System Super Kultivasi 2

System Super Kultivasi 2
BAB 29


__ADS_3

"Namaku adalah Feng Lias Raja," jawab Feng Lias sopan.


"Kau sungguh pemuda yang sopan, tidak tau apa kau cocok dengan putriku," ucap raja.


"Ayaaahh…" Xier Shu membelalakkan matanya.


"Dia adalah putri kesayanganku dan satu-satunya, aku sangat ingin mencari pasangan yang cocok bersanding dengannya, aku mendapat ramalan itu dan sangat ingin menjodohkan dia dengan pria yang di ramalkan itu, dengan begitu bukan hanya kerajaan ku, mungkin aku akan tenang melepaskan putriku dan kerajaan ku damai," ucap raja.


Feng Lias tersenyum. "Dia adalah raja yang cinta damai," ucap Feng Lias dalam hati dan kagum.


"Menghadap Raja, saya sudah membawa penasehat dan peramal kerajaan," ucap pelayan itu.


"Baiklah, kamu silakan pergi," ucap Raja.


"Saya undur diri," ucap pelayan itu memberi hormat lalu pergi.


"Hormat kepada raja," ucap penasehat dan peramal kerajaan.


"Duduklah," perintah raja.

__ADS_1


Penasehat dan peramal kerajaan pun duduk di kursi mereka masing-masing.


"Putriku sudah membawa seorang yang ia yakini adalah seorang penguasa itu, tolong ramalkan dia ini, apa dia adalah seorang penguasa itu?" tanya Raja.


"Baik Raja," angguk sang peramal. Ia mendekati Feng Lias lalu memegang tangannya.


"Tatap mata saya," pinta peramal itu dan Feng Lias melakukannya. Peramal itu melihat dari mata Feng Lias dan masa depannya.


Peramal itu langsung menutup wajahnya dengan rapat dan melepaskan tangan Feng Lias.


"Apa yang terjadi?" tanya Raja kaget.


"Di tubuh anak muda ini sangat misterius, tadi jika tidak cepat aku menutup mata, mataku akan di terkam oleh naga emas legendaris," ucap peramal itu.


"Benar raja, aku melihat jika dia mencabut pedang pusaka itu hanya dengan rohnya, bukan tubuh aslinya, aku melihat ia akan mengangkat senjata pusaka itu di atas batu yang penuh dengan kemenangan, setelah itu aku tidak melihatnya lagi karena di sana seperti ada batas dan penghalang yang tidak bisa aku tembus, tubuh pemuda ini sangat misterius," ucap peramal itu.


"Feng Lias, maukah kau menikah dengan putriku?" tanya raja tanpa basa basi. Feng Lias melihat ke arah Xier Shu, Xier Shu membuang wajahnya ke samping.


"Ampun Raja, apa putri Raja mau denganku?" tanya Feng Lias.

__ADS_1


"Dia pasti juga mau denganmu," ucap Raja tersenyum melihat ke arah Xier Shu, sedangkan wajah Xier Shu memerah.


"Ayah, aku mau istirahat dulu," ucap Xier Shu berlari pergi menuju kamarnya.


"Aku sangat senang bertemu denganmu, jika sampai masanya tolonglah urus juga kerajaan ini, jaga putriku, aku tidak akan mempercayai dengan dia dengan orang lain," ucap raja berharap.


"Terima kasih Raja atas kepercayaan Anda, aku akan memikul beban ini," ucap Feng Lias bersungguh-sungguh.


"Baiklah, kamu beristirahatlah dulu di kerajaan ini, besok kamu akan pulang bersama putriku," ucap Raja.


"Baik Raja, terima kasih," ucap Feng Lias. Para pelayan mengantar Feng Lias ke sebuah kamar yang amat sangat bagus dan besar. Di sana sudah ada buah-buah segar dan makanan enak.


"Silakan Tuan masuk ke dalam dan selamat istirahat," ucap pelayan.


"Terima kasih," ucap Feng Lias mengangguk, ia masuk ke dalam dan duduk di atas kursi. Feng Lias mengambil buah apel lalu mengigit nya.


"Hidupmu sungguh sangat enak ya," ucap Suara seseorang dari belakang


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2