
"Mau bagaimana lagi, dia menantangnya, dia yang menyerang dia yang mati, sangat menyedihkan," jawab temannya. Begitulah di dunia yang hanya memandang kekuatan, jika mati tidak ada yang peduli, hanya kerabat yang benar-benar dekat saja yanga akan kasihan, sedang itu pun terkadang orang terdekat juga bisa berkhianat.
Xier Shu pun turun dari panggung tanpa menghiraukannya. Para penjaga itu membawa tubuh yang sudah mati itu untuk makamkan langsung.
Di saat para murid hanya menyisakan sedikit, Joong Hoon pun naik ke panggung.
"Feng Lias, aku menantang mu!" teriak Joong Hoon.
"Heh! Dia lagi," ucap Feng Lias.
"Dia lagi? Maksudmu kamu mengenalnya dari awal?" tanya Song Chen.
"Dia yang sudah menjebak aku dan Xier Shu ke dalam lubang dan karena aku masih hidup dia ingin mengajak ku bertarung," jawab Feng Lias.
"Aku yakin dia menantang mu karena dia punya persiapan yang cukup, kau sebaiknya berhati-hati," ucap Shi Ling mengingatkan.
"Iya, aku tahu," angguk Feng Lias naik ke atas panggung.
"Kau masuk dalam perangkap ku, ini saatnya aku menghancurkan mu," ucap Joong Hoon tersenyum sinis.
"Wah… lihat-lihat, Feng Lias akan bertanding, aku belum pernah melihatnya bertanding karena dia orang baru, mungkin kita akan melihat pertandingan yang menyenangkan antara peringkat pertama lama dan peringkat pertama baru, ini adalah pertandingan yang seru," ucap salah satu murid.
__ADS_1
"Iya, siapa di antara mereka yang paling kuat," ucap mereka bersemangat.
"Kau sepertinya sangat bahagia ketika aku naik ke panggung ini," ujar Feng Lias memulai pembicaraan.
"Tidak menyangka kau berani juga menerima tantangan ku," ucap Joong Hoon.
"Aku bukan pengecut yang menggunakan cara curang untuk melukai seseorang. Aku tidak tahu apa alasan mu mengapa kau sangat ingin menyingkirkan ku?" tanya Feng Lias.
"Alasannya akan aku beri tahu kau di panggung ini. Kau sok hebat di sini memamerkan kekuatanmu, siapa pun akan sangat tidak menyukaimu seperti itu, aku hanya ingin melawan mu agar kau tidak memamerkan lagi kekuatan payah mu itu," ucap Joong Hoon.
"Aku merasa jika aku tidak memamerkan kekuatanku, aku hanya melakukan apa yang memang harus aku lakukan," ucap Feng Lias.
"Itu hanya perasaan mu, tapi bagaimana perasaan mereka, aku yakin banyak yang tidak menyukai, benarkan?" tanya Joong Hoon kepada para murid yang sedang melihat pertandingannya.
"Entahlah, aku melihat jika Feng Lias benar-benar membantu bahkan aku sangat ingin menjadi Feng Lias yang sangat kuat itu," ucap temannya.
"Iya, aku merasa dia patut menjadi teladan," jawab mereka mengangguk-angguk.
"Iya, bener," jawab para murid-murid itu.
"Sial! Kalau begitu tunjukkan kemampuanmu," ucap Joong Hoon geram karena sebagian dari mereka yang membela Feng Lias.
__ADS_1
"Maaf jika aku tidak sungkan lagi," ucap Feng Lias.
Joong Hoon langsung mengeluarkan pedangnya dan menyerang Feng Lias.
JURUS PEDANG PUSARAN API
Duuuaaaaaarrrrr!
JURUS PEDANG LEDAKAN API
Duuuaaaaaarrrrr!
Kekuatan itu bersatu menjadi kekuatan api yang membesar, karena kelautan mereka sama-sama api.
"Ini bisa gawat jika terkena oleh para murid," ucap Feng Lias.
JURUS SALJU PEMBEKU
Jurus Feng Lias membungkus api tersebut setelah itu ia menendangnya dengan sekuat tenaga agar api itu pecah di tempat yang sepi.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih.