
"Ya sudah, kalian pergilah tidur, ini sudah lewat tengah malam, aku juga akan beristirahat," ucap Feng Lias.
"Baiklah, tapi Feng Lias, di sini tidak ada tempat tidur, apa tidak sebaiknya kamu tidur bersamaku saja?" tawar Shi Ling.
"Tidak usah, aku tidur di sini saja, kalian pergilah tidur," ucap Feng Lias.
"Baiklah, jika kamu berubah pikiran, pintu kamarku tidak terkunci," ucap Shi Ling.
"Baiklah," angguk Feng Lias.
Mereka bertiga kembali ke kamarnya masing-masing.
Feng Lias membuka pedang gagang kuning itu dan pedang yang sangat tajam dan berkilau, bahkan itu bisa untuk bercermin.
"Baiklah, aku akan menggunakan mu," ucap Feng Lias.
Tiba-tiba saja pedang pusaka kuno milik Feng Lias bergetar. "Eh ada apa ini?" tanya Feng Lias merasa aneh, tak biasanya pedang itu bergetar, Ia pun segera mengeluarkan pedang pusaka kunonya keluar dari cincin penyimpannya.
"Ada rahasia apa lagi ini? Atau ada sebuah pertanda?" tanya Feng Lias bingung.
Pedang itu terus bergetar, Feng Lias mengambilnya dan memegangnya dan melepaskan pedang gagang kuning itu dan pedang kuno itu pun berhenti bergetar.
__ADS_1
"Ada apa ini? Ini sangat membingungkan bagiku," ucap Feng Lias yang tidak mengerti.
"Oh iya, aku lebih baik memeriksa cincin yang aku dapatkan di danau itu," ucap Feng Lias membuka cincin itu dari jarinya.
Feng Lias mencoba membuka cincin penyimpanan seperti biasanya, namun itu tidak bekerja.
"Bagaimana cara membukanya?" tanya Feng Lias membolak balikkan cincin tersebut.
"Aku rasa aku tau cara membukanya," ucap naga emas itu tiba-tiba meninggalkan kepalanya dari cincin penyimpanan Feng Lias.
"Kau lebih baik jangan keluar, atau kau akan merobohkan tempat ini," ucap Feng Lias memasukkan kembali kepala Naga itu ke dalam cincin.
"Ayolah, aku sudah merasa kaku di dalam sini, pencernaan ku tidak lancar karena habis makan aku harus meluruskan badanku agar makanannya di cerna dengan baik," ucap Naga emas itu.
Feng Lias diam-diam membuka pintu belakang tanpa sepengetahuan orang-orang di dalam rumah.
[Gunakan kecepatan]
Feng Lias lari bagaikan bayangan, namun tiba-tiba langkah kakinya terhenti karena melihat seorang kakek tua bersama dengan wakil akademi, Feng Lias langsung bersembunyi di balik-balik pohon kecil yang di tanam di sekitar sekte.
"Apa yang kepala akademi pikirkan?" tanya wakil akademi khawatir.
__ADS_1
"Oh jadi kakek tua itu adalah kepala sekte," ucap Feng Lias dalam hati.
"Bagaimana aku tidak khawatir, sedangkan sekte hitam itu terus mengancam sekte-sekte kecil seperti kita untuk menyerahkan murid berbakat untuk mereka jadikan persembahan untuk sekte jahat mereka untuk di masukkan jantung merah darah itu sebagai parasit, jika kita tidak menyerahkannya maka sekte yang sudah ribuan tahun ini berdiri akan hancur dengan sekte gelap itu, aku merasa bersalah karena sudah banyak murid berbakat yang sudah menjadi korban, namun dengan kekuatanku saat ini tidak sanggup melawannya, dan mereka kan terus begitu, murid yang kita didik malah akan menjadi inang bagi kelautan jahat mereka, aku merasa tidak tahan lagi dengan ini semua, tapi aku juga tidak bisa menghentikannya," ucap Kepala sekte menangis.
"Aku juga merasa bersalah atas kejadian ini," ucap Wakil sekte menundukkan kepala lemas.
"2 hari lagi sekte gelap itu akan datang dan mengrekrut para murid berbakat yang mereka pilih, aku sungguh tak rela, apa aku akan melakukan perlawanan saja? Aku lebih baik mati dari pada harus menanggung rasa bersalah ini," ucap kepala sekte tak berdaya.
"Tidak kepala Sekte, kau tidak boleh mati, siapa yang akan memimpin sekte ini? Mereka semua butuh kepala sekte sebagai pemimpin, jika tidak aku dan seluruh murid yang akan melawannya, kepala sekte pergilah, jika aku mati maka masih ada kepala sekte untuk membangun ulang sekte ini," saran wakil sekte.
"Kamu juga jangan lakukan ini, jika ingin mati mari mati bersama, jika hancur ya sudahlah," ucap kepala sekte pasrah.
"Tapi tetap saja kepala Sekte, jika sekte kita runtuh namun para murid akan begitu di sekte ke tempat lain, selagi sekte gelap itu ada kita tidak akan bisa menahan jika murid yang berbakat lainnya akan mereka bawa," ucap wakil sekte.
"Andai saja aku tahu siapa penguasa itu, hanya dia yang bisa menghentikan nya," ucap kepala sekte berharap.
"Kabarnya penguasa itu sudah keluar, namun saat ini kekuatannya belum seberapa dan juga tidak tahu di mana keberadaan dia saat ini, seluruh kerjaan sudah mencarinya untuk mengrekrutnya," ucap Wakil akademi.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih