
Murid itu merasa binggung. "Mau apa kamu? Minggir dari jalan ku!" ujar murid itu mengangkat tangannya dan mendorong tubuh Feng Lias ke samping namun Feng Lias menahan tangan murid itu.
"Kau boleh pergi asal sudah membayarnya," ucap Feng Lias menatap tajam murid itu.
"Kamu siapa? Apa kau pelayan di sini?" tanya murid itu tertawa bersama kedua temannya.
"Aku ingatkan sekali lagi, bayar dulu sebelum kau pergi," ucap Feng Lias.
"Kurang ajar! Apa kau tidak tau siapa aku? Aku adalah murid nomor satu di sekte yang akan terpilih oleh Sekte cemerlang, berani ya kau menghalangi jalanku, sepertinya kau ingin mati, jika begitu aku kabulkan," ucap Murid itu yang mencengkam tangan Feng Lias.
Ding Ding
Misi baru
Kalahkan murid sekte pedang terbang
Hadiah 1000 poin
Feng Lias menarik tangan murid itu keluar dari warung makan tersebut agar tidak hancur oleh perkelahian mereka.
"Heh! Di jadikan pembantu di sekte jelek itu aja bangga," ucap Feng Lias menyengir.
"Apa kamu bilang! Kau mengatakan sekte cemerlang itu sekte jelek! aku akan membantu sekte cemerlang untuk membunuh mu agar tangan mereka bersih dari darah motormu," ucap murid itu.
"Silakan jika kamu bisa melakukan itu," ucap Feng Lias.
Murid itu berlari mendekati Feng Lias mengeluarkan jurus pedangnya.
JURUS PEDANG KEKUATAN CAHAYA.
__ADS_1
Duuuaaaaaarrrrr!!
JURUS PEDANG PEMBELAH LANGIT
Duuuuaaaarrrrrrrrr!!
Kedua kekuatan itu beradu di udara memekakkan telinga. Tak habis di situ, murid itu terus menyerang Feng Lias.
"Cukup bermain-mainnya, mari kita akhir ini, karena aku masih lapar," ucap Feng Lias.
JURUS PEDANG PUSAKA KUNO
DUUUAAAAAARRRRR!!!
Murid itu terpental jauh dan menabrak tembok. Ia terbaring ke tanah dengan tubuh yang tak bertenaga lagi, darahnya keluar dari mulutnya.
"Bayar atau aku tidak akan mengampuni mu," ucap Feng Lias.
"Apa! Bagaimana kami membunuhnya? Sedangkan kamu murid nomor satu saja kalah," ucap temannya itu.
"Cepat habisi dia, atau aku yang akan membunuh kalian berdua!" ancam murid itu.
Kedua temannya saling berpandangan, terlihat dari wajah mereka ketakutan menghadapi Feng Lias, namun mereka dengan terpaksa harus maju juga.
"Baguslah, dengan begini pekerjaan ku selesai dengan cepat," ucap Feng Lias.
Kedua murid itu mengeluarkan pedangnya dan berlari ke arah Feng Lias bersamaan.
JURUS PEDANG PELAHAP JIWA
__ADS_1
JURUS PEDANG KEKUATAN ANGIN
Duuuaaaaaarrrrr!
Duuuaaaaaarrrrr!
JURUS PEDANG KEKUATAN SUPER
DUUUAAAAAARRRRR!
Kedua murid itu terpental-pental dan mereka luka dan bajunya juga robek.
"Aku tidak bisa melawannya lagi, aku lebih baik pura-pura mati atau menyerah saja, dia bahkan lebih kuat dari Ming Song," ucap murid itu.
"Benar, aku menyerah saja," ucap temannya yang langsung terbaring ketika Feng Lias datang mendekat.
Feng Lias mengambil cincin penyimpanan kedua murid yang pura-pura mati itu lalu meninggal mereka dan menuju ke arah murid nomor satu itu.
"Mau apa kamu! Aku sudah tak berdaya begini kau ingin membunuhku!" teriak murid itu ketakutan.
"Ternyata kau masih punya tenaga untuk berteriak lagi, berarti aku harus membuatmu diam," ucap Feng Lias memukul kepala murid itu dan murid itu langsung pingsan.
Feng Lias mengambil cincin penyimpan murid itu lalu menyimpannya.
Ia kembali ke warung tadi dan menemui pemilik warung.
"Ini adalah cincin penyimpan milik mereka, semoga saja isinya cukup untuk membayar makanan mereka tadi," ucap Feng Lias menyerahkan 3 buah cincin itu kepada pemilik warung.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih