
Feng Lias turun dari atas langit-langit goa tersebut dan melancarkan serangannya.
JURUS LEDAKAN API
Duuuaaaaaarrrrr!
Jurus Feng Lias mengenai tengkorak tersebut dan tengkorak itu hancur.
"Eh apa semudah itu?" tanya Feng Lias. Tiba-tiba saja tengkorak tersebut kembali ke asalnya dan malah bertambah menjadi dua.
"Kenapa jadi seperti ini? Apa karena setiap serangan akan bertambah tengkoraknya?" tanya Feng Lias.
Feng Lias kembali menyerang satu tengkorak untuk memastikannya lagi.
JURUS LEDAKAN API
Duuuaaaaaarrrrr!
Tengkorak itu kembali hancur berantakan, saat tengkorak itu tersusun kembali, bertambah satu lagi.
"Benar dugaanku, mereka tidak boleh di serang, melainkan cari kelemahannya," ucap Feng Lias.
Ketiga tengkorak itu memancarkan lasernya terus menerus dan semakin banyak, Yang di lakukan Feng Lias saat ini hanya menghindar terus menerus sampai ia tahu kelemahannya.
Feng Lias melompat, lalu menginjak bahu tengkorak tersebut lalu turun ke bawah, Tiba-tiba saja tengkorak itu roboh dan tidak kembali lagi.
__ADS_1
"Heh begitu rupanya, Ternyata melawannya jangan mengunakan jurus, lawanlah dengan kekuatan tenagamu saja," ucap Feng Lias.
Tengkorak itu mendekat menyerang kaki dengan lasernya, Feng Lias membungkukkan tubuhnya lalu menendang kaki tengkorak dan tengkorak itu pun hancur.
"Tinggal satu lagi," ucap Feng Lias.
Kali ini karena hanya tinggal satu tengkorak, Tengkorak itu berputar-putar sambil menembakkan lasernya.
"Xier Shu, tambahkan pertahanannya, kali ini lasernya lebih kuat dari tadi," ucap Feng Lias.
"Biarkan aku membantumu," jawab Xier Shu yang hendak keluar.
"Jangan, kamu tetaplah di sana," ucap Feng Lias.
Duaaaarrrrrrrr!
Seluruh tengkorak itu hancur dan dari atas melayang sebuah surat dan mendarat di depan kaki Feng Lias.
"Surat?" tanya Feng Lias segera memungut surat tersebut dan membacanya.
"Harta benda ini hanya di peruntukkan seseorang yang dermawan."
"Jadi begitu ya, ternyata serangan tadi tidak boleh mengunakan jurus karena itu sangat memaksa dan ingin cepat menang, jika hanya memakai tenaga, itu menunjukkan kegigihannya," ucap Feng Lias mengangguk-angguk mengerti.
Xier Shu mendekati Feng Lias. "Seingat ku kau sudah banyak menyimpan harta, belum lagi kau gunakan," ucap Xier Shu.
__ADS_1
"Aku belum menemukan desa yang membutuhkan atau seseorang yang membutuhkan, soalnya di sini sudah punya semua, jadi lebih baik aku simpan dulu," ucap Feng Lias. Ia mengangkat tangannya dan memasukkan semua harta benda yang bertumpuk tersebut.
"Tidak menyangka Tuan bisa mengalahkan dengan mudah," puji Ular langit merah.
"Jurus tidak mempan, melainkan hanya kekuatan dasar saja di perlukan," jawab Feng Lias.
"Kenapa semudah itu?" tanya ular langit merah.
"Itu tidak mudah, karena mereka lebih memilih untuk menggunakan jurus dari pada melawan dengan kekuatan dasar, jadi mereka tidak akan menemukan kelemahannya," jawab Feng Lias.
"Tuan sangat hebat," puji Ular langit merah.
"Apa kau tahu jalan keluarnya?" tanya Feng Lias.
"Aku hanya keluar hanya melewati lubang jalan masuk itu saja, tidak tau mungkin ada di tempat yang lain," ucap ular langit merah.
"Naga emas, cobalah kamu cari jalan keluar," perintah Feng Lias.
"Baiklah, baiklah," ucap Naga emas yang langsung keluar dari cincin penyimpanan milik Feng Lias dan pergi.
Bersambung
jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih
__ADS_1