
...Romance 33. Proyek Eden....
Dihari Minggu yang cerah, Arya di kejutkan oleh Adira yang datang bersama beberapa pengawal nya serta mengatakan sesuatu yang tidak menyenangkan.
"Adira? Kamu datang. Aku pikir kamu tidak jadi datang karena ada urusan."
"Iya, memang aku ada urusan yaitu membawa mu ke Metropolis Jakarta juga membeli pulau ini untuk riset teknologi terbaru ayah ku," jawab Adira dengan senyuman bangga.
Mendengar itu, Arya dan lainnya pun terkejut.
"Apa? Kamu membeli pulau ini?!" kaget Arya.
Elsa dan Bayu pun turut terkejut serta saling bertukar pandang.
Adira pun menghela nafas melihat respon kaget dari Arya. "Arya, untuk keterangan lebih lanjut. Tanyakan saja kepada pak Lurah Thomas dan untuk sementara aku tinggal di penginapan kota Kupang, pulau Timur karena ada banyak hal yang ingin ku bicarakan."
Arya yang masih dalam kondisi terkejut, dia masih terdiam.
Lalu, Adira serta mengawalnya melanjutkan langkahnya. "Sampai jumpa lagi, Arya!" pamit Adira dengan senyuman kecil. Setelah itu, Adira dan lainnya pun pergi meninggalkan Arya juga lain nya.
Melihat Adira yang sudah pergi, Elsa dan Bayu sontak bergegas ke Pak Thomas. Lalu, Arya juga ikut menyusul.
Setibanya didalam, Arya, Elsa dan Bayu pun berdiskusi dengan Pak Thomas.
__ADS_1
"Pak Thomas, sebenarnya apa yang terjadi?" tanya Bayu.
Thomas menundukkan kepalanya, "Saya minta maaf. Saya hanya lurah, tidak bisa menentang keputusan mereka untuk membeli pulau ini."
"Pak Thomas, anda tidak sendiri. Kami akan membantu. Tolong cerita kan! Kenapa perusahaan Eden bisa membeli pulau ini?" tanya Arya.
Mendengar itu, Thomas pun mengangkat kepalanya. "Baiklah, saya akan ceritakan."
Lalu, Thomas pun mulai bercerita yang mana gubernur NTT, Felix Han telah menyetujui pembelian pulau Sumeru kepada Perusahaan Eden demi membangun inovasi teknologi dan science Negara New Indonesia.
"Jika begitu, bagaimana nasib dari penduduk di desa Sumeru ini?" tanya Bayu.
"Dalam perjanjian, semua penduduk akan di alokasikan ke kota Kupang," jawab Thomas.
"Tidak akan ku biarkan. Ayah, pak Bayu dan penduduk lainnya tidak tahu keindahan panorama yang sebenarnya dari pulau Sumeru ini." Elsa beranjak diri. "Tapi, aku tahu dan melihat nya sendiri dengan mata ku sendiri panorama alam yang ada di balik gerbang keramat. Jadi, aku tidak akan membiarkan orang kaya itu merebut tanah lahir ku disini!" Lalu, Elsa menoleh kearah Arya. "Bukan kah begitu, Arya?!"
Mendengar perkataan dari putrinya, Thomas pun terkejut. "Panorama alam dibalik gerbang keramat. Apa maksudmu, Elsa?" Seusai itu, Thomas juga melihat Arya. "Arya?"
Arya pun tersenyum kecil dan mengangguk kepalanya. "Maaf, pak Thomas. Aku tidak memberitahu sebelum nya. Sebenarnya, Aku bisa membuka pintu gerbang keramat."
Mendengar itu, Thomas sontak menyandarkan badan nya di sofa serta menghela nafas panjang. "Benar juga kamu cucu nya Kakek Raya." Lalu, Thomas menutup mata dan tidak lama membuka nya kembali. "Baiklah, Arya. Saya sebagai pemimpin desa ini akan berusaha keras untuk bantu mempertahankan desa ini."
"Saya bantu semaksimal mungkin untuk menghentikan proyek Perusahaan Eden," sambung Bayu.
__ADS_1
Lalu, Elsa duduk kembali dan menoleh kearah Arya. "Arya, apa pendapatmu?"
"Adira adalah teman kecil ku. Aku mengenalnya sejak kami duduk di bangku sekolah dasar maka dari itu, aku akan mencoba negosiasi dengan nya," ucap Arya.
"Arya, izinkan aku menemani mu!" pinta Bayu.
"Ajak aku juga!" sambung Elsa.
"Terimakasih atensi nya namun, aku akan bernegosiasi sebagai teman dekat. Tolong percaya kan kepada ku!"
"Tapi ..."
Mendengar itu, Thomas tersenyum bangga. "Arya meski umur mu masih 16 tahun namun, pemikiran mu sudah dewasa. Elsa, Pak Bayu. Kita harus menghormati keputusan Arya."
"Terimakasih, pak Thomas," jawab Arya.
"Baiklah, aku mengerti," sambung Bayu.
"Arya, berhati-hatilah!" ucap Elsa.
Arya pun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Dan, pada hari itu juga Arya pergi ke kota Kupang untuk menemui Adira.
__ADS_1
...## System Of Romance ##...