
...Romance 109. Festival olahraga dan malam di pantai Cafe Sunrise....
Hari festival olahraga pun tiba, kelas Arya berbeda dengan setahun yang lalu yang dimana para murid kelas nya yang malas-malasan. Namun, tidak dengan saat ini.
Mereka begitu bersemangat dan meraih kemenangan dibeberapa bidang olahraga termasuk lomba basket yang Arya mainkan.
Saat pertandingan banyak sekali siswi yang mendukung Arya sampai-sampai suara mereka memenuhi lapangan indoor.
Lalu, saat pertandingan usai. Ye Zhang menepuk dari belakang dan meledek Arya.
“Artis memang berbeda.”
“Eh?!" jawab datar Arya.
Setelah itu, tibalah lomba berjalan kaki tiga dan Arya pun pergi ke lokasi pertandingan yang berada di lapangan indoor.
Setibanya Arya di lokasi lomba , Chizuru berlari kearah nya.
“Arya, kamu sudah siap?”
Arya menganggukan kepala, “Iya, aku siap.” Arya pun mengulurkan tangan kepada Chizuru, “Ayo kita berjuang!”
"Iya,” jawab Chizuru yang menerima tangan Arya dan mereka bersama pergi ke lokasi pertandingan dengan bergandengan tangan.
Lalu, Shion memberitahu informasi.
Kling!
[Anda mendapatkan 100 poin dari MOL.]
Arya pun hanya tersenyum dan melanjutkan langkahnya.
Tidak lama kemudian, pertandingan dimulai. Arya dan Chizuru pun bisa seirama dalam melangkah hingga mereka mendapatkan juara pertama.
Mendapat kan itu, Chizuru terlihat begitu senang begitu juga Arya.
Selanjutnya, pertandingan lari estafet dan yang mengisi lomba itu ialah Haruka. Arya bersama Chizuru menyaksikan pertandingan itu dari kejauhan yang mana Arya melihat Haruka yang sedang berlari cepat dengan membawa tongkat estafet kearah Lin Tian yang sedang menunggu kedatangannya.
Suara sorakan dukungan terdengar di lapangan itu termasuk dari kelas nya Arya karena Haruka yang begitu cepat berlari dan tidak lama, dia sampai kepada Lin Tian yang sedang menunggunya. Sedangkan, Lin Tian yang menerima tongkat langsung berlari dengan cepat juga.
Disisi lain, Arya melihat Haruka yang tiba-tiba memegang lututnya dengan meringis kesakitan.
__ADS_1
Arya yang menduga, Haruka mengalami cedera maka dari itu, Arya pun menghampirinya. Disisi lain, Lin Tian berlari dengan sangat cepat dan meraih juara pertama dalam lomba tersebut.
Saat Arya sudah berjarak dekat dengan Haruka, dia begitu gembiranya memberitahukan hasil pertandingannya, “Arya, Kita mendapat tempat pertama.”
Arya tidak mempedulikannya dan menatapnya dengan dingin, “Jangan bergerak dan tetap diam!”
Wajah gembira Haduma berubah menjadi bingung. Lalu, Arya pun memperpendek jarak dengan nya, “Apa yang akan kamu lakukan?”
Saat Arya bertanya itu, Chizuru menghampiri dan memperhatikan mereka.
Haruka pun bingung dengan pertanyaan Arya, “Arya, apa maksudnya?”
“Kamu ingin ke UKS atau Klinik ?”
Haruka pun masih tetap menyembunyikan cederanya, “Kenapa aku harus pergi ke Klinik ?”
Saat Haruka masih bersikukuh, Arya jongkok dan menarik sedikit celana Haruka dibagian kaki kanan. Lalu, terlihatlah pergelangan kakinya bengkak merah. Hal itu membuat Chizuru terkejut dan ikut jongkok, “Haruka, sejak kapan kamu terluka? Kenapa tidak mengatakan apapun?”
“Apa kamu ingin aku memeriksanya di UKS ataukah Aku harus bergegas membawamu ke Klinik ?”
Haruka pun membuat pilihan, “Ke UKS saja.”
Setelah Haruka menjawab itu, Arya membalikan badan dan memberikan punggung kepadanya. Haruka pun sempat menolaknya untuk Arya gendong punggung, “Aku bisa berjalan ke sana sendirian.”
Mendengar ucapan Arya itu, Haruka pun menaiki punggung dan Arya mengendongnya hingga ke ruangan UKS. Setibanya diruangan UKS, dia dirawat oleh perawat UKS, Ara.
“Arya, kamu memang orang yang perhatian terhadap wanita,” ucap Bu Ara sambil mengobati kaki Haruka.
“Iya, Arya memang pria yang seperti itu,” sambung ledek Haruka.
Bu Ara dan Haruka saling tersenyum dan tertawa kecil.
“Kalian bisa saja,” jawab canda Arya yang juga tersenyum kepada mereka.
Tidak lama kemudian, Chizuru, Lin Tian dan lainnya datang ke UKS
“Haruka, kamu tidak apa-apa?” tanya Lin Tian.
Haruka menganggukan kepalanya, "Iya, aku baik-baik saja.”
“Syukurlah, aku pikir kamu kenapa-kenapa?” ucap lega Chizuru.
__ADS_1
“Terima kasih, Chizuru,” ucap Haruka.
Mereka pun tertukar senyum dan tawa kecil.
Lalu, Haruka pun mengajak mereka ke tempat yang telah Arya janjikan.
“Nee … Besok, kalian ada acara?” tanya Haruka
“Tidak ada,” jawab Chizuru.
“Aku juga,” jawab Lin Tian.
“Memang ada apa?” tanya Chizuru.
“Aku ingin mengajak kalian bermain di cafe Sunrise dan ..." Haruka melihat kearah Arya. "Arya mengadakan pesta kembang api kecil-kecilan."
Ye Zhang sempat terkejut mendengarnya, “Ke Cafe Sunrise?” Ye Zhang pun melirik kearah Arya dan Arya pun memberikan anggukan kepala kepadanya.
Yang tidak menjawab pertanyaan Haruka ialah Chizuru dan Haruka pun bertanya kembali kepadanya, “Chizuru, kamu ikut kan?”
“Maaf, sepertinya aku tidak bisa karena ada bimbingan belajar,” jawab Chizuru.
“Oh, begitu,” respon Haruka.
Meski Chizuru menjawab seperti itu, dia menatap Arya seraya tersenyum.
Arya pun merasa itu hanyalah alasan tapi dia juga tidak tahu kenapa dirinya menolak?
Malam harinya, mereka pun pergi ke Cafe Sunrise. Pada saat itulah memang lagi musim panas yang dimana pantai ramai di huni para pengunjung.
Mereka pun tidak mempermasalahkan itu dengan riang gembira mereka bermain kembang api di sisi pantai seperti anak kecil yang baru mengenal laut. Suka cita yang mereka rasakan.
Beberapa saat kemudian, mereka yang sudah lelah. Tomo memberikan Arya dan lainnya makanan.
“Maaf menunggu lama,” ucap Tomo seraya menyajikan makanan.
“Wuah, kelihatannya enak!” ucap senang Haruka.
“Tentu saja enak. Itukan masakan kakak ku,” jawab bangga Santi, Adiknya Tomo yang membuat Arya dan lainnya tertawa kecil
Lalu, Kami pun makan bersama dan menikmati malam yang cerah.
__ADS_1
...# System Of Romance #...