System Of Romance

System Of Romance
Sumeru VIP | Romance 126


__ADS_3

...Romance 126. Rumah berhantu....


Rumah tua yang cukup luas untuk tinggal seorang diri. Meski begitu, Kelvin bersyukur karena pak Makmur seorang yang baik bahkan dia melepaskan uang sewa rumah ini.


Mendapatkan tempat tinggal gratis, kenapa harus menolaknya? Itulah yang dipikirkan Kelvin.


Setelah Pak Makmur meninggalkan rumah, Kelvin pun langsung bergegas membersihkan rumah dan secara kebetulan, peralatan tukang di rumah ini masih layak pakai seperti parit, cangkul, alat pel, sapu dan lain-lain. Lalu, dia pun sontak mengerjakan pembersihan rumah dan halaman.


Hal itu biasa Kelvin lakukan di Panti.


Selain itu, aku sudah lama tidur di kereta dan sudah makan jadi tidak masalah untuk nya langsung bekerja. Pertama yang dia lakukan melepaskan semua kain putih, menyapu serta membersihkan sarang laba-laba setelah itu, Kelvin mengepel lantai.


Seusai membersihkan dalam rumah, Kelvin melanjutkan dengan membersihkan rumput dan ilalang. Ditengah mengerjakan itu, ada beberapa warga yang lewat yang bertegur sama dengan ramah.


Hingga tidak terasa langit sudah menjadi jingga dan Kelvin pun sudah selesai membersihkan rumah nya.


"Ah, akhirnya selesai juga!" gumam Kelvin dengan mengusap keringat nya di dahinya seraya menatap langit.


Beberapa saat kemudian, pak Makmur datang dengan membawa rantang makanan dan langkah nya terhenti melihat rumah yang sebelumnya kumuh kini menjadi sedikit bersih.


"Kerja bagus, Kelvin! Kamu memang anak yang rajin," puji Pak Makmur.


Mendengar itu, Kelvin pun menghentikan aktifitas nya dan menghampiri Pak Makmur.


"Anda terlalu memuji. Saya sudah terbiasa, pak di panti," jawab Kelvin.


“Yasudah istirahat saja dahulu. Bapak bawa makanan dan minum untuk mu!" seru Pak Makmur.


“Iya, terima kasih, Pak!” jawab Kelvin seraya menghampiri pak Makmur.


Setelah itu, Kelvin dan Pak Makmur masuk kedalam rumah Kelvin yang mana pak Makmur melihat sekeliling rumah dan tersenyum lebar.


“Kamu memang anak yang rajin, Nak Kelvin!" puji pak Makmur.


Kelvin yang mendengar itu, dia menjawab hanya dengan senyuman.


“Nak Saga, Bapak sudah memberitahu beberapa tetangga disini. Jadi, kalau ada apa-apa kamu bisa meminta bantuan juga ada warung didekat sini!” seru Pak Makmur.


“Baik, Pak.”


Tidak lama kemudian, seorang wanita cantik berambut panjang coklat berdiri ditempat pintu masuk dengan tangan yang dilipatkan nya, dia Dian.


“Ayah, ada Arya di rumah ingin bertemu ayah!" ucap Dian.


Kelvin dan Pak Makmur yang mendengar suara itu menoleh kearah pintu masuk dan Kelvin serta Dian saling menatap heran lantaran mereka yang belum saling mengenal.


Memahami itu, Pak Makmur memperkenalkan mereka.


“Nak Kelvin, Perkenalkan dia Putri ku, Dian! … Ayo, Dian! Kamu yang sopan berkenalan!" seru Pak Makmur.

__ADS_1


Dengan tatapan yang dingin, Dian menghampiri Kelvin dan memberikan tangan nya. "Iya, Ya. Saya Dian! Salam kenal!"


“Saya Kelvin, salam kenal juga!” jawab Kelvin yang menerima tangan Dian.


Dian pun langsung melepaskan tangannya dari Kelvin dan menyuruh ayahnya untuk pergi.


“Ayo, Ayah! Kasihan Arya sudah nunggu lama!” seru Dian.


“Maaf ya, Nak Saga. Bapak pergi dahulu!”


“Iya, Pak!”


“Bye!" ucap Dian dengan senyuman paksa lalu, dia berbalik badan dan pergi ke luar rumah Kelvin.


“Iya," jawab datar Kelvin.


Sesaat kemudian, Dian dan Pak Makmur pun pergi meninggalkan rumah Kelvin.


Lalu, Kelvin pun kembali sendirian dan perut juga sudah berbunyi maka dari itu, dia memutuskan untuk menyantap makanan yang dibawa oleh Pak Makmur.


