System Super Kultivasi 2

System Super Kultivasi 2
BAB 101


__ADS_3

"Benarkah? Terus apa ada kepala desa yang sudah bertindak? Jika begitu itu sangat mengkhawatirkan," ucap temanya serius.


"Maaf Tuan-Tuan jika kami menguping pembicaraan kalian, tapi bolehkah kami tau di mana desa itu?" tanya Feng Lias.


"Oh itu di desa sebelah, perjalanan kira-kira memakan waktu setengah hari jika berjalan kaki, kalian mau apa?" tanya Pria itu.


"Kami hanya ingin tahu di mana tempat itu," jawab Feng Lias.


"Lebih baik kamu urungkan saja niatmu itu, jika tertular sedikit saja, maka kau akan langsung mati seketika, dan juga penyakit ini sangat aneh, jika tertular maka ia akan membuat tubuh terbakar," ucap pria itu.


"Itu penyakit yang sangat parah, aku rasa aku harus memeriksanya, karena dia juga adalah rakyatku," ucap Feng Lias.


"Rakyat mu?" tanya pria itu heran.


"Eh bukan maksudnya rakyat biasa, oh ya di mana jalannya?" tanya Feng Lias.


"Lurus saja jalan yang ini dan ikut saja, nanti akan sampai di desa itu," jawab pria itu.

__ADS_1


"Terima kasih Tuan sudah memberi tahu," ucap Feng Lias menundukkan kepala memberi hormat.


"Iya sama-sama Tuan, saya harap Tuan ke sana tidak mencari mati," ucap pria itu juga menundukkan kepala membalas hormat Feng Lias.


"Aku di sana hanya ingin melihat keadaan saja, tidak berniat untuk membunuh diri," jawab Feng Lias.


"Syukurlah, tapi cukup lihatnya dari kejauhan saja," pesan pria itu.


"Baik Tuan, teri.a masih," angguk Feng Lias.


Daging asap itu seketika habis, Feng Lias langsung terkejut karena daging asap itu seketika habis dari piring dan yang tersisa hanya lah tulang.


"Sudah, ayo pergi, aku juga sangat penasaran di mana tempatnya," ucap Xier Shu meneguk air putih.


Mereka berdua pun berjalan menuju desa sebelah yang di maksudkan itu. Xier Shu memanggil awan sebagai kendaraan mereka.


Karena mereka mengunakan awan dan juga dorongan dari angin, mereka sampai dengan cepat.

__ADS_1


"Apa si sini tempatnya?" tanya Xier Shu.


"Mari kita turun untuk memastikannya," ajak Feng Lias.


Perlahan-lahan awan itu turn ke tanah, setelah Feng Lias dan Xier Shu turun, awan itu kembali ke atas langit.


Mereka pun mendekati ke gapura yang menandakan jika itu adalah sebuah desa. Saat masuk terlihat orang-orang sangat panik, mereka bahkan membiarkan orang-orang yang kesakitan sendirian menahan sakitnya karena sibuk mengurus harta bendanya yang ingin pergi dari desa tersebut, desa itu sangat sibuk hilir mudik dengan kesibukan mereka masing-masing tanpa mempedulikan yang sakit meskipun yang sakit adalah saudara mereka sendiri, menyelamatkan diri lebih penting dari pada tertular.


Mereka juga tidak menyadari jika Feng Lias dan Xier Shu masuk ke dalam dan melihat mereka yang sedang berkemas-kemas.


"Mereka sibuk dengan urusannya masing-masing, aku ingin melihat penyebab penyakit mereka," ucap Xier Shu mendekati salah satu pria yang sudah di ambang kematian itu, karena nafasnya hanya tinggal satu-persatu saja.


"Xier Shu, kamu tetap harus hati-hati ya, kita tidak tau apa penyakitnya dan penawarnya," ucap Feng Lias.


"Iya," angguk Xier Shu. Xier Shu menyampul tangannya dengan sebuah plastik lalu pertama-tama yang ia lakukan adalah mencium bau makanan di sekitar pria tersebut.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2