
"Sepertinya tidak bisa di hancurkan begitu saja, pasti ada kelemahannya," ucap Feng Lias.
Manusia kayu itu kembali bergerak yang menyerang ke arah Feng Lias, ia menghindar dan tak sengaja ia memegang sesuatu manusia kayu itu roboh dan hancur.
"Eh… apa kelemahannya ya?" tanya Feng Lias bingung.
Feng Lias kembali menyerang manusia kayu itu namun setelah hancur mereka kembali lagi ke semula.
Feng Lias menyerangnya lalu menyentuh apa saja, karena tadi ia menyentuh sesuatu tapi ia tak menyadarinya.
Manusia kayu itu ia hancurkan dan ia sentuh semua kayunya dan manusia kayu itu kembali hidup.
"Apa ya kira-kira aku sentuh tadi ya?" tanya Feng Lias bingung.
Ia terus menghancurkan manusia kayu itu dan akhirnya ia mengerti.
Setiap serangannya ia langsung menyentuh telapak tangan manusia kayu itu dan manusia kayu itu hancur.
"Sangat aneh, kelemahannya malah di telapak tangannya," ucap Feng Lias.
Feng Lias Menghancurkan manusia kayu itu dan menekan di telapak tangannya hingga manusia kayu itu hancur semua.
[Selamat Anda lolos di tantangan ini Silakan melanjutkan tantangan berikutnya]
Kekuatan [60/100]
Kelincahan [60/100]
Level [9]
Kekuatan Jurus [90/100]
Kekuatan jurus pedang [40/100]
Energi [20/100]
[Anda perlu pengisian energi]
Gunakan poin untuk menambah energi
Memuat…
Loading…
__ADS_1
Mulai…
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
Selesai…
Sisa poin Anda [7.700]
Kekuatan [100/100]
Kelincahan [100/100]
Level [9]
Kekuatan Jurus [100/100]
Kekuatan jurus pedang [100/100]
Energi [100/100]
[Sila melanjutkan babak ke tiga]
Pintu babak kedua tertutup dan pintu tantangan ketiga terbuka
Duak! Duak! Duak!
__ADS_1
Tangan ketiga adalah mengecilkan danau yang lebarnya seperti lautan.
Feng Lias kaget, Danau yang seluas mata memandang itu bagaimana mengecilkannya.
"Apa! Bagaimana aku mengecilkannya? Atau maksudnya mengeringkan air danau itu maksudnya?" tanya Feng Lias menggaruk-garuk kepalanya.
Feng Lias duduk di tepi danau sambil berpikir. "Apa aku harus meminumnya? Mengurasnya? atau berendam seperti danau darah itu, tapi danau darah itu tidak sebesar danau ini," ucap Feng Lias.
"Hey naga emas, keluar kamu," perintah Feng Lias.
Naga as itu keluar dari pedang tersebut.
"Tak pernah aku melihatmu kebingungan seperti ini? Apa kau ingin menyerahkan?" ejek naga itu.
"Kau! Minum semua air danau ini," perintah Feng Lias.
"Ayolah, danau ini cukup untuk kamu minum untuk seumur hidupmu dan tidak akan habis, kau malah menyuruhku untuk meminumnya, kau ingin membunuhku?" tanya naga itu.
"Kali begitu kuras air danau ini," ucap Feng Lias.
"Hey! Kenapa aku? Yang melakukan tantangan adalah kamu, kenapa kau menyuruhku?" tanya naga itu.
"Hm… memeliharamu aku merasa di rugikan," ucap Feng Lias menatap naga itu sayu.
"Hm… apa mungkin seperti ini?" tanya Feng Lias.
Ia memejamkan matanya, ia mengosongkan pikirannya, Ia membayangkan danau yang lebar itu dan mengecilkan dengan pikiran, itu sangat sulit karena yang bekerja adalah otaknya bukan ototnya.
Dengan perlahan-lahan di pikirkannya mengecilkan danau tersebut, benar saja, danau di tantangan itu juga ikut mengecil.
Feng Lias beberapa kali menghembuskan nafas, dan ia juga mengeluarkan keringat dingin dengan tubuh yang bergetar.
Gunakan poin untuk menambah energi
Memuat…
Loading…
Mulai …
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih