
...Romance 138. Petapa Agung, Vincent - Part 1...
Saat ini Arya bersama Elsa sedang memandangi langit malam yang berbeda yang mana seakan-akan mereka berada di dunia yang berbeda.
Tak lama kemudian, Arya melihat ada asap dari kejauhan yang membuat perhatian nya teralih pada asap tersebut.
"Elsa, lihat lah!" seru Arya seraya menunjuk jarinya kearah asap.
Mendengar ucapan Arya, Elsa pun menoleh kearah yang ditunjuk oleh Arya dan dia menyadari sesuatu.
"Ah, Iya. Seperti nya ada yang tinggal disana atau sedang berkemah?" ucap analisa Elsa yang memiringkan sedikit kepalanya.
Arya pun menoleh kearah Elsa, "Apapun itu lebih baik kita periksa saja dahulu!"
Elsa juga menoleh kearah Arya dan memberikan jawaban dengan anggukan kepala.
Lalu, Arya pun memegang tangan Elsa dan mereka pun jalan bersama menuju sumber asap.
Meski menelusuri hutan, Arya dan Elsa pun beruntung tidak ada sesuatu yang menghalangi mereka sampai pada rumah kayu yang berada di tengah hutan tersebut.
Tidak hanya asap yang keluar dari cerobong namun, lampu juga masih menyala.
Arya dan Elsa yang melihat itu, mereka pun saling bertukar pandang.
"Arya, apa kita haru mengunjungi nya?"
"Sebenarnya, aku penasaran tapi tidak sopan jika berkunjung ditengah malam seperti ini," jawab Arya.
"Iya juga, Ya sudah besok kita berkunjung saja lagi ke sini," ucap Elsa.
Arya pun mengangguk kepalanya sebagai jawaban nya.
Lalu, Arya serta Elsa pun berbalik badan dan melangkah kembali ke Goa sebelum nya akan tetapi tiba-tiba ada seseorang yang memanggil mereka.
__ADS_1
"Hei, sepasang pemuda. Kenapa kalian tidak masuk dahulu? Sudah malam!"
Mendengar seruan itu, Arya dan Elsa pun saling bertukar pandang. Setelah itu, berbalik badan menghadap rumah itu kembali.
"Maaf, kami tela-"
Sesaat Arya menjawab seruan itu, dia pun terkejut dan menghentikan ucapannya lantaran melihat sang Kakek pengemis yang memberikan cincin System Of Romance. "Kakek?!"
Arya yang begitu senang, dia pun berlari ke arah pria paruh baya itu. Disisi lain, Elsa yang tidak mengerti apa-apa. Dia pun ikut berlari menyusul Arya.
"Kakek, aku tidak tahu bahwa kakek tinggal disini dan sungguh senang rasa kita bisa berjumpa lagi, kek!" ucap senang Arya.
Sang kakek pun tertawa senang juga, "Hahaha ... Kakek juga senang bertemu dengan kamu lagi. Apa kabarmu?"
"Baik, kek," jawab Arya seraya tertawa kecil begitu juga sang kakek.
Elsa pun hanya bisa tertawa paksa lalu, dia menarik pelan baju Arya. "Arya, siapa dia?"
Mendengar pertanyaan itu, Arya dan sang Kakek menghentikan tawa nya.
"Nona cantik, aku Vincent. Dahulu aku tetangga nya Arya dan suka membantu ku," saat berkata itu, Kakek Vincent memberikan kedipan mata satu.
Dan, Arya yang melihat nya. Dia pun mengangguk kepalanya.
"Iya, Elsa. Sebenarnya, aku yang sering dibantu oleh kakek."
"Baiklah, aku mengerti. Salam kenal, Kakek Vincent! Aku Elsa!" ucap perkenalan Elsa dengan menundukkan kepalanya.
"Hohoho ... gadis yang sopan. Apakah kamu pacar nya, Arya?"
Sesaat kemudian, Elsa sontak tersipu malu dan menjawab nya pelan. "Iya, Kek!"
"Hahaha ... Arya, kamu beruntung memiliki pacar yang cantik seperti nona Elsa ini," ucap Kakek Vincent.
__ADS_1
Elsa sontak mengembalikan posisi kepala nya dan menepuk pelan kakek Vincent, "Kakek bisa saja."
Setelah itu, Kakek Vincent mempersilahkan Arya dan Elsa untuk masuk kedalam rumah nya.
Setibanya didalam, Arya dan Elsa disungguhi dengan perabotan serba kayu jati meski begitu sangat bersih dan wangi dan mereka pun diarahkan ke ruang tamu yang mana ruang tamu itu bukanlah sofa melainkan kursi rotan dengan bantalan dibawahnya.
Melihat desain interior rumah Kakek Vincent membuat Elsa terkagum. "Kakek, rumah anda sangat bagus. Aku suka."
"Terimakasih," jawab Kakek Vincent dengan senyuman kecil. Lalu, dia beralih topik. "Kalian ingin minum apa?"
"Tidak usah. Kami tidak ingin merepotkan," jawab Arya.
"Iya, kek. Kami hanya singgah saja dan tidak ingin merepotkan," sambung Elsa.
"Kalau begitu, bagaimana dengan kue dan teh?!"
Sesaat mengucapkan itu, Kakek Vincent menjentikkan jarinya yang mana sesaat kemudian muncul sepiring kue kecil beserta dua cangkir yang berisikan teh hangat.
"Arya, Elsa. Silahkan dimakan kue nya!" seru Kakek Vincent.
Arya dan Elsa yang melihat itu, mereka pun sontak terkejut dan saling bertukar pandang heran.
"Tidak usah takut. Aku hanya seorang Petapa Agung bukan penjahat," sambung ucap kakek Vincent dengan senyuman lebar.
"Petapa Agung?" tanya Arya.
"Iya, penyihir dan bukan penyihir tipu daya seperti di dunia kalian. Aku Penyihir sungguhan dari dunia lain yang bertugas untuk menjaga gerbang dimensi antara bumi dan dunia lain juga cincin yang kamu kenakan itu, Arya. itu Artefak dari dunia lain."
Mendengar itu, Elsa sontak menoleh kearah Arya dan melihat cincin nya. "Apa maksudnya, Arya?"
Saat ditanya seperti itu, Arya pun hanya terdiam.
Bersambung ...
__ADS_1
...# System Of Romance #...