System Super Kultivasi 2

System Super Kultivasi 2
BAB 98


__ADS_3

"Benar juga, tapi... mungkin ada arti yang tersirat di sana, jika meminum darahku untuk kalian sebanyak ini aku rasa juga tidak akan cukup," jawab Feng Lias berpikir.


Mereka mencoba mencari jalan keluar dari maksud kepala suku pertama.


"Kenapa Feng Lias lama sekali, apa terjadi sesuatu pada Feng Lias?" tanya Xier Shu khawatir.


"Iya, ini sudah sangat lama, mari putri ikut aku," ajak Naga emas yang tadi tinggal bersama Xier Shu.


"Ayo," angguk Xier Shu naik ke atas punggung naga emas.


"Feng Lias! Kamu di mana? Feng Lias!" panggil Xier Shu. Namun tidak ada jawaban.


Akhirnya Xier Shu dan naga emas sampai di perbatasan waktu itu, mereka mencoba untuk masuk, namun malah memental.


"Apa jangan-jangan Feng Lias masuk ke dalam sini? Jika benar mari kita tunggu saja, aku rasa hanya dia yang bisa masuk ke dalam pembatas ini," ucap Xier Shu.


"Baik Putri,"angguk naga emas.

__ADS_1


"Begini, aku punya cara, aku akan menggoreskan tanganku dan mengeluarkan darah ku dan memasukkan ke dalam air yang sangat banyak, jadi kalian bisa meminumnya, meskipun beberapa tetes tapi darah itu akan menyatu dengan air, Ketua sekte pertama tidak bilang hanya boleh meminum darahku saja tanpa harus mengunakan cara lain kan? Mari kita coba saja," ucap Feng Lias.


"Baik Tuan, kami ikut cara Tuan," angguk kepala suku.


"Kalian cepat siapkan wadah air yang banyak!" perintah kepala suku.


"Baik kepala suku," angguk mereka yang langsung berlari mencari tong besar dan menimba air. Para lelaki bekerja untuk mengambil air dan membawanya ke depan Feng Lias.


"Tong pertama untuk para anak-anak," ucap Feng Lias. Seluruh rakyat ada ratusan orang, mungkin mencapai ribuan orang. Setiap satu gentong air, Feng Lias meletakkan satu tetes darahnya.


"Untuk anak-anak minumlah," ucap Feng Lias.


Anak-anak itu pun meminumnya, baik itu sudah menjadi manusia hewan atau pun belum.


Tiba-tiba saja tubuh sang anak langsung berubah menjadi manusia kembali.


"Wah… benar-benar berubah menjadi manusia," ucap mereka kaget, tanpa pikir panjang lagi, mereka pun meminumnya sendiri dari gentong air itu dan tubuh mereka kembali seperti manusia biasa dan kembali dengan pakaian negeri di atas awan itu.

__ADS_1


Kepala suku berlutut dan kemudian bersujud di depan Feng Lias.


"Terima kasih penguasa dunia atas darahmu merubah kami, kami berjanji akan menjadi pengikut mu, dan negeri di atas awan milik kami akan menjadi milik Tuan," ucap kepala suku.


Semua orang juga ikut berlutut dan bersujud. "Penguasa dunia, kau adalah penyelamat bagi kami semua, maka dari itu jadilah pemimpin kami," ucap mereka bersamaan.


"Eh tidak, tidak, tidak, kalian sudah punya kepala suku untuk memimpin negeri di atas awan kalian, aku hanya seorang pengelana jadi aku tidak bisa menetapkan dan memimpin," ucap Feng Lias menolaknya.


"Tidak apa-apa Tuan. Sebagai penyelamat, kau berhak atas itu, seluruh rakyat negeri di atas awan semua juga sudah setuju, negeri di atas awan milik kami Tuan bisa pergi dan pulang kapan pun," ucap kepala suku.


"Begini saja, kepala suku tetaplah menjadi kepala suku, jika ada waktu aku pasti akan mampir," ucap Feng Lias.


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


terima kasih

__ADS_1


__ADS_2