System Super Kultivasi 2

System Super Kultivasi 2
BAB 55


__ADS_3

Pembunuh bayaran yang satunya lagi bersiap-siap mengangkat pedangnya dan ingin menusuk pemilik kantin tersebut dan Feng Lias langsung memukul pundak pria itu dan pria itu pingsan. Feng Lias membawanya keluar bersama temannya yang sudah tak bernyawa itu.


Feng Lias mengikatnya di di sebuah pohon di dalam hutan yang tidak jauh dari tempat tersebut.


Feng Lias menyirami air ke wajah pria yang pingsan tersebut.


"Hey bangun," panggil Feng Lias.


Pria itu perlahan-lahan membuka matanya, namun kepalanya masih sangat pusing.


"Kamu… kamu siapa?" tanya pria itu menatap menatap Feng Lias dengan tatapan sayup.


"Kamu tidak perlu tau siapa aku, apa tujuanmu membunuhnya dan siapa kalian?" tanya Feng Lias.


"Aku tidak akan memberi tahu padamu, aku lebih baik mati dari pada harus memberi tahu identitas ku," ucap pembunuh itu.


"Yakin kau tidak mau memberi tahuku, aku bisa saja membuatmu mati pun tak bisa, menyiksa seumur hidup mu, jika kau mengatakan siapa kau dan tujuan mu baru aku akan membiarkan kau mati tanpa penyiksaan," ancam Feng Lias.


"Kau menyiksaku pun aku tidak akan mengatakannya, mulut ku akan tertutup rapat hingga aku mati, aku akan tetap menjaga rahasiaku dan tujuanku," ucap Pria itu.


"Kau sungguh tidak ingin mengatakannya? Baiklah jika begitu, aku akan benar-benar menyiksamu," ucap Feng Lias. Ia mengeluarkan api murni dari tangannya lalu membakar dari ujung kaki pria tersebut.

__ADS_1


"Api ini tidak akan membakar mu, tapi akan menyiksamu sampai aku sendiri yang akan menghentikan api tersebut, jadi rasakan saja sakitnya hingga ke ubun-ubun mu," ucap Feng Lias tersenyum sinis.


Benar saja, pria itu menjerit sangat keras karena kesakitan.


"Kamu… kamu…cepat…mati… matikan api… ini," ucap pria itu kepanasan.


"Berjanjilah jika kamu mengakuinya," ucap Feng Lias.


"Iya, aku mengakuinya," ucap pria itu.


Feng Lias pun memadamkan apinya dan pria itu kembali seperti semula.


"Ha-ha-ha aku tidak akan mengakuinya," ucap pria itu tertawa.


"Sialan! kau mempermainkan ku," ucap Feng Lias geram. Ia kembali membakar tubuh pria itu dengan api yang lebih besar lagi.


Kali ini lebih menyakitkan lagi. "Aaaaaaa…! tolong hentikanlah, ini sangat menyakitkan!" teriak pria itu tak tahan dengan panasnya api hingga ke dalam tulang.


"Kau anggap apa perkataan ku barusan? Kau pikir aku sedang main-main?" tanya Feng Lias berjongkok di sebelah pria itu.


"Bunuh saja aku! Aku tidak akan memberi tahu mu," ucap pria itu tegas.

__ADS_1


"Mulut mu tertutup sangat rapat ya, jika begitu aku akan menambahkan rasa panasnya," ucap Feng Lias.


"Aaaaa…aaaaaaa …" teriak pria itu, kali ini sakit sampai di ubun-ubun panasnya hingga aliran darahnya bukan hanya darah saja, namun sudah bercampur dengan api.


"Panas! panas!" teriak pria itu tak tahan.


"Katakan dengan jujur atau aku melakukan hal lebih dari ini," ucap Feng Lias.


"Aku… katakan, aku katakan," ucap pria itu dengan suara yang lemah.


Feng Lias mengurangi panasnya api tapi tidak menghilangkan apinya.


"Cepat katakan atau aku tidak berbaik hati lagi," desak Feng Lias.


"Aku… pembunuh bayaran dari pembunuh bayangan hitam, aku di suruh oleh seseorang yang bernama Choi Minho untuk membunuh Nona pemilik kantin ini karena ia tidak menerima cintanya," ucap pria itu dengan suara lemah


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2