa-apa lantaran dia ketakutan. "Maaf," jawab Han Nino.
Mendengar itu, Tomo sontak melesatkan pukulan pada pipi Nino hingga membuat nya jatuh di tanah.
"Kenapa bukan orang seperti mu yang menerima hukuman? Kenapa harus orang lain?!" seru kesal Tomo.
Lalu, Tomo pun melesatkan pukulan nya berkali-kali.
"Tolong aku! Siapapun, Tolong!" seru kesakitan Nino.
Sambil memukul Nino, Arya pun berteriak. "Kenapa kamu harus membunuh ayahku?!" Kenapa?!"
Sambil mengeram kesakitan, Nino pun terus meminta maaf akan tetapi, Tomo tidak mempedulikan nya dan terus memukul hingga wajah nya penuh dengan luka memar dan darah hingga membuat nya pingsan.
__ADS_1
Dari kemarahan, Tomo pun menangis sampai dia melihat ada batu besar disampingnya. Tomo yang berpikir pendek, dia pun mengambil batu itu dan hendak memberikan pukulan dengan batu itu akan tetapi langkah nya dihentikan oleh letusan pistol.
Dor!
Mendengar itu, Arya sontak menoleh kesamping dan terlihat lah Arya, Yua, Saga dan seorang polisi disana yang mana polisi itu memberikan tembakan udara sebagai peringatan.
"Hentikan dan taruh batu itu!" seru polisi.
"Kenapa menghentikan ku? Bukankah, kalian tahu kalau dia lah yang membunuh ayah ku?!" jawab kesal Tomo.
"Tomo, hentikan! Jangan lakukan kejahatan demi orang seperti nya! Ayahmu akan sedih Tomo," seru Arya.
Mendengar itu, Tomo pun menangis seraya menjatuhkan batu yang dipegang nya dan terduduk. "Ayah! Ayah!"
Setelah itu, Tomo pun ditangkap polisi dengan pasal percobaan pembunuhan yang mana membuat nya dikeluarkan dari sekolah dan di jatuhi hukuman penjara 3 tahun karena dirinya masih dibawah umur dan berkat kemampuan dari Saga dan Bayu sebagai pengacara Tomo.
Dan, Santi pun diasuh oleh Arya dan tinggal seorang diri di rumah susun milik Arya.
Sebulan kemudian, Arya, Saga dan Yua berdiri disisi pantai Pulau Sumeru dengan menghadap ke laut.
"Seperti nya kita terlalu menganggap remeh keluarga Han," ucap Saga.
"Arya, seperti nya kamu harus membangun kekuatan mu sendiri," sambung Yua.
Ditengah pembincangan itu, suara Elsa memotong nya.
"Itu karena kamu bodoh, Arya."
Mendengar itu, Arya, Yua dan Saga berbalik badan yang mana dibelakang mereka ada Elsa, Adira dan Ye Zhang.
"Jika saja, kamu melibatkan kami mungkin Tomo tidak harus di penjara seperti ini," sambung Adira.
"Bukankah kita teman dan sudah seharusnya saling membantu apapun permasalahan mu, Arya!" sambung Ye Zhang.
Arya pun tersenyum kepada teman-teman nya dan Saga yang melihat itu, dia memegang bahu Arya.
"Arya, kamu tidak sendiri. Mari kita bersama melawan ketidakadilan!" ucap Saga.
Arya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Terimakasih semuanya!"
Dan, Arya pun bertukar senyum kepada semua teman-teman nya.
__ADS_1
...# System Of Romance #...
...Season 1: Selesai....