
...Romance 91. Memeriksa keadaan Adira dan pergi ke Metropolis Jakarta....
Perjalanan laut yang seharusnya ditempuh 5 hari 14 jam dengan mengunakan kapal Ferry. namun, Arya yang mengunakan Black Ship. Mereka hanya membutuhkan waktu 1 hari saja.
Meski pun perjalanan mereka ditempuh satu hari namun, Arya dan lainnya tidak merasakannya lantaran Black Ship memiliki fasilitas seperti hotel yang mana terdapat dua tempat di tidur, ruang santai, dapur bahkan hanggar bisa digunakan untuk berenang di laut.
Awalnya Arya sedikit ragu untuk membeli Yacht lantaran harga yang yang fantastis dan mungkin itu berakibat hilangnya fitur kesederhanaan.
Akan tetapi, Shion menjelaskan bahwasanya pembelian itu diberikan untuk umum maka System akan menghitung nya sebagai amal atau Charity.
Maka dari itu, System memberikan 150.000 poin dan Cashback 5 juta USD.
Semua pembelian itu berkat kartu Black Gold Card Supranatural Bank yang mana memiliki saldo tanpa batas.
Dan, Minggu siang. Mereka pun tiba di pelabuhan Priok Harbor yang mana teman Jack sudah mempersiapkan tempat parkir Black Ship.
Tidak hanya itu, Jeremy dan beberapa anak buahnya sudah mempersiapkan mobil untuk Arya.
"Terimakasih, Om sudah mau menjemput ku," ucap Arya seraya bersalaman dengan Jeremy.
"Sama-sama, aku senang bertemu dengan mu juga Arya," jawab Jeremy.
Setelah itu, mereka pun pergi dengan mobil yang sudah dipersiapkan oleh Jeremy.
Selama perjalanan, Arya melihat sekitar kota Metropolis Jakarta yang mana dia baru melihat sebuah kota yang sangat padat melebihi kota Makassar ataupun Kupang.
"Jadi, ini kah kota Metropolis Jakarta. Sungguh padat!" ucap Arya.
"Selamat datang di kota Metropolis Jakarta. Meski padat dan penuh sesak tapi disinilah pusat pemerintahan, selebriti dan pengusaha besar berada," jawab Jeremy yang duduk disamping Arya.
Lalu, Arya pun membuka kaca dan menaruh tangan nya di sisi jendela.
"Jadi, begitu. Tetap saja ..." gumam Arya.
Beberapa saat kemudian, Arya pun tiba di salah satu rumah sakit swasta dan Arya turun bersama Jeremy dengan pengawalan yang cukup ketat.
Haruka dan Ye Zhang yang ikut dengan Arya menjadi pendiam dan bersikap sopan.
Lalu, langkah mereka berhenti di sebuah ruang rawat VVIP yang mana disana terbaring Adira yang sedang tidak sadarkan diri dengan Nero Gear yang terpasang pada kepalanya.
Selain itu tubuh Adira menjadi kurus yang mana tubuh nya bergantung pada alat bantu pernapasan dan Infus.
Arya yang melihat itu, dia pun menjadi prihatin dan iba.
"Adira!" seru Arya yang sontak berlari ke arah kasur dan meraih tangan nya.
Melihat Arya yang terkejut dengan tatapan sendu. Ye Zhang dan Haruka hanya bisa melihat nya.
Dan juga Jeremy dan ibu nya membiarkan Arya dekat dengan Adira dan meraih tangan.
Arya terus menatap sedih namun, tidak lama juga dia menenangkan diri.
__ADS_1
"Tidak boleh, tujuan ku kesini untuk memeriksa keadaan Adira bukan untuk bersedih," batin Arya yang membuat nya tenang kembali.
Setelah tenang, Arya pun memerintahkan Shion.
"Shion, aktifkan fitur Mata Diagnosa!"
Kling!
[Fitur Mata Diagnosa telah diaktifkan.]
Sesaat kemudian, pandangan Arya berubah menjadi X-Ray dan memeriksa seluruh tubuh Adira akan tetapi, dia tidak menemukan satu pun penyakit, Virus atau Bakteri dan itu terlihat murni seperti kondisi koma.
"Sungguh, aneh. Sebenarnya apa yang terjadi? Shion, apakah kamu tahu sesuatu?" batin Arya.
Kling!
[Jawab. Tuan, ada jika kondisi fisik tidak sakit maka ada kemungkinan tidak sadar diri pasien ini disebabkan oleh sistem mental yang tidak ada.]
"Dalam arti, Adira bisa disembuhkan hanya dengan pengembalian kesadaran," ucap Arya yang diakhiri dengan menghela nafas panjang.
