System Of Romance

System Of Romance
Sumeru VIP | Romance 149


__ADS_3

...Romance 149. Formula NF9...


Sebulan pun berlalu sejak Lisa bersekolah kembali di SMA negeri satu Sumeru dan pengumuman hasil ujian selama sebulan pun ditampilkan yang mana Arya Juana menempati peringkat pertama lagi.


Sedangkan, Lisa menduduki peringkat kedua dengan hasil ujian yang sempurna namun perbedaan di nilai olahraga yang berbeda satu poin saja.


Hasil itu tentu membuat Lisa tersenyum sendiri, "Ehh ... aku tidak menyangka akan ada seseorang yang bisa mengalahkan ku." Lisa pun mengingat kejadian sewaktu dirinya bertemu di lorong sekolah dan berkenalan dengan Arya. "Arya Juana kah seperti nya dia pria yang menarik."


"Iya, dia sosok pria tampan yang selalu mendapatkan peringkat pertama dari kelas satu," jawab Siska yang saat itu sedang berada disamping Lisa.


"Oh, begitu kah. Aku jadi penasaran dengan nya," jawab Lisa yang tersenyum lebar.


"Ciee, sepertinya ada yang jatuh cinta nih," ledek Siska.


"Tidak, aku hanya senang bertemu dengan saingan yang membuatku bersemangat."


Siska menyengol dikit Lisa, "Alah, alasan saja."


"Yee, apa sih." jawab Lisa.


Lisa dan Siska pun saling bertukar senyum.


Di ruangan lain, Arya sedang berada di perpustakaan dengan berbagai buku-buku penjelasan tentang rumus Atom beserta catatan yang ditulisnya.


Arya melakukan itu lantaran beberapa hari yang lalu Jin Woo dan Kakaknya Jin Tae Ri mendatangi Arya. Lalu, meminta bantuan nya untuk menyelesaikan formula NF9 atau semua formula kimia yang digunakan untuk sumber daya listrik yang baru.


Meski memiliki fungsi yang luar biasa namun, memiliki efek samping yang tinggi juga yaitu Radiasi Atom yang membuat seseorang menderita leukimia atau limfoma.


Dan, Arya yang sudah menguasai ilmu serta teknik kimia. Dia pun bersedia membantu nya.


Maka dari itu, Arya pun hanya dengan sebilah kertas mampu menuliskan rumus-rumus kimiawi dan mencari komposisi yang tepat. Disaat menemukan rumusan formula untuk pertama kalinya Sistem memberikan sebuah fitur baru lainnya.


Kling!


[Master, Anda telah membuka fitur Virtual Science.]


Melihat fitur baru itu, Arya pun menghentikan penulisan dan mencoba fitur baru.


Virtual Science merupakan sebuah menu yang mampu membuat percobaan laboratorium dan melihat hasil percobaan yang dilakukan pengguna.


Melihat itu, Arya pun tersenyum lebar yang mana memang itu yang sangat dibutuhkan Arya saat ini.


Tanpa membuang waktu lagi, Arya pun menerapkan rumusan bahan kimia kedalam Virtual Science yang berupa layar udara. Tidak hanya bahan melainkan peralatan laboratorium sudah lengkap di fitur Virtual Science.


Setelah diterapkan rumusan nya hasilnya pun masih 80 persen. Meski memiliki angka tinggi namun Arya belumlah puas.


"Aku harus bisa membuat rumusan lebih tinggi," gumam Arya.


Arya pun meremas kertas rumusan dan menulis ulang kembali.


Ditengah Arya menulis rumusan, Lisa datang dengan membawa buku-buku yang dikembalikan nya. Disaat itu, Lisa melihat Arya yang sedang serius menulis dengan tumpukan buku dan beberapa kertas.


Lisa pun menjadi penasaran akan hal yang ditulis nya maka, dia pun menghampiri Arya. Sedangkan Arya sedang serius menulis rumusan kimia sampai-sampai Arya tidak menyadari bahwa Lisa sedang berdiri disamping Arya sedang melihat apa yang ditulis olehnya.


"Eh ... rumusan kimia kah. Menarik! Ini bukankah gabungan kimia untuk obat sakit kepala."

__ADS_1


Arya yang mendengar suara Lisa, dia pun menghentikan tulisan rumusan nya dan menoleh kesamping yang dimana Arya terkejut melihat Lisa yang sedang memperhatikan tulisan Arya.


Lisa pun menoleh kearah Arya dan tersenyum kepadanya.


"Ehh ... kamu Lisa, bukan?"


"Wuahh, kejam nya kamu telah melupakan ku. Aku Lisa. Waktu kita bertemu di lorong selain itu." Lisa menujukan jarinya kepada Arya, "Kamu telah merebut peringkat ku!"


"Hah, begitu kah. Maaf," ucap santai Arya dan melanjutkan perumusannya.


"Ge, kamu mengabaikan ku," gumam kesal Lisa.


Arya tidak mempedulikan Lisa dan kembali fokus dalam perumusan nya.


Hal itu membuat Lisa menghela nafas panjang.


Melihat keseriusan Arya kepada rumusan kimia. Lisa pun menjadi ikut tertarik dengan apa yang ditulisnya.


"Berapa persen hitungan keberhasilan racikan yang kamu rumuskan?" tanya Lisa.


"Sudah 75 persen dan 25 persen efek samping nya."


Mendengar itu, Lisa terkejut. "Wait. 75 persen!" Lalu, Lisa melihat secara rinci yang mana dia juga menyadari bahwa yang dirumuskan oleh Arya adalah formula atom NF9. "Bukankah ini formula NF9! Tunggu! Setahu ku di dunia Farmasi hanya memiliki keberhasilan 55 persen dengan 45 persen efek samping?!"


"Seperti itulah. Maka dari itu, aku mencoba bantu untuk mengurangi efek samping nya," jawab santai Arya.


"Kenapa kamu mau-maunya berpikir keras untuk menyelesaikan hal yang kurang penting seperti itu?" tanya Lisa.


"Sederhana nya, aku hanya ingin membantu seseorang apalagi ini untuk kepentingan bersama," jawab santai Arya dengan senyuman lebar.


"Jika, kamu tidak keberatan."


Lisa pun tersenyum lebar, "Terimakasih."


Arya pun juga menjawab nya dengan tersenyum. "Sama-sama."


Lisa pun sontak duduk dan ikut menganalisa rumusan kimia tersebut.


Beberapa saat kemudian, Lisa menemukan sebuah ide, "Arya?!"


Arya pun menoleh kearah Lisa, "Ada apa?"


"Coba berikan zat ini lebih lembut!" jawab Lisa yang dengan maksud mengurangi jumlah pH.


"Lebih lembut?" tanya bingung Arya.


"Hampir semua zat ini kasar. Tujuan rumus molekul ini bukankah untuk menghindari radiasi jadi kenapa tidak turunkan nilai menjadi lebih lembut?!" penjelasan Lisa.


"Aku akan mencoba nya."


Arya pun meremas kembali kertas dan menulis ulang rumusan kimia yang baru.


Lisa yang berada di samping Arya menjadi salah fokus. Dia malah melihat kerja Arya dengan tersenyum bahkan dia melihat Arya yang sedang mengunakan Virtual Science. Meski, Lisa tidak bisa melihat layar udara namun Lisa melihatnya, Arya sedang bermain dengan khayalan nya.


Berkat pendapat dari Lisa, rumusan kimia Arya pun mencapai 90 persen dengan efek samping 10 persen yang membuat dirinya tersenyum lebar.

__ADS_1


"Syukurlah, aku mendapatkan persentase 90 persen," ucap senang Arya yang membuat Lisa terkejut senang. Lalu, Arya melihat kearah Lisa dan sontak memeluknya, "Terimakasih, Lisa."


Lisa pun terbujur kaku dengan wajah yang memerah dan Arya tidak lama tersadar dan melepaskan pelukannya, "Maaf, Lisa. Aku telah tidak sopan."


"Arya, aku juga senang," ucap Lisa seraya senyuman diwajahnya.


"Baiklah, kalau begitu. Aku akan mencobanya."


Seusai mengatakan itu Arya pun beranjak dari kursi dan pergi meninggalkan Lisa.


Lisa pun terpikir sesuatu dan dia juga beranjak dari kursi lalu, memanggil Arya yang sudah melangkah terlebih dahulu.


"Arya, tunggu!"


Langkah Arya pun terhenti dan menoleh kebelakang.


"Ada apa, Lis? tanya Arya.


Lisa pun berjalan menghampiri Arya, "Aku tahu tempat yang cocok untuk menguji coba rumusan kimia mu dan Tunggu! Kamu manggil aku Lis ... Yang berarti, kamu mengingat ku?" ucap senang Lisa.


"Aku tidak pernah lupa dengan apa yang kulihat. Jadi, dimana tempat nya?"


"Tidak perlu, aku akan memberikan nya kepada seseorang," jawab santai Arya.


"Begitu kah, kalau begitu. Izin aku ikut dengan mu!" pinta Lisa.


Arya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Kalau begitu, sepulang sekolah. Kita akan menemuinya."


Lisa pun juga tersenyum dan menganggukkan kepalanya. "Iya, aku mengerti!"


Dan, sepulang sekolah. Arya dan Lisa pergi menemui Jin Woo yang mana saat dia memeriksa rumusan kimia buatan Arya dan membuat tersenyum senang.


"Arya, ini benar-benar rumusan yang kamu olah sendiri. Kamu tahu, kamu bisa merubah sejarah dunia kedokteran. Luar biasa!"


"Aku tidak sendiri," Arya melihat kearah Lisa. "Lisa juga ikut membantu!"


Lisa dan Arya pun saling bertukar senyum.


"Kalian memang murid jenius. Baiklah, Saya akan mengujinya terlebih dahulu setelah itu kita lihat hasilnya," ucap Jin Woo.


"Baik, Pak. Terimakasih," ucap Arya seraya senyuman.


Sesaat kemudian, Arya dan Lisa pergi meninggalkan ruangan bersama.


"Sekali lagi, Terimakasih, Lin."


"Tidak cukup berterimakasih. Bagaimana kalau kamu mentraktir ku makan?" ucap Lisa.


"Baiklah, aku akan mentraktir mu."


"Yeee ..." jawab senang Lisa.


Arya pun tertawa kecil melihat sikap Lisa.


...# System Of Romance #...

__ADS_1


__ADS_2