System Super Kultivasi 2

System Super Kultivasi 2
BAB 107


__ADS_3

"Terima kasih banyak," ucap Kepala sekte menerimanya. Feng Lias dan Xier Shu pun pergi meninggalkan tempat tersebut.


"Sial! Aku tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan. Yang mengherankan kenapa Kepala Sekte menundukkan kepalanya di hadapan wanita itu? Apa wanita itu punya identitas yang lebih tinggi darinya?" tanya Joong Hoon penasaran.


"Baiklah, jika kepala sekte tidak bisa mengeluarkannya maka aku akan mencari bantuan lain untuk membuat Feng Lias tidak ada di dunia ini lagi," ucap Joong Hoon pergi meninggalkan tempat persembunyiannya.


Mereka pun pergi ke warung makan yang sengaja di buka untuk para murid.


"Nona Choi Min, Feng Lias sudah datang!" panggil Song Chen.


"Oh sebentar ya," ucap Choi Min mengambil makanan yang sudah di sediakan khusus untuknya.


"Ayo duduk di sini, tempat duduk kamu juga khusus karena kamu yang lebih banyak bekerja," ucap Shi Ling.


"Terima kasih," angguk Feng Lias duduk di sebuah kursi dengan meja yang besar dari tempat yang lain, Xier juga ikut duduk di samping Feng Lias.

__ADS_1


Makanan pun segera di antar di meja dan di susun rapi di atas meja, dan itu sangat banyak.


"Ini sangat banyak, mana mungkin kami bisa menghabiskan makanannya, mari kalian juga ikut makan," ajak Feng Lias.


"Ha-ha-ha, dengan senang hati," ucap mereka tanpa malu-malu lagi menyantap makanannya.


Joong Hoon pergi diam-diam keluar dari sekte ke suatu tempat yang cukup jauh. Sesampainya di sana, banyak murid yang masih berlalu lalang, karena yang ia pergi adalah sebuah sekte tombak sakti, ia punya kenalan di sana sehingga ia bisa masuk.


"Ada apa kamu datang ke sini?" tanya seorang pria sebagai penjaga sekte tersebut.


"Aku minta bantuan mu," pinta Joong Hoon.


"Iya, di sekte pedang langit tempat aku berlatih ada seorang pria bernama Feng Lias, dia bukan hanya mengambil posisiku, dia juga memamerkan kekuatannya di depan murid-murid di sana, dia juga berani membawa wanita dari luar dan kepala sekte membiarkannya, itu membuatku sangat tidak senang," ucap Joong Hoon melipat tangannya dengan wajah kesal.


"He-he-he, seharusnya kamu yang berlatih lebih keras lagi agar bisa mengalahkannya," ujar pria itu.

__ADS_1


"Dia kuat atau tidak, aku tetap tidak suka dengannya, aku ingin menghancurkannya segera," ujar Joong Hoon geram.


"Baiklah, dengan cara apa kau ingin menghancurkannya?" tanya pria itu.


"Tidak tau apa pertandingannya akan di mulai atau tidak setelah kejadian itu, yang pastinya jika pertandingan itu terjadi aku ingin mengalahkannya di pertandingan nanti, apa kau punya sesuatu untuk mengalahkannya?" tanya Joong Hoon.


"Aku punya 2 obat untuk menambahkan kekuatan yang amat dahsyat, tapi tentu saja aku hanya bisa memberimu 1 butir saja dan itu tidak gratis, kau harus membayar dengan mahal, tapi yang namanya kekuatan dahsyat menggunakan obat tentu saja ada batas dan efek sampingnya," ucap Pria itu.


"Apa efek sampingnya?" tanya Joong Hoon.


"Apa efek sampingnya?" tanya Joong Hoon.


"Karena obat ini adalah obat dengan kekuatan dahsyat bukan dari kekuatan dalam diri sendiri, obat ini mempunyai batasan yaitu 5 menit saja, dan gunakan kekuatan itu sebaiknya mungkin untuk membunuh lawan mu," ucap Pria itu.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih


__ADS_2