
"Kau ingin menjadikan ku tunggangan mu? Asalkan kau beri makan aku yang banyak baru aku punya tenaga untuk membawamu, melawan mereka juga butuh tenaga yang banyak," ucap naga emas.
"Hm… besok aku akan membawamu ke danau itu lagi, kau bisa makan sepuasnya," ucap Feng Lias mengemasi barang-barang memasukkan ke dalam cincin penyimpanannya.
Mereka pun kembali ke tempat kediamannya dan Sebelum Feng Lias tidur ia pun masuk ke dalam kamar Momo dan melihatnya tertidur pulas, ia pun mendekati Momo dan duduk di sampingnya.
"Momo, jika kau memusnahkan jantung merah darah itu maka kutukan mu akan hilang, maka aku akan membantumu melakukannya, kamu tidak perlu lelah mencarinya karena mereka datang sendiri, aku akan menghancurkannya," ucap Feng Lias.
Feng Lias pun kembali ke kamarnya dan ia pun tidur.
Baru saja terlelap, di dalam tidurnya ia bermimpi jika kedua pedang itu saling bertengkar, mereka menyerang satu sama lain.
"Berhenti!" teriak Feng Lias.
Namun pedang itu terus menyerang, saat Feng Lias mendekat untuk memberhentikan mereka, namun Feng Lias malah di serang oleh kedua pedang itu. Pedang itu adalah pedang pusaka kuno dan pedang karat hitam itu.
"Aduh," teriak Feng Lias karena tangannya terluka parah oleh sayatan kedua pedang itu.
__ADS_1
"Bukankah katanya jika ada penguasa maka mereka akan bersatu? Sekarang kenapa mereka malah saring menyerang? Apa aku harus melakukan sesuatu agar mereka damai?" tanya Feng Lias.
Tiba-tiba saja rasanya sudah pagi, Feng Lias pun bangun. Terasa sakit di tangannya, ternyata luka sayatan itu memang benar ada di tangannya.
Namun darah itu sudah mengering, Feng Lias mengeluarkan obat penyembuhan dari cincin penyimpanannya.
Feng Lias menelannya, ia juga merobek kain lalu membalut lukanya.
"Ternyata mimpi itu adalah nyata, lalu kenapa mereka saling menyerang? Apa aku tidak cukup kuat untuk menyatukan mereka?" tanya Feng Lias. Feng Lias melihat kedua pedangnya itu, Feng Lias meletaknya secara terpisah agar tidak ada perlawan di antara mereka.
"Mungkinkah kedua pedang ini punya jiwanya sendiri?" tanya Feng Lias.
"Baiklah, aku akan membawa mu ke danau itu lagi," ucap Feng Lias berdiri.
Ia pun keluar kamar dan melihat Momo. "Kamu sudah bangun?" tanya Feng Lias.
"Sudah, kenapa dengan tanganmu?" tanya Xier Shu melihat tangan Feng Lias yang terbalut kain.
__ADS_1
"Tidak apa-apa, hanya luka kecil saja, nnati juga akan sembuh. Bagaimana keadaanmu sekarang?" tanya Feng Lias.
"Aku sudah merasa lebih baik, oh ya, aku ingin kembali ke kerajaan, apa kau mau ikut?" tanya Xier Shu.
"Sebenarnya aku sangat ingin ikut dengan Xier Shu, Jika aku ikut bagaimana dengan sekte ini," ucap Feng Lias dalam hati.
"Tidak, kamu pulanglah sendiri, aku hari ini masih ada latihan," tolak Feng Lias.
"Baiklah jika begitu," ucap Xier Shu berdiri.
"Xier Shu," lirih Feng Lias memegang tangan Xier Shu. Xier Shu melihat tangannya yang di pegang Feng Lias lalu melihat ke arah Feng Lias.
"Sampaikan salam ku pada calon mertuaku, kamu juga hati-hati di jalan," pesan Feng Lias.
Xier Shu tersenyum tiba-tiba saja sebuah kecupan manis mendarat di pipi Feng Lias lalu Xier Shu pun pergi meninggalkan Feng Lias.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
terima kasih