
"Baiklah-baiklah, lanjutkan," ucap Song Chen tersenyum genit dan menggoda.
"Terserah kamu saja," ucap Feng Lias manyun. Ia langsung berbalik badan dan pergi.
Mereka pun pergi meninggalkan tempat tinggal tersebut. Feng Lias berdiri di depan pintu kamar Xier Shu.
Gunakan poin untuk perisai
Memuat…
Loading…
Mulai …
10%…
20%…
30%…
40%…
50%…
60%…
__ADS_1
70%…
80%…
90%…
100%…
Selesai
Poin Anda di potong 200 poin
Sisa poin Anda [18.800]
"Dengan begini aku merasa tenang meninggalkannya," ucap Feng Lias lega, ia menuju ke aula tempat berkumpul seluruh murid. Sesampainya di sana, para murid sudah berkumpul.
"Untuk seluruh murid harap diam," ucap Cheng Du. Seluruh murid pun diam.
"Seperti biasa, kita akan mengumumkan bagi murid yang mendapat nilai tinggi maka akan di beri hadiah sebagai penyemangat untuk berlatih, namanya akan terukir di sayap patung Phoenix untuk 50 besar dan itu akan berganti setiap harinya jika seseorang bisa melewati target yang di capai. Namun apa bila tidak ada yang bisa mencapai target melebihi dari nama yang ada di sayap patung Phoenix itu maka nama yang ada di sayap patung Phoenix itu akan terus ada namanya," ucap Cheng Du menunjuk ke arah patung Phoenix yang sangat besar.
Di peringkat atas ada nama Joong Hoon. Dia adalah murid tahap lll kemurnian dan sedang sedang berlatih di dalam ruang latihan.
"Baiklah lencana ini akan menghitung secara otomatis siapa yang akan mencapai peringkat 50 besar," ucap Cheng Du.
Semua lencana terangkat ke atas udara dan itu tersusun rapi, dari lencana tersebut mulai menghitung jumlah berapa hewan yang di bunuh dan berapa kedalaman yang mereka tempuh.
__ADS_1
Setiap lencana itu sudah terhubung ke sayap patung Phoenix itu, jadi setiap hitungan yang terbesar langsung tercatat di sayap patung Phoenix.
Satu persatu nama itu berganti di sayap patung Phoenix dari 50 besar dan ada juga nama yang tak tergeser. Sampai pada peringatkan ke 2, nama Joong Hoon tergeser menjadi peringat kedua, mereka langsung terbelalak kira-kira siapa yang akan menempati peringkat pertama.
Peringkat pertama pun mulai terhitung jumlah hewan yang terbunuh dengan kedalaman yang di tempuh.
"Astaga! Lihatlah, jumlah hewan yang terbunuh adalah 330 ekor dan kedalaman tak terhitung, apa maksudnya tak terhitung? Apa mungkin dalam ia berenang sudah di luar batas lencana?" tanya salah satu murid tak mempercayai itu.
"Apa jangan-jangan dia mencapai dasar danau?" tebak mereka.
"Hewan terbunuh sebanyak itu? Apa dia manusia?" tanya mereka.
Tiba-tiba saja nama Feng Lias muncul.
"Apa! Feng Lias? Astaga! Feng Lias, aku sangat bangga padamu," ucap Song Chen memeluk Feng Lias, Shi Ling dan Jin Chan juga ikut memeluk Feng Lias.
"Feng Lias? Siapa dia?" tanya mereka yang belum mengenali orangnya.
"Aku juga tidak tahu, apa dia murid baru? Jika iya aku tak percaya ini, murid baru bisa membunuh hewan beberapa 3x lipat dari Joong Hoon," ucap yang lain.
"Baiklah untuk peringkat pertama yaitu di duduki oleh Feng Lias, kalian pasti bertanya-tanya kenapa kedalamannya tidak terhitung karena ia menyelam sangat dalam di luar batas hitung lencana dan ini tidak pernah terjadi selama saya ada di sini, dan juga, lencana milik Feng Lias berwarna biru dan itu berbeda dari yang lain, ini sangat luar biasa, kita menyebut kedatangan murid yang sangat berbakat di akademi ini, dan untuk Feng Lias silakan maju ke depan, ada hadiah untukmu atas pencapaian mu," ucap Cheng Du.
Bersambung
jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih