
"Kita saja tidak tau dia ada di mana, yang terpenting ini bagaimana kita akan melindungi para murid, apa memulangkan mereka kembali ke rumah orang tuanya dalam beberapa hari ini?" tanya kepala sekte
"Kepala akademi jangan terlalu khawatir, nanti kepala sekte sakit, biar aku dan yang lain mengurusnya," ucap Wakil sekte.
"Baiklah, aku percayakan sekte ini padamu, masalah murid akan aku atasi," ucap kepala sekte.
"Jangan kepala sekte, masalah murid biar aku dan yang lain mengurusnya, tetaplah tenang dan jangan khawatir," ucap Wakil sekte.
"Baiklah jika begitu," angguk kepala sekte.
"Mari kepala sekte, Anda harus istirahat," ucap Wakil sekte.
Kepala sekte menghela nafas, ia pun pergi meninggalkan tempat tersebut pergi bersama wakil sekte.
"Apa! Dua hari lagi akan ada sekte gelap yang datang? Berarti tempat ini sangat kacau, apa jangan-jangan Hyundai adalah perekrut murid berbakat, jangan-jangan dia bersekutu dengan sekte gelap itu? Ini bisa gawat, dia sudah tau identitas ku, tapi kenapa dia menyuruhku untuk menyembunyikan pedang pusaka kuno itu?" tanya Feng Lias berpikir.
"Aku harus melawan sekte gelap itu, tapi aku tidak tahu di mana sekte gelap itu berada," ucap Feng Lias dalam hati.
"Aku akan keluar untuk melawan sekte jelek itu," ucap Naga emas.
"Jika kamu keluar di saat datangnya sekte gelap itu kau akan ketahuan dan akan di buru dan aku juga ketahuan penguasa dunia, dan para kerajaan pasti akan mencari ku juga," ucap Feng Lias.
"Jika begitu kenapa tidak kita berdua saja yang pergi mencarinya sekte jelek itu? Kita habisi mereka semuanya," ucap naga emas itu.
__ADS_1
"Masalahnya aku tidak tahu di mana mereka berada," jawab Feng Lias.
"Kamu bisa menanyakan kepada murid yang lain saat salah satu sekte yang datang merekrut murid berbakat," ucap Naga.
"Aku rasa sekte gelap itu pasti tidak akan membocorkan tempat tinggalnya, hanya orang tertentu saja yang tahu, aku rasa Hyundai pasti tahu sekte itu, tapi bagaimana aku mencari tahunya?" tanya Feng Lias berpikir.
"He-he-he percuma saja kau penguasa dunia jika kau tidak tahu cara mencari tahu, kau bisa gunakan pengendali pikiran," ucap Naga emas itu.
"Wah kau sangat pintar, kalau begitu aku akan pergi ke tempat Hyundai sekarang," ucap Feng Lias.
"Tapi kamu harus pasang startegi, jika tidak bakal ketahuan," pesan naga emas itu.
"Iya, aku tau apa yang harus aku lakukan," ucap Feng Lias mengangguk. Feng Lias pun berlari menuju ke rumah Hyundai.
"Nanti saja," ucap Feng Lias berlari kencang.
Sesampainya di depan rumah Hyundai, Feng Lias mengetuk pintu.
Tok!
Tok!
Tok!
__ADS_1
"Permisi, guru," panggil Feng Lias.
"Siapa sih malam-malam begini datang," ucap Hyundai terbangun.
"Ini aku guru, Feng Lias," ucap Feng Lias.
Hyundai segera bangun dan mendekati pintunya. "Ada apa malam-malam begini datang?" tanya Hyundai belum membukakan pintunya.
"Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan," ucap Feng Lias.
"Apa begitu penting sehingga membuatmu datang malam seperti ini?" tanya Hyundai membukakan pintu.
"Iya guru," angguk Feng Lias dengan wajah serius.
"Ya sudah, mari masuk," ajak Hyundai mempersilakan.
Feng Lias pun duduk di sofanya dan Hyundai juga ikut duduk secara berhadapan.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1