
Roh Feng Lias masuk ke dalam gedung tersebut dan menjelajahi gedung besar tersebut.
Selain harta yang bertumbuh yang sangat banyak, Feng Lias melihat ada sebuah kunci yang di sangkutkan di atas prasasti.
"Kunci apa itu?" tanya Feng Lias, ia pun mengambil kunci tersebut, di lihatnya di prasasti itu ada sebuah lubang, ia pun memasukkan kunci tersebut.
Bergetar lah gedung tersebut, perlahan-lahan prasasti itu terbelah menjadi dua, ada sebuah pedang yang berkarat menancap di atas sebuah batu.
"Kakek tua Bangka itu tidak mengatakan jika ada pedang jelek ini di sini, tapi kenapa pedang ini di simpan di sini ya? Apa ini pedang ribuan tahun? Aku akan mecoba mencabutnya," ucap Feng Lias.
Feng Lias pun mencabutnya, bukan hanya gedung itu bergetar hebat, namun seluruh dunia juga bergetar.
"Eh apa yang terjadi?" tanya para warga.
Para kerajaan dari timur dan selatan juga merasakan getaran hebat tersebut.
"Ada apa ini penasehat?" tanya raja timur, raja Hyawarang.
__ADS_1
"Menjawab raja, jika saya terawang, ada seseorang anak muda yang saat ini sedang mencabut pedang pusaka, kemungkinan besar, dia adalah raja di atas raja, dia di berkati oleh Dewa untuk menjadi penguasa, tapi tidak tahu ia berasal dari mana," ucap penasehat.
"Baiklah, aku mengerti, kerahkan beberapa tentara untuk mencari pemuda itu," perintah raja Hyawarang.
"Baik Raja," angguk Mentri pertahanan. Ia memberi hormat lalu meninggalkan ruangan tersebut. Bukan hanya raja Hyawarang yang antusias mencarinya, bahkan dari kerajaan mana pun juga mengerahkan pasukannya untuk mencari Feng Lias.
"Apa ya kegunaan pedang karatan ini?" tanya Feng Lias melihat pedang yang berkarat sangat parah, jika di lihat untuk memotong kue pun nggak bakal terpotong.
"Apa ini berguna? Ya sudah aku simpan saja dulu," ucap Feng Lias memasukkan ke dalam cincin penyimpanannya.
Ia pun kembali keluar dari ruang tersebut dan kembali ke tubuh asli nya.
Hari ini ia tidak bisa menemui teman-temannya dan guru, Feng Lias memilih untuk ke pasar, ia berharap jika ada inti sari yang ia temukan meski hanya setetes.
Sesampainya di pasar, Feng Lias pun melihat sekeliling dengan mata tembus pandangnya. "Syukurlah, aku menemukannya," ucap Feng Lias. Ia menunju di salah satu penjual tersebut.
"Tuan, berapa harga batu ini?" tanya Feng Lias memegang batu tersebut.
__ADS_1
4 batu permata level 9," jawab penjual tersebut.
Tanpa basa basi lagi, Feng Lias mengeluarkan batu permata tersebut lalu menyerahkan batu permata itu kepada penjual tersebut.
"Terima kasih Tuan," angguk Feng Lias.
Feng Lias segera membawa batu tersebut lalu ia duduk di rumahnya.
Feng Lias pun mencairkan batu tersebut dengan asap hitam di keningnya dan perlahan-lahan inti sari tersebut keluar dari batu itu, Feng Lias menampungnya setidaknya ada 10 tetes inti sari.
"Ini sudah cukup banyak," ucap Feng Lias. Ia keluar dari tempat tinggalnya dan menuju tempat penempa senjata.
Sesampainya di sana, ia di sambut karena ia adalah ketua dari tempat pembuat senjata.
"Tuan Anda sudah lama tidak datang, apa yang bisa kami bantu?" tanya pria itu yang sebagai bawahan Feng Lias.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih