
"Ini banyak sekali Tuan," ucap pemilik warung.
"Ambil saja, itu bayaran dari orang yang tidak mau membayar," ucap Feng Lias kembali duduk dan menghabiskan makanannya.
"Berapa yang harus ku bayar makanan ini?" tanya Feng Lias.
"Tidak perlu Tuan, ini gratis untuk Tuan, Tuan tidak perlu bayar karena di dalam cincin penyimpanan itu sangat banyak, apa lebih baik aku kembalikan saja cincin itu kepada mereka?" tanya pemilik warung makan menundukkan kepalanya.
"Jangan berikan, jika kamu berikan sia-sia aku membela warung mu, lebih baik kamu sewa saja orang kuat untuk menjaga warung mu dan bayar mereka dengan uang yang ada di dalam cincin penyimpanan itu," saran Feng Lias.
"Baik Tuan, terima kasih atas sarannya," ucap pemilik warung.
"Terima kasih juga karena sudah mengratiskan makanannya, aku permisi dulu," ucap Feng Lias.
"Sama-sam Tuan," angguk pemilik warung.
Feng Lias pun pergi dari warung makan tersebut dan pergi berjalan mencari-cari mungkin ada barang yang ingin ia beli.
"Hm… batu yang di jual itu sepertinya ada inti sari di dalamnya, aku harus membelinya," ucap Feng Lias mendekati penjual tersebut.
"Tuan, berapa harga batu ini?" tanya Feng Lias.
__ADS_1
"Ini 5 keping perak," ucap penjual itu. Feng Lias mengeluarkan emas dari cincin penyimpanannya.
"Aku tidak punya uang perak, jadi ambil saja uang keping emas ini," ucap Feng Lias menyerahkan satu keping emas.
"Terima kasih banyak Tuan, terima kasih, semoga Anda di murah kan rezekinya," ucap penjual itu menempelkan keping emas itu di kepalanya.
"Eh… iya," angguk Feng Lias menyengir. Feng Lias pun pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Ayo kita ke hutan, aku merasa ada yang aneh di hutan sebelah barat itu," ucap Naga emas.
"Benarkah? Ayo kita ke sana," ucap Feng Lias bergegas pergi ke hutan.
Setelah agak jauh, Naga emas itu keluar dari cincin penyimpanan Feng Lias dan Feng Lias menunggangnya.
"Jika di lihat mereka biasa saja, tapi ada yang aneh dari mereka, tapi apa ya?" Feng Lias bertanya-tanya.
"Hm... apa itu?" tanya salah satu pria memandang ke atas.
"Eh itu adalah naga!" teriak pria yang lain dan semuanya melihat ke atas.
"Itu jangan-jangan naga legendaris," tebak yang lain.
__ADS_1
"Mari kita kejar naga itu," ucap salah satu dari mereka. Ke 6 orang itu mengejar naga emas dan Feng Lias.
"Ayo lari naga emas!" teriak Feng Lias. Naga itu pun terbang ke atas langit.
"Kita habisi saja mereka," ucap Naga emas berbalik dan meluncur turun ke bawah.
"Lihat itu, naga itu kembali," ucap pria itu menunjuk ke arah naga emas. Naga emas pun meluncur ke arah pria itu dan menyemburkan api legendarisnya ke arah mereka.
"Menyebar," perintah pria itu. Mereka semua berpencar.
"Mari cepat habisi naga itu!" perintah pria itu. Mereka mengeluarkan jantung merah darah dari tubuhnya dan menyatukan kekuatan mereka.
"Aku berpikir kenapa api mu tidak melukai mereka, ternyata mereka punya kekuatan terkutuk itu," ucap Feng Lias.
Jantung darah merah itu berkumpul dan membesar lalu mengeluarkan asap merah dan membentuk ruangan yang mengurung mereka semua.
"Apa-apaan ini?" tanya Feng Lias.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih