
...Romance 112. Kedatangan Polisi...
Beberapa saat kemudian, Arya pun tiba bersama dengan Elsa di rumah sakit tempat Santi dirawat yang mana setibanya disana, Tomo sontak menyambut Arya dengan beranjak dari kursinya dan membungkukkan badannya kearah Arya.
"Arya, anda sudah datang!" sapa Tomo dengan ekspresi sedih.
Melihat kesedihan dari Tomo, Arya pun menepuk bahu kanan Tomo.
"Tomo, aku turut berdukacita," ucap Arya.
Lalu, Elsa juga menyambung nya. "Aku juga turut berduka."
Mendengar itu, Tomo pun menangis kembali dengan menundukkan kepalanya.
Arya dan Elsa pun saling bertukar senyum kecil.
Sesaat itu juga, Tomo menangkan diri serta mengusap air mata nya.
"Terimakasih, Arya. Kak Elsa!" ucap Tomo.
"Kamu sudah makan?" tanya Arya.
Tomo menjawab nya hanya menggelengkan kepalanya.
"Kalau begitu, ayo kita makan bersama!" seru Arya.
"Baik," jawab pelan Tomo.
Setelah itu, Arya, Elsa dan Tomo pergi ke restoran yang tidak jauh dari rumah sakit dan disana, Tomo menceritakan semua kronologi kejadian nya.
Dan, Arya serta Elsa yang mendengar nya. Mereka pun memahami nya.
"Jadi, begitu. Tomo, kamu tenang saja. Aku pasti akan bantu kamu menangkap pelaku tabrak lari itu," jawab yakin Arya.
__ADS_1
Tomo pun membungkukkan badannya. "Mohon bantuannya, Arya!"
"Iya, serahkan kepada ku! Aku berjanji akan menyembuhkan Santi dengan Akupuntur Alkimia," jawab Arya.
"Terimakasih sebelumnya, Arya," jawab Tomo.
Setelah berbincang-bincang dan makan bersama, Tomo beserta Arya dan Elsa kembali lagi ke ruang rawat yang dimana ada ada dua pria yang mengenakan jaket kulit dan terdapat pin emblem kepolisian New Indonesian.
Saat melihat kedatangan Tomo beserta lainnya. Kedua polisi itu menghampiri mereka.
"Selamat malam, apakah anda sekalian keluarga dari korban kecelakaan almarhum Jeremy Hermansyah dan Santi Hermansyah?" tanya salah satu polisi.
"Iya, saya Tomo Hermansyah. Putra dari almarhum Jeremy dan kakak dari Santi," jawab Tomo.
"Kami juga sanak saudara nya," ucap bohong Arya agar tidak memperumit masalah.
Elsa juga hanya memberikan senyuman kecil dan anggukan kepala.
"Jika begitu, silahkan ikut dengan kami ke kantor polisi untuk meminta keterangan!" seru polisi.
Sesudah itu, Tomo ditemani Arya dan Elsa pergi ke kantor polisi dan Tomo mengatakan semua kronologi yang terjadi.
"... Mobil yang kuingat, mobil Xpander ber plat nomor EA 4444 SD dan memiliki stiker hologram Bima Sakti Society di kaca belakang."
Polisi yang ada dihadapan Tomo pun saling melihat dan salah satu nya ada yang mengelengkan kepalanya.
"Maaf, dek Tomo. Seperti kamu telah salah melihat," ucap polisi.
"Apa?" kaget Tomo karena diri nya yakin dengan ingatan nya.
"Dari laporan yang kami terima. Pelaku yang menabrak kedua adiknya sudah menyerahkan dirinya dan hasil otopsi. Pengemudi mabuk jadi kami dan kejaksaan akan memberikan hukuman kepada pelaku 10 tahun penjara juga.l," Polisi yang ada hadapan Juan memberikan sebuah amplop tebal. "Pelaku juga memberikan biaya kompensasi."
Tomo masih terdiam dan menerima amplop itu dan saat dilihat nya terdapat tumpukan uang merah. Hal ini tentu membuat Juan curiga dan dia pun menoleh kearah Arya yang mana dia memberikan kode anggukan kepala.
__ADS_1
Lalu, Arya pun menyambung pembicaraan,
"Boleh aku bertanya apakah pekerjaan dari si pelaku?" tanya Arya.
"Dia supir truk," jawab Polisi.
"Baiklah, bolehkah aku melihat mobil pelaku?" kecurigaan Tomo dan Arya semakin bertambah. Meski, Tomo sedikit kesal namun dia masih mencoba untuk tenang.
"Maaf kami tidak bisa menunjukkan dikarenakan itu bukti dari pelaku kejahatan," ucap polisi.
Lagi-lagi Tomo ingin marah namun, Arya memegang bahu Tomo dan memberikan kode dengan menggelengkan kepalanya.
"Lalu, apakah aku bisa bertemu dengan pelaku?" tanya Arya.
"Hal itu juga tidak diperbolehkan," jawab polisi.
"Begitu. Yasudah, terimakasih telah mengusut kasus ini," ucap Tomo.
Sesaat kemudian, Polisi memberikan sebuah kertas kepada Tomo.
"Dek Tomo, silahkan tanda tangan disini!" seru polisi.
"Baik." jawab Tomo dengan berat hati, dia pun tanda tangan pernyataan itu yang bertuliskan bahwa kasus telah selesai.
"Dengan ini kasus selesai, terimakasih atas kerjasama!" seru polisi yang berdiri lalu, memberikan tangannya.
Tomo pun juga berdiri dan menerima tangan polisi tersebut. "Terimakasih."
Sesudah itu, Tomo, Arya dan Elsa pun keluar dari kantor dengan perasaannya yang ganjil. mereka pun menghentikan langkah lalu, menoleh kearah kantor polisi.
"Ini terlalu dibuat-buat. Sepertinya, kita harus mencari tahu sendiri!" seru Arya.
"Iya, aku setuju," sambung Elsa.
__ADS_1
Tomo hanya diam dan mengepalkan tangan nya dengan kuat.
...# System Of Romance # ...