
"Baiklah Tuan, tapi tunggu sebentar, ini adalah lencana jika Tuan ingin masuk ke dalam, karena tempat ini kami akan membuat pelindung di negeri di atas awan ini, dan ini juga untuk Nona, silakan kalian datang kapan saja, kami pasti akan sangat senang jika kalian datang," ucap kepala suku.
"Baiklah, kami pergi sekarang," ucap Feng Lias. Mereka berdua pun naik ke atas punggung naga emas dan kemudian meninggalkan negeri di atas awan itu.
Perjalanan yang cukup jauh membuat mereka terasa lapar.
Krucuk! Krucuk!
"Hm… suara apa itu?" tanya naga emas. Feng Lias langsung menjulurkan tangannya untuk menutup mulut naga emas. Kerena suara itu adalah dari perut Xier Shu.
"Hey! Apa yang kau lakukan!" teriak Naga emas.
"Diam! Itu suara dari perut Xier Shu, kau ingin dia merubah mu menjadi batu," bisik Feng Lias.
"Mari kita turun, sepertinya di depan ada sebuah keramaian, di pasti ada yang menjual makanan," ucap Feng Lias.
Xier Shu memegang tangan Feng Lias dan mereka melompat dari ketinggian. Sedangkan Naga emas masuk ke dalam cincin penyimpanan Milik Feng Lias.
Bruk!
__ADS_1
Mereka pun mendarat di tanah, terlihat ini seperti desa sekali Gus pasar.
"Itu ada yang jual daging asap, ayo makan di sana," ajak Xier Shu karena dari kejauhan ia mencium bau yang sangat enak dan mencari arah bau tersebut.
"Penciuman mu sangat baik," puji Feng Lias.
"Itu karena aku lapar," jawab Xier Shu berhenti di tempat penjual daging asap.
"Tuan, aku mau daging asapnya 5," pinta Xier Shu. Feng Lias langsung ternganga.
"Baik Nona," angguk penjual itu segera menyiapkan daging asapnya di dalam piring kayu.
"Kau tidak memakan semuanya kan?" tanya Feng Lias.
"Bukankah kau tinggal di sebuah kerajaan yang kaya raya? Kenapa kau terlihat seperti kelaparan?" tanya Feng Lias berdelik ngeri.
"Sudah aku bilang, aku kelaparan," jawab Xier Shu mengulanginya.
"Ternyata perempuan itu jika sedang lapar sangat mengerikan, Tapi tubuhnya tetap langsing meskipun ia makan banyak, apa dia makan obat pelangsing?" tanya Feng Lias dalam hati.
__ADS_1
"Ini Nona pesanan Anda, silakan di nikmati," ucap penjual itu ramah.
"Terima kasih," ucap Xier Shu, ia menerima piring tersebut lalu memakan daging asapnya.
"Ternyata makanan pinggir begini sangat enak," ucap Xier Shu.
"Aku sudah sering memakannya," jawab Feng Lias yang hanya kebagian satu piring.
"Eh kamu dengar nggak? katanya desa tetangga terkena wabah penyakit menular, aku takut jika desa kita juga akan tertular, aku harus bersiap-siap untuk mengemasi barang-barang ku untuk segera pindah dari tempat ini," ucap salah satu warga yang sedang duduk menikmati daging asapnya.
Feng Lias dan Xier Shu langsung berhenti makan dan melihat ke arah kedua pria yang sedang berbicara, pembicaraan mereka menarik perhatian mereka.
"Tapi bukanya desa itu dulunya juga terkena penyakit menular juga? Tapi tidak menular ke desa kita ini," jawab temannya.
Feng Lias dan Xier Shu kembali melanjutkan makanannya menguyah dengan pelan agar mereka bisa mendengar percakapan dari mereka.
"Tapi katanya ini penyakit sangat mematikan, karena mereka baru saja tertular dan langsung meninggal dunia," jawab pria itu.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih.