
"Benar Feng Lias, dan aku melihat ada seperti jari? Tapi tidak seperti jari? Apa karena sudah memudar ya?" tanya Jin Chan mendekati Feng Lias mendeliknya.
"Oh hm... ini ya... ini aku tak sengaja terbentur meja," jawab Feng Lias ngasal sambil memegang pipinya.
"Iya kah? Tidak terlihat seperti itu pun," ucap Jin Chan mengosongkan-gosokkan dagunya.
"Ah kalian cepatlah makan," ucap Feng Lias.
"Iya, aku sudah lapar sekali," ujar Shi Ling mengosongkan-gosokkan perutnya.
"Iya," angguk Song Chen dan mereka pun pergi tempat penjual tersebut.
Xier Shu melihat ke arah pipi Feng Lias yang memerah, namun bekas itu sudah agak memudar.
"Maafkan aku, tadi aku tiba-tiba saja menamparmu karena sangat kaget," ucap Xier Shu.
"Tidak apa-apa, aku yang kurang ajar sama kamu," ucap Feng Lias.
Mereka pun kembali menyantap makanannya.
"Ketua sekte, maaf jika aku menganggu mu di saat seperti ini, tapi ada yang ingin aku sampaikan," ucap Joong Hoon memberi hormat.
"Ada apa? Sampaikanlah," ucap kepala sekte yang duduk di atas kursi kayu, lukanya masih belum pulih.
"Wanita yang bersama Feng Lias itu terlihat bukan orang biasa, mungkinkah Feng Lias membawa orang asing ke sekte ini, mohon kepala sekte selidiki," ucap Joong Hoon.
__ADS_1
"Hm... apa dia bukan murid sekte?" tanya Kepala sekte.
"Sepertinya tidak! Karena di lihat dari pakaiannya dia bukan seorang murid, melainkan seseorang yang sudah berilmu tinggi, apa jangan-jangan Feng Lias mata-mata dari serangan jantung merah darah itu," ucap Joong Hoon.
"Kamu jangan menuduh sembarangan jika tidak ada bukti, sekte kita saat ini sudah sangat kacau dan Baru saja lepas dari mata bahaya, kamu jangan menambah-nambahkan sesuatu hal yang belum pasti," ucap Kepala sekte.
"Baik kepala sekte, aku akan menyelidikinya terlebih dahulu, maaf kepala sekte jika mengganggu Anda," ucap Joong Hoon memberi hormat dan pergi meninggalkan kepala sekte.
"Lihat saja Feng Lias, aku akan membuktikan sendiri," ucap Joong Hoon geram.
Setelah selesai makan, mereka pun membantu pembangunan sekte.
Saat itu Feng Lias bersama Xier Shu berdua mengangkat batu sedangkan Song Chen, Jin Chan dan Shi Ling mereka membuat penonggak.
Feng Lias menekuk alisnya merasa heran.
"Ada apa?" tanya Feng Lias yang masih berdiri di tempatnya.
"Cepat ikut aku," ujar Joong Hoon.
Feng Lias dan Xier Shu mengikuti Joong Hoon.
Feng Lias merasa heran karena Joong Hoon membawa mereka di sebuah hutan.
"Kita akan kemana?" tanya Feng Lias mulai curiga.
__ADS_1
"Diam dan ikut saja," ucap Joong Hoon.
Tiba-tiba saja, mereka berdua terjatuh ke dalam lubang yang dalam.
"Aaaaaa...!" teriak Xier kaget.
Feng Lias langsung memeluk Xier Shu dan mereka jatuh ke dasar lubang.
"Aduh!" teriak Feng Lias terjembab ke tanah dan juga di timpa oleh Xier Shu.
"Maaf," ucap Xier Shu yang langsung membantu Feng Lias berdiri.
"Kita di mana ini?" tanya Feng Lias.
"Entahlah, tapi sepertinya di sini masih ada lorong entah menuju kemana," jawab Xier Shu.
"Kamu bukannya bisa manggil awan agar kita bisa naik ke atas?" ujar Feng Lias.
"Hm, ini terlalu sempit dan awan itu tidak bisa masuk, yang hanya bisa masuk yang kecil saja, jika yang kecil mana bisa mengangkat kita," ucap Xier Shu.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
terima kasih
__ADS_1