System Super Kultivasi 2

System Super Kultivasi 2
BAB 54


__ADS_3

"Ha-ha-ha, Hyundai kita saat ini sudah menjadi guru, aku sungguh tidak bisa membayangkan ini, baiklah hari ini aku yang traktir kalian makan untuk merayakan bahwa Hyundai mempunyai murid baru," ucap Shu Hey Sato duduk di antara mereka sambil tertawa senang.


"Pesan minuman 3 botol, kami akan bersenang malam ini," pesan Shu Hey Sato kepada pelayan kantin.


"Baik Tuan Sato," ucap pelayan itu pergi ke belakang di gudang penyimpanan minuman anggur yang di fermentasi kan.


"Malam ini kalian bersenang-senanglah, apa perlu aku panggilkan pelayan cantik?" tawar Shu Hey Sato.


"Tidak perlu, kami datang ke sini untuk belajar, jadi tidak niat buat bersenang seperti itu," tolak Feng Lias.


"Kamu memang anak yang berbakti," ucap Shu Hey Sato tertawa sambil menepuk pundak Feng Lias.


"Silakan para Tuan-tuan," ucap pelayan itu meletakkan minuman itu di atas meja.


"Mari minum," ucap Shu Hei Sato menuangkan ke dalam cangkir bambu.


"Bersulang," ucapnya penuh dengan kebahagiaan.


Mereka pun minum-minum, namun Feng Lias tidak minum terlalu banyak, jika ia mabuk, ia tidak akan bisa menjaga dirinya dan teman-temannya jika seandainya ada penyerangan. Saat ini ia masih anak baru dan tidak punya siapa pun yang bisa di percaya dan demi berjaga-jaga.


"Ayo Feng Lias minum lagi," ucap Song Chen menyodorkan secangkir minuman kepada Feng Lias dengan mata yang sayup, ia sudah terlihat mabuk.


Feng Lias mendorong kembali minuman itu. "Kamu sudah banyak minum, berhentilah," ucap Feng Lias.


"Ini sangat enak, aku tidak bisa berhenti," ucap Song Chen yang mulai tidak sadarkan diri. Sedangkan Jin Chan sudah KO. Shi Ling juga sudah terbaring, namun masih bisa mengigau.


"Tambah lagi," ucap Shu Hey Sato yang juga sudah mabuk.


"Baik Tuan akan ambilkan terlebih dahulu," ucap Pelayan itu kembali ke gudang penyimpanan minuman.

__ADS_1


"Hey! Kamu kenapa tidak minum, ayo minum lagi," ucap Shu Hey Sato.


"I-iya," angguk Feng Lias. Ia hanya memegang cangkir bambu yang berisi minuman itu dan menatapnya.


"Ini Tuan minumannya," ucap pelayan itu meletakan 2 botol minuman di atas meja, Shi Hey Sato mengambil botol itu dan meminumnya langsung. Ia meneguk dengan cepat dan membuat ia Tambah tidak sadarkan diri.


Semuanya sudah pingsan tak sadarkan diri, sesekali mereka hanya mangut-mangut nggak jelas.


"Apa aku harus membawa mereka semuanya? Apa tidur di sini saja?" tanya Feng Lias dalam hati.


"Tuan, maaf, kantin ini akan tutup," ucap pemilik kantin.


"Hm… tapi apa boleh kami tidur di sini? Karena mereka semua sudah tak sadarkan diri," ucap Feng Lias.


"Hm… baiklah, tapi tolong jaga kantin ini dan mereka baik-baik ya, aku tidak mau jika mereka merusak kantin ini," ucap pemilik kantin.


"Baiklah Nona, terima kasih," ucap Feng Lias. Pemilik kantin pun menutup pintu depannya dan ia masuk ke dalam rumahnya yang menyanyi dengan kantin tersebut.


Syuuuttt!


Syuuuttt!!


Terdengar suara angin seperti ada yang lewat, Feng Lias yang hanya tidur-tidur ayam ia terbangun dan duduk.


"Hm… suara apa itu tadi?" tanya Feng Lias berdiri.


Ia keluar dari kantin tersebut dan berkeliling. Tak senagaja ia melihat bayangan hitam di atas rumah tersebut.


"Apa itu?" tanya Feng Lias dalam hati.

__ADS_1


Gunakan mata tembus pandang.


Feng Lias melihat 2 orang memakai baju serba hitam dengan wajah dan kepala yang di tutup agar tidak di kenali dengan membawa pedang di tangannya.


"Mereka ingin membunuh seseorang, aku akan menghentikannya," ucap Feng Lias.


Ding Ding


Bunuh 2 pembunuh bayaran


Hadiah 1000 poin.


"Heh! Memang kesempatan ini," ucap Feng Lias bersembunyi di balik tembok yang tertutup oleh atap rumah.


"Tapi siapa yang ingin ia bunuh?" tanya Feng Lias dalam hati yang terus memantau mereka.


Kedua pembunuh bayaran itu membuka salah satu genteng rumah tersebut dan mereka berdua pun masuk dengan peringan tubuh agar tak bersuara.


Feng Lias melompat ke atas atap dan melihat mereka dari bawah. Mereka diam-diam masuk ke dalam kamar, Feng Lias juga turun dengan meringankan tubuhnya. Feng langsung bersembunyi di balik dinding.


"Aku seperti mendengarkan sesuatu," bisik temannya.


"Coba kamu periksa," perintah temannya.


"Baiklah," angguknya dan ia keluar dari kamar tersebut dan memeriksa di sekitar rumah tersebut.


Saat ia keluar dari kamar tersebut, Feng Lias langsung menangkap kepala pria itu lalu mematahkannya, ia juga menyumbat mulut pria itu dengan kain gorden agar tidak berteriak.


Bersambung

__ADS_1


jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2