
"Hahahaha… aku hanya bercanda, sepertinya kau menganggap serius, tapi jika kau mau, aku tidak masalah, karena kamu sangat sayang di lepaskan," ucap Feng Lias genit.
"Dasar pria mesum, lebih baik kau ikut dengan ku atau ku cabut nyawamu," ucap Xier Shu menarik baju Feng Lias lalu membawanya terbang menuju kerjaannya.
"Hey, jika kau membawaku terbang jangan seperti ini! Bawalah aku layaknya seorang tamu terhormat," teriak Feng Lias tak terima.
"Berisik," sergah Xier Shu yang terus terbang menembus awan.
Xier Shu mengangkat tangannya menunjuk awan, namun awan itu tiba-tiba menggulung lalu membentuk sebuah tempat duduk yang empuk, Xier Shu membawanya duduk di atas awan tersebut.
"Apa kita menuju kayangan?" tanya Feng Lias.
"Ini adalah kendaraan tercepat menuju kerajaan ku, sebuah kerajaan misterius yang sangat jarang di ketahui oleh orang banyak, kau lebih baik berhati-hati atau kau juga akan di kutuk seperti ku," pesan Xier Shu.
"Jika aku datang hanya untuk di kutuk untuk apa kau membawaku?" tanya Feng Lias kesal.
"Aku hanya menuruti perintah, kamu lebih baik jangan banyak bertanya," ucap Xier Shu.
"Hey naga emas, apa tidak apa-apa kita di bawa olehnya? Apa ini tidak akan mengancam diriku dan dirimu juga?" tanya Feng Lias khawatir.
__ADS_1
"Kita lihat saja, jika mereka berani macam-macam, aku akan menghanguskan kerajaannya, dan juga mereka tidak tahu jika kau mempunyai aku, aku yakin mereka pasti dan punya persiapan untuk menangkap ku, palingan hanya punya persiapan menangkap kau saja," ucap Naga emas itu mencibir.
Tak lama kemudian, mereka pun sampai di kerjaan tempat Xier Shu. Istana yang sangat megah dan sangat besar. Feng Lias terkagum-kagum melihat yang hanya menatap penyambutan saja sudah sangat megah, bagaimana isi dalamnya.
"Astaga! Ini sangat indah, aku tidak pernah melihat istana semegah ini sebelumnya," ucap Feng Lias kagum.
"Hey! Kendalikan dirimu," ucap Naga emas. Feng Lias kembali ke wajah semula.
"Putri Xier Shu, selamat datang," ucap para dayang-dayang yang datang menghampiri Xier Shu.
"Di mana Raja?" tanya Xier Shu.
"Pergilah, katakan padanya jika aku membawa seseorang yang mereka cari," perintah Xier Shu.
"Baik putri," ucap dayang itu menuju tempat peristirahatan raja.
"Ayo masuk," ajak Xier Shu. Feng Lias mengangguk mereka pun masuk lebih dalam lagi dan duduk di atas tempat duduk yang sangat mewah dan empuk.
"Duduklah dulu sebelum raja datang," ucap Xier Shu.
__ADS_1
Tak lama, Raja pun datang, Xier Shu segera memberi hormat. "Hormat kepada Raja," ucap Xier Shu, Feng Lias juga mengikuti Xier Shu.
"Bangunlah Xier Shu. Ada apa malam seperti ini memanggilku? Dan siapa pria yang kau bawa ini?" tanya Raja.
"Ayah, aku membawakan seorang penguasa yang sudah mencabut pedang pusaka itu, dan dia adalah orangnya," ucap Xier Shu.
Raja melihat ke arah Feng Lias. "Mendekat lah," ucap Raja.Feng Lias pun mendekati raja tersebut dan berlutut di depan Raja.
"Berdiri dan duduk di sampingku," pinta Raja. Feng Lias berdiri dan duduk di sampingnya.
"Panggilan kan penasehat dan peramal," perintah Raja.
"Baik Raja," angguk para pelayan menuju ke tempat tinggal penasehat dan peramal.
"Siapa namamu?" tanya Raja.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih