System Super Kultivasi 2

System Super Kultivasi 2
BAB 96


__ADS_3

Feng Lias dan Xier Shu hanya menunggu saja, di dalam lorong sangat gelap, selagi ada yang bisa di suruh biarkan saja naga itu yang pergi.


Tak lama kemudian, Naga itu datang. "Apa kau menemukan jalan keluarnya?" tanya Feng Lias.


"Tidak, tapi di ujung sana ada sebuah gua es," jawab Naga emas.


"Apa kau tidak masuk ke dalamnya?" tanya Feng Lias.


"Aku tebak kau pasti penasaran isi dalamnya, jadi aku sengaja tidak masuk ke dalam," jawab naga emas.


"Baiklah, mari kita ke sana," ujar Feng Lias naik ke atas punggung naga emas.


"Ayo," ucap Feng Lias mengulurkan tangannya kepada Xier Shu, ia pun memegang tangan Feng Lias dan juga naik ke punggung naga emas.


"Pegang yang erat," ucap Feng Lias. Xier Shu memeluk Feng Lias dari belakang.


Naga emas menjulingkan matanya dan memanyunkan mulutnya. "Enak sekali mereka bermesraan di atas punggungku," omel Naga emas.

__ADS_1


"Kamu jangan cerewet, ayo cepat," perintah Feng Lias.


Naga emas pun terbang meluncur ke arah gua es. Perjalanan yang berbelok-belok dan gelap, namun bagi Naga emas yang mempunyai mata bercahaya, ia bisa berjalan meskipun dengan dalam keadaan gelap.


Tak lama kemudian mereka sampai di gua es, namun yang membuat heran, es itu bercahaya membuat sekelilingnya menjadi terang oleh cahaya es tersebut.


"Wah… ini sangat cantik," ucap Xier Shu terpesona.


"Kalian tetap di sini, biara kau yang masuk untuk memastikan ke dalamnya," ucap Feng Lias.


"Dingin sekali di sini," ucap Feng Lias. Tiba-tiba saja ia berhenti. Di sana terlihat seperti batasan untuk melintasi ruang dan waktu. Feng Lias memberanikan diri masuk ke dalam.


"Tempat macam apa ini?" tanya Feng Lias yang hanya terlihat semak belukar dan gelap karena malam, tempat itu juga di penuhi oleh kunang-kunang sebagai penerangnya.


"Apa seseorang sudah pernah masuk ke dalam sini?" tanya Feng Lias menyusuri tempat tersebut. Ia ingat jika di luar masih pagi, kenapa di sini malah malam, apa ini adalah dimensi waktu?


Feng Lias berjalan sedikit maju dan ia melihat sebuah atap tapi itu di atas tanah. Karena penasaran Feng Lias mendekatinya.

__ADS_1


Sesampainya di sana, Ia tiba-tiba saja di hisab oleh tempat itu dan masuk ke dalamnya dan terjatuh ke dalam.


"Aduh!" teriak Feng Lias.


Ia berdiri dan mengibas-kibaskan bajunya yang terkena debu, setelah ia menyadari ternyata tempat itu sangat besar dan ternyata itu adalah sebuah pagoda Avalokitesvara yang sangat besar yang tertanam di dasar tanah.


Di sekelilingnya adalah manusia tapi bentuknya sangat aneh, tapi tidak sebut manusia juga, karena sebagian dari mereka ada bersayap, ada badan manusia tapi kepala banteng, Ada berbadan manusia tapi sebagian badannya bertubuh kuda. Lebih terlihat seperti perpaduan manusia dan hewan.


"Tempat macam apa ini?" tanya Feng Lias, Manusia setengah hewan itu mendekati Feng Lias.


"Ada manusia utuh yang masuk ke sini, apa jangan-jangan ia adalah penyusup, tapi bagaimana mungkin manusia utuh bisa masuk ke sini? Tempat ini tidak bisa di masuki oleh manusia karena ada pembatas," ujar manusia kepala ayam.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih

__ADS_1


__ADS_2