Memahami itu, Arya pun memperkuat genggaman nya. "Adira, aku pasti akan menyelamatkan mu!"
Mendengar gumaman Arya membuat suasana yang sebelumnya sendu menjadi tersenyum lebar.
Jeremy pun juga sontak memegang bahu kanan Arya.
"Om juga yakin. Kita akan bersama-sama menyelamatkan Adira!"
Arya yang mendengar itu, dia menoleh kearah Jeremy dan memberikan jawaban anggukan kepala.
Kedua orangtua Ye Zhang sudah 5 tahun bercerai lalu, Ye Zhang ikut tinggal bersama ibunya di Pulau Sumeru sedangkan ayah nya masih menetap di Metropolis Jakarta.
Meski begitu, mereka masih tetap berkomunikasi.
Sedangkan, Bayu melakukan pekerjaan sebagai pengacara mengurusi beberapa dokumen yang sudah dipersiapkan nya.
Setelah semua itu, Arya dan lainnya pun kembali ke Pulau Sumeru dengan Black Ship nya.
Ditempat yang berbeda, Yua baru saja keluar dari permainan MAO nya yang mana dia menyimpan Avatar nya disalah satu penginapan yang ada disana.
Hal itu harus dia lakukan lantaran game MAO mengunakan sistem Safety.
Salah satu program untuk keamanan para pemainnya. Maka dari itu, sistem ini di tempatkan di penginapan atau rumah. Karena program inilah membuat para pemain MAO tidak bisa Log out sembarangan tempat, mereka diwajibkan untuk menginap dan logout disana. Jika ada yang melanggar ini, maka karakter pemain akan mati dan dihidupkan kembali di katedral. Di sanalah, para pemain juga bisa Log out.
Semua sistem ini berfungsi untuk menjaga karater pemain dari penjarahan, sleeping PK, dan terutama kesehatan para pemain agar tidak berakibat kerusakan otak dan penyakit jantung.
Setelah menekan menu log out, pandangan Yua berubah menjadi putih semua lalu terpecah menjadi hitam.
Yua pun membuka mata dan melihat atap apartementnya serta halaman beranda dari Nano Gear yang berubah ikon-ikon pendukung MAO.
“Ahh, akhirnya!” batin Yua yang menatap atap.
__ADS_1
Tidak lama, Yua melepaskan Nano Gearnya dan bangun dari kasurnya.
“Wuah …” gumam Yua yang meregangkan tangan dan badannya.
Seusai Yua meregangkan tubuhnya, dia melihat sinar matahari yang masuk kedalam kamarnya.
“Sudah pagi kah!” gumam Yua.
Lalu, dia membuka horden kamar dan cahaya mengkilau menyinari Yua hingga dia menutup cahaya dengan tangannya.
“Hei! Tunggu!”
“Ayo!”
Yua yang mendengar suara anak-anak maka dia pun melihat kebawah yang dimana terdapat dua anak yang sedang bermain.
“Imutnya,” batin Yua.
Tidak lama, Yua menguap karena mengantuk.
“Huaaa …”
Yua yang merasa semakin mengantuk maka dia pun merebahkan dirinya dan langsung tertidur pulas.
Ding! Dong! Ding! Dong!
Beberapa jam kemudian, Yua pun terbangun oleh suara bel pintu.
“Siapa sih?” gumam Yua. Lalu, dia pun beranjak dari kasurnya dan mengenakan jaket saja untuk membuka pintu.
Krekkk!
Lalu, Yua membuka pintu dan terlihat seorang pria berkulit hitam dan tidak lain itu Carl yang berkunjung ke apartementnya.
“Selamat Siang, Nona Yua!” sapa Carl.
“Iya, kenapa ya?” jawab dingin Yua.
“Maaf, Nona. Saya Carl, pengurus dari rumah susun ini dan nona belum mengisi data kependudukan anda!” ucap Carl seraya memberikan formulir kepada nya.
“Oh, iya. Tunggu sebentar!” ucap Yua seraya mengambil formulir.
Lalu, Yua mengambil pulpen dan mengisi formulir tersebut. Setelah itu, dia kembali kepada Carl dan memberikan formulir yang sudah diisikan nya.
"Ini!" seru Yua seraya memberikan formulir nya.
"Terimakasih, Nona. Semoga hari anda menyenangkan!" ucap Carl seraya menerima formulir.
Yua pun membalas nya dengan senyuman kecil dan Carl pun pergi meninggalkan Unit Yua.
Setelah itu, Yua kembali masuk dan menutup pintu serta mengunci nya.
__ADS_1
"Ahh! Ngantuk nya!" gumam malas Yua dan dia pun menjatuhkan diri atas kasur dan tidak lama dia pun tertidur.
...# System Of Romance #...