
"Benar. Hey manusia utuh! Kenapa kau bisa masuk ke dalam pagoda Avalokitesvara ini? Ini bukan tempat manusia utuh masuk ke sini," ucap manusia berekor ular.
"Maaf, aku tidak sengaja masuk ke sini, boleh kah aku tau tempat apakah ini?" tanya Feng Lias.
"Ini adalah bukan tempat manusia utuh untuk datang, lebih baik kau pergi sebelum kami benar-benar mengusir mu dengan kekerasan," ujar manusia kerbau membawa pentungan.
"Tapi di juga manusia," ucap Feng Lias anak-anak yang sedang duduk di atas sebuah balkon sambil melihatnya.
"Itu bukan urusanmu, lebih baik kau pergi," usir manusia hewan itu mendorong
"Aaaaaaaa…" teriak salah satu anak kecil yang berumur 9 tahun, ia terlihat kejang-kejang dan perlahan-lahan kepalanya berubah menjadi kepala belalang.
Mereka sudah tak terkejut lagi, karena ini adalah hal yang lumrah bagi mereka.
__ADS_1
"Tunggu dulu! Apa ini sejenis kutukan?" tanya Feng Lias.
"Bukan urusanmu! Cepat pergi!" teriak mereka.
"Aku tidak bisa pergi begitu saja jika ini adalah kutukan, aku akan membantu kalian kembali menjadi manusia biasa," ucap Feng Lias yakin.
"Itu tidak akan mungkin terjadi jika kau hanya manusia biasa, kutukan ini berubah jika kami bertemu dengan penguasa dunia, tapi sayangnya, jangankan mencarinya, keluarin kami tak bisa," ucap manusia ular itu.
"Kalian sudah bertemu dengan tepat, akulah penguasa dunia itu, aku akan membantu kalian, katakan bagaimana caranya agar aku bisa memecahkan kutukan ini?" tanya Feng Lias.
"Ini adalah bukti bahwa kita di pertemukan di sini, bisa jadi aku di kirimkan ke sini untuk membantu kalian," ucap Feng Lias.
"Kami tidak percaya, kau harus membuktikan jika ingin kami percaya denganmu," ucap kepala suku yang tiba-tiba datang. Para manusia hewan itu menundukkan kepala dan memundurkan diri.
__ADS_1
"Hm… Oh iya, aku punya pedang pusaka," ucap Feng Lias mengeluarkan pedang pusaka kuno dan pedang karat hitam yang bersatu.
"A-apa! I-itu adalah pedang dua sisi! Maafkan kami penguasa dunia, kami tidak mengenalmu," ucap kepala suku berlutut dan menundukkan kepala.
"Tidak apa-apa, jadi ceritakan apa masalahnya," ucap Feng Lias.
"Sebenarnya 100 tahun yang lalu, saat itu tempat kami sangat indah, kota yang sangat kaya, sebuah pulau di atas awas, suatu ketika salah satu dari kami menyukai manusia siluman hewan, saat itu kepala suku pertama tidak menyetujuinya karena kami adalah manusia suci, sedangkan manusia siluman hewan itu adalah makhluk yang tidak suci, antara kami dan mereka tidak di takdirkan untuk bersama, namun mereka tersebut sudah terlanjut cinta sehingga ia tidak perduli dengan pantangan itu. Atas perbuatan mereka membuat Kepala suku pertama sangat marah dan tiba-tiba ia memegang dadanya yang sakit, sebelum kematiannya tiba, ia mengutuk seluruh rakyatnya menjadi manusia setengah hewan di saat beranjak umur 9 tahun, jika kami ingin memusnahkan kembali kutukan ini kami harus bertemu dengan penguasa dunia dengan cara...." ucapan kepala suku itu terhenti.
"Katakan apa yang bisa aku bantu untuk membantu kalian," ucap Feng Lias.
"Kami harus meminum darahmu, tapi… dengan jumlah orang sebanyak ini, kemungkinan darahmu akan habis," ucap kepala suku.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih