
"Ya sudah, ayo kita lanjutkan perjalanan kita," ajak Feng Lias.
Kali ini Mereka bertemu dengan gua salju.
"Sepertinya di dalam sana ada hartanya lihatlah di sana ada cahaya, mari kita masuk ke dalam," ajak Lee Yeon.
"Ayo," jawab kedua temannya, dan mereka berlari masuk ke dalam.
"Hey! Tunggu dulu!" teriak Feng Lias.
Namun semua tiba-tiba menjerit dan terperangkap oleh gua salju itu yang ternyata adalah mulut ular yang menganga mencari makan.
Ular itu bergerak, ia juga ingin menerkam Feng Lias dan Xier Shu.
"Berikan dia untukku," ucap naga emas itu.
"Tunggu dulu, kau harus memakai ini agar tubuhmu tidak terlihat di layar tempat mereka melihat," ucap Feng Lias, ia mengambil air dari sungai dan merubahnya menjadi air penyamaran lalu menyiram tubuh naga yang berada di dalam cincin penyimpanannya.
Naga emas langsung keluar namun di layar itu tidak terlihat namun membuat ular itu gemetar ketakutan, namun apalah daya, ular besar itu menjadi santapan bagi sang naga.
"Itu… itu bukannya naga emas legendaris?" tanya Xier Shu kaget.
"Iya, dia adalah pengikut ku," jawab Feng Lias.
"Tidak mungkin, dia adalah Hewan legenda yang tidak mengikuti perkataan siapa pun," ucap Xier Shu.
"Tapi kenyataannya dia mengikuti perkataan ku," ucap Feng Lias tersenyum.
"Sungguh pantas kamu di sebut penguasa, bahkan naga legendaris itu mengikuti mu," ucap Xier Shu kagum.
"Tidak sia-siakan jika aku jadi menantu kerajaan bayangan biru," ucap Feng Lias Dengan bangganya.
"Dasar sombong," ucap Xier Shu manyun.
Naga emas menelan habis ular tersebut membuat ia kekenyangan.
"Ayo masuk kembali atau orang lain akan melihatmu," ucap Feng Lias.
Naga emas itu kembali masuk ke dalam cincin penyimpanan Feng Lias dan ia masuk ke dalam pedang pusaka kuno.
__ADS_1
Di sisa darah ke tiga temannya yang mengalir di tanah, Feng Lias berdoa dan menaburkan bunga di atasnya sebagai tanda penghormatan terakhir.
"Andai saja kalian tidak tergesa-gesa, mungkin kalian masih bisa menikmati hidup," ucap Feng Lias.
"Itulah akibat dari orang yang rakus, mereka di buatkan oleh harta tanpa harus berpikir bahaya," jawab Xier Shu.
"Haish… berhati-hati emang lebih baik," ucap Feng Lias.
Mereka kembali melanjutkan perjalanannya.
Gunakan poin Untuk menambah energi
Memuat…
Loading…
Mulai…
10%…
20%…
40%…
50%…
60%…
70%…
80%…
90%…
100%…
Selesai.
Poin Anda di potong 300 poin
__ADS_1
Sisa poin Anda [7.200]
Kekuatan [100/100]
Kelincahan [100/100]
Level [9]
Kekuatan Jurus [100/100]
Kekuatan jurus pedang [100/100]
Energi [100/100]
"Feng Lias, di sana ada beberapa orang, ayo kita lihat," ajak Xier Shu.
Mereka pun mendekati tempat tersebut.
"Apa yang kalian cari?" tanya Feng Lias.
"Kebetulan sekali kamu datang, kami ke kekurangan orang, mau kah kamu bergabung?" tanya Hinata.
"Apa yang ada di dalamnya?" tanya Feng Lias.
"Yang pasti harta kuno, lihatlah pintu penghalangnya membutuhkan 8 orang untuk membukanya, kalian berdua datang berarti orangnya sudah pas," ucap Hinata.
"Bagaimana? apa kamu mau?" tanya Feng Lias kepada Xier Shu.
"Baiklah," angguk Xier Shu.
Tidak menyangka putri raja yang cantik, anggun dan bergelimpangan harta itu juga mau ikut bersama.
"Baiklah, sesuai petunjuk, kalian letakkan tangan kanan kalian di pintu bersama-sama," ucap Hinata.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
terima kasih
__ADS_1