System Super Kultivasi 2

System Super Kultivasi 2
BAB 77


__ADS_3

"Kenapa aku merasa jika itu adalah Feng Lias? Apa dia yang melakukannya? Semoga saja dia, pantas saja aku sedikit lebih lama menjadi manusia, apa karena ini karena jantung merah darah Perlahan-lahan musnah?" tanya Xier Shu melihat kedua telapak tangannya.


"Aku merindukan mu," ucap Xier Shu menggenggam kedua tangannya dan mendekapnya di dadanya sambil tersenyum menatap langit yang penuh bintang.


Tok!


Tok!


Tok!


Terdengar suara ketukan Pintu kamar Xier Shu.


"Siapa?" tanya Xier Shu.


"Ini Ayah," jawab sang raja.


Xier Shu membukakan pintu. "Masuklah Ayah," ucap Xier Shu mempersilakan.


"Kau sepertinya sangat bahagia?" tanya raja melihat air muka anaknya.


"Iya Ayah, aku rasa kutukan itu beransur-ansur menghilang dari tubuhku, sepertinya ada seseorang yang membantuku membunuh jantung merah darah itu, aku berharap jika itu adalah Feng Lias," jawab Xier Shu berharap.

__ADS_1


"Ayah harap juga begitu, dia adalah penguasa dunia, maka jangan sampai ia terlepas, apa lagi jika identitasnya sudah di ketahui oleh banyak orang, wanita-wanita cantik pasti akan mendekatinya, para raja akan menawarkan tahta kerajaan untuknya, jadi maka dari itu jika ada hal kecil jangan di perhitungkan, dia juga baik, orang sepertinya tidak akan ada lagi di dunia ini," ucap Raja.


"Baik Ayah, aku mengingatnya," ucap Xier Shu menundukkan kepala memberi hormat.


"Baiklah jika begitu, kamu tidurlah, ini sudah masuk tengah malam, tidak baik anak gadis tidur terlalu malam, nanti kulit putih bersih mu akan kusam," pesan raja.


"Baik Ayah," angguk Xier Shu mengantarkan ayahnya keluar kamarnya.


"Sudah berapa jantung merah darah yang kita habisi?" tanya Naga emas.


"Aku rasa sudah 13 buah, astaga! sebanyak ini? Jangan-jangan akan ada lagi?" tanya Feng Lias.


"Hm… aku sudah mengantuk, besok kita lanjutkan, aku juga ingin mencerna makanannya," ucap Naga emas.


"Tenang saja, makanan segini cukup untuk sebulan jika tidak ada makanan," jawab naga emas.


Feng Lias memanjat pohon yang rindang daunnya, ia bertengger di pohon itu dan tidur, sedangkan sang nama masuk ke dalam cincin penyimpanan milik Feng Lias.


xxx


Pagi pun tiba, titikkan embun jatuh di wajah Feng Lias membuat Feng Lias terbangun.

__ADS_1


"Eh sudah pagi aja, naga emas kamu sudah bangun?" tanya Feng Lias.


"Aku sakit perut," jawab naga emas.


"Jangan banyak alasan kamu, jika kamu nggak mau keluar, ku potong dan ku jadikan sate daging mu yang tidak enak itu," ancam Feng Lias.


Feng Lias pun turun dari pohon tersebut dan mulai berjalan.


"Mari kita terbang tinggi untuk melihat keadaan dari atas, apa sekte jelek itu sudah datang," perintah Feng Lias.


Mereka berdua pun terbang ke atas awan yang tinggi agar tidak terlihat keberadaannya.


Tak lama mereka terbang, beberapa menit kemudian para perwakilan dari sekte gelap itu turun dari langit.


"Eh, itu mereka, tapi mereka dari atas langit, apa tempat mereka ada di langit?" tanya Feng Lias.


"Mungkin ada di suatu tempat yang tidak boleh di ketahui oleh orang-orang," jawab naga emas.


"Baiklah, aku akan memulai penyamarannya," ucap Feng Lias mengeluarkan senjata pelindung tangan, dada dan kaki yang berbentuk seperti baju, ia juga memakai topeng dan membawa pedang karat hitam musuh bebuyutan jantung merah darah itu.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2