System Super Kultivasi 2

System Super Kultivasi 2
BAB 68


__ADS_3

"Baiklah," angguk Feng Lias.


Feng Lias pun pergi keluar dari tempat tinggal Hyundai.


"Aku tidak akan pergi begitu saja, aku sangat yakin, bukan hanya sekte ini saja yang mereka ambil murid berbakatnya, masih ada sekte yang lain lagi, aku tidak akan membiarkan mereka," ucap Feng Lias.


Feng Lias pun pergi ke hutan blantara, di sana Feng Lias mengeluarkan naga emas itu.


"Akhirnya aku bisa merenggangkan tubuhku, aku akan menghabiskan sekte jahat itu," ucap naga emas itu.


"Bagaimana kita akan mengalahkannya tanpa sepengetahuan orang?" tanya Feng Lias.


"Kau bisa menyamar saja, karena aku jarang keluar mereka akan sulit mencari ku, setelah menyerang mereka, kita akan pergi jauh, kau gunakan kecepatan mu untuk melarikan diri dan kita berubah menjadi menjadi orang biasa lagi," saran naga emas itu.


"Hm… kamu benar, ya sudah besok aku akan mencari baju yang keren sepeti pahlawan Ha-ha-ha… hm… oh iya aku punya senjata pelindung, aku gunakan saja itu," ucap Feng Lias mengangguk-angguk.


"Kau tadi mengatakan jika kau tau cara membuka cincin ini," ucap Feng Lias memegang cincin yang ia dapat di danau tadi.

__ADS_1


"Gunakan darahmu untuk membukanya, karena dari yang ku lihat itu bukan cincin biasa, ia akan mengenali tuannya jika kau meneteskan darahmu di sana," ucap Naga emas itu.


"Hm… begitu ya, baiklah," jawab Feng Lias melukai jari telunjuknya, dari sayatan itu keluar darah segar dan Feng Lias menetesnya ke permata cincin tersebut.


Darah itu mengering di cincin tersebut dan mengeluarkan cahaya putih dan perlahan-lahan cahaya itu meredup.


Feng Lias pun mengeluarkan isi dalam cincin itu seperti biasanya.


"Berarti dia sudah mengenalimu sebagai tuanya," ucap Naga emas.


"Astaga sebanyak ini?" tanya Feng Lias. Di sana juga ada pedang, namun pedang itu berkarat bukan karena darah, karat itu berwarna hitam. Feng Lias mengambilnya dan melihat pedang itu secara saksama.


"Hm… aku mencium bau amis darah di pedang itu, tapi amis darah itu sangat berbeda dari amis darah lainnya, apa itu bukan darah manusia? Atau jangan-jangan itu adalah darah dari sekte gelap," tebak Naga emas.


"Sekte gelap itu isinya manusia kan? Tentu saja darahnya sama dengan kita, kecuali mereka bukan manusia," ucap Feng Lias.


"Tapi yang di katakan mereka adalah sarang jantung merah darah, mungkin mereka ingin menjadi kuat dan akan berevolusi menjadi iblis dengan kekuatan jahat itu, bisa jadi darah mereka juga akan berubah," ucap naga emas itu.

__ADS_1


"Hm… mungkin kamu benar, karena pedang pusaka kuno ku tadi bergetar, mungkin ia merasakannya, tapi aku tetap menyimpannya, ini akan berguna nanti," ucap Feng Lias.


Yang terdapat dari cincin itu adalah harta kuno semua dan batu permata beserta koin emas yang sangat banyak, di sana juga ada surat.


Feng Lias mengambil surat tersebut lalu membukanya. Feng Lias membacanya.


"Pedang itu adalah pedang yang di tinggalkan oleh leluhur terdahulu, pedang itu adalah pedang pembasmi jantung merah darah, namun ia sangat bertolak belakang dengan pedang pusaka kuno, hanya seorang penguasa duni yang bisa menyatukannya dan menjadi pedang terkuat,"


"Oh begitu ya, jadi kamu bertemu dengan teman lama mu ya," ucap Feng Lias menyeringai.


"Berarti kamu gunakan pedang ini untuk membunuh sekte jahat itu," ucap naga emas.


"Tenang saja, dan agar lengkap kau menjadi tunggangan ku," ucap Feng Lias.


Bersambung


jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2