Malam pun tiba yang dimana banyak nyamuk berkeliaran dan mengigit seluruh badannya.


Karena hal itu, Kelvin memeriksa gudang penyimpanan dan lemari namun tidak ada satupun obat nyamuk disana.


Maka dari itu, Kelvin memutuskan untuk membelinya di warung.


“Permisi, beli!” sapa Kelvin.


“Saya ingin membeli sekotak obat nyamuk bakar!”


“Tunggu, sebentar!” ucap Ibu warung sambil mengambil sekotak obat nyamuk bakar.


Sesudah itu, Ibu warung melihat Kelvin dan sedikit terkejut.


“Kamu anak muda yang baru pindahan itu ya?” tanya Ibu Warung.


“Iya, Bu.”


“Ibu hanya memperingatkan! Rumah itu angker suka ada suara aneh kalau malam,” ucap pelan Ibu warung yang sepertinya dia memang sedikit takut dengan rumah Kelvin saat ini.


“Iya, Bu. Saya mengerti.”


Sesudah membayar obat nyamuk, Kelvin pun kembali pulang dan melakukan aktifitas seperti biasa. Tidak lupa juga dia mengabari Ibu Rosa tentang Pak Makmur dan tempat tinggal nya.


Setelah nya, Kelvin pun beristirahat.


Ditengah tidurnya terdengar suara orang yang seperti mengebuk-gebuk tembok.


Buk! Buk! Buk!

__ADS_1


Suara itu membuat Kelvin terbangun dan dia yang penasaran dengan suara itu maka, Kelvin menghampiri sumber suara itu dan berakhir di gudang penyimpanan yang dimana suara semakin keras.


Kelvin pun terus memeriksa ruangan itu dan tidak ada satu pun barang yang menjadi sumber suara sampai dia sadar bahwa suara itu berasal dari lantai.


Meski sudah mengetahui itu, Kelvin tidak tahu bagaimana cara membukanya? Maka dari itu, dia mengambil lingis dan membongkar lantai gudang penyimpanan yang dimana setelah lantai terbongkar sebuah pintu besi yang berbentuk seperti berangkas dengan tuas memutar.


Selain itu, ada alat pendeteksi sidik jari. Kelvin pun berusaha menarik tuas namun tidak membuahkan hasil.


Mungkin satu-satunya cara harus mengunakan sidik jari.


"Tidak ada salahnya mencoba," batin Kelvin.


Lalu, Kelvin menempelkan ibu jari tangan kanan nya kedalam alat deteksi dan tiba-tiba sebuah laser hijau memeriksa jari Kelvin dan tidak lama, ada suara wanita yang memberitahu.


“Akses. Diterima!”


Sesaat suara itu muncul, tuas bulat itu pun bergerak dengan sendirinya dan pintu besi berbentuk kotak juga terbuka.


“Ini pertanda keberuntung atau kesialan!” gumam Kelvin


Seusai mengatakan itu, Kelvin pun juga terpikir ada kemungkinan pemilik sebelumnya menaruh harta disini. Maka tanpa pikir panjang lagi, dia masuk kedalam dan menuruni tangga yang menempel di dinding.


Setibanya dibawah, Kelvin hanya melihat ruangan kecil yang tidak berisikan apapun hanya ada pintu lagi. Lampu diruangan itu pun hanya mengunakan lampu sorong.


Kelvin yang berpikir sudah terlanjur ingin tahu ruangan rahasia ini maka, dia pun membuka pintu.


Namun sebelum terbuka ada sebuah laser hijau lagi-lagi muncul dan kali ini memeriksa kornea Kelvin.


“Akses. Diterima!”


Kreng!


Pintu pun terbuka sendiri.


Kelvin yang melihat itu, dia masuk kedalamnya yang dimana tidak ada ruangan dibalik pintu sangat gelap. Namun, saat pintu tertutup tiba-tiba sebuah cahaya terang menyinariku sampai-sampai sulit untuk melihat.


“Cahaya apa ini?”


Meski cahaya itu sangat menyilaukan tapi itu tidak lama dan cahaya itu berlahan memudar.


Menyadari itu, Kelvin pun membuka matanya dan terkejut saat melihat dirinya sedang berada di sebuah ruangan serba putih baik dinding atau pun lantai yang sangat luas.


“Dimana aku?”


“Selamat datang datang di Dungeon Sumeru!Kami telah menunggu ada,” suara wanita yang sebelumnya ada di pintu kini bergema di seluruh ruangan.


“Aa, apa-apa ini?”


Dan, Itulah saat pertama kali menemukan sebuah ruangan misterius didalam rumah nya.

__ADS_1


...# System Of Romance #...


__ADS_2