
"Eh Feng Lias? Dia masih hidup?" ujar murid itu semakin kaget.
"Feng Lias, kau masih hidup," lirih Xier Shu. Ia kembali berdiri kuat di atas kedua kakinya.
"Aku sudah yakin jika Feng Lias masih hidup," ucap Song Chen menyeka air matanya beserta ingusnya.
"Jika kau ada di sana, lalu siapa yang ku bunuh tadi?" tanya Joong Hoon melihat ke arah tubuh yang ia bunuh tadi, tubuh itu berubah menjadi asap hitam perlahan-lahan menghilang.
"Apa! Kau menipu ku!" teriak Joong Hoon tak terima.
"Aku tidak menipumu, tapi kau menipu dirimu sendiri," ucap Feng Lias.
"Kurang ajar! Aku tidak terima ini! Rasakan kekuatan ku!" teriak Jung Hoon. Ia pun mengeluarkan kekuatannya lagi.
Kali ini Jong Hoon membuat pusaran api yang sangat besar di dalamnya bercampur dengan racun yang mematikan.
"Kalian cepat menghindar lah itu adalah api racun matahari," teriak Feng Lias.
Para murid-murid berlari ketakutan mereka berusaha menjauh sebisa mungkin namun tetap bisa melihat pertandingan.
"Mati saja kau Feng Feng lias!" teriak Joong Hoon melempar pusaran api itu ke arah Feng Lias. Feng Lias melompat dan menghindarinya, namun siapa sangka jika bola api itu mengikuti Feng Lias kemana pun ia pergi.
"Astaga! Bola api ini mengikuti ku terus," ucap Feng Lias. Ia pun akhirnya berhenti dari larinya, ia berdiri menghadap untuk menerima bola api itu.
"Racun ini sangat mematikan, obat yang ada bersama ku belum tentu bisa menawarnya, aku harus gunakan poin," ucap Feng Lias dalam hati.
Gunakan poin untuk menawar racun mematikan.
__ADS_1
Memuat…
Loading …
Mulai …
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
80%…
90%…
100%…
Selesai.
Poin Anda di potong 200 poin
__ADS_1
Sisa poin Anda [19.200]
Saat bola api itu menggelinding ke arahnya Feng Lias, ia pun menahan dengan sekuat tenaga, karena bola api itu sangat kuat.
"Ha-ha-ha, kau malam menahannya dengan tubuh tanpa perlindungan meskipun kau tahu jika bola api itu ada racun mematikan, hanya tinggal ajal mu saja," ucap Joong Hoon tertawa keras.
"Apa kau pikir aku bisa di kalahkan begitu saja, aku akan menunjukkan kekuatan yang sesungguhnya," ucap Feng Lias yang masih menahan bola api itu agar tidak mengelindingnya
"Sial! Aku sudah kehabisan waktu," ucap Joong Hoon dalam hati sambil memegang dadanya yang mulai sesak.
Feng Lias mencengkam bola api itu lalu mengoyaknya.
"Aaaaaaaa...!" teriak Feng Lias menggunakan seluruh kekuatannya.
Duaaaarrrrrrrrr!
Bola api itu pun pecah berkeping-keping menjadi seperti bunga api. Saat Semuanya sudah selesai, Feng Lias melihat Joong Hoon yang sudah berlutut dengan menundukkan kepalanya.
"Ada apa dengannya? Apa efek dari obat itu sudah habis?" tanya Feng Lias mendekati Joong Hoon.
Namun tiba-tiba saja, Joong Hoon mengerang kesakitan.Seleruh tubuhnya kembali mengecil ke semula, namun ia malah mengurus, tubuhnya menjadi kering dan hanya menyisakan kulit yang membungkus tulang.
Ia terbaring sambil mencakar-cakar lantai panggung menahan sakit.
"Sial! Ini sangat menyakitkan, dan lebih menyakitkan lagi aku sudah membayar mahal dan Feng Lias baik-baik saja, aku tidak terima ini!" teriak Joong Hoon. Seluruh kekuatannya menghilang dan hanya tersisa tubuh kurus kering itu. Ia terlihat sangat lemah dan tak berdaya.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih