
Feng Lias melukai tangannya dan menampungnya di sebuah daun yang ia bentuk seperti mangkok.
"Ini minumlah darah ku, aku juga akan meminum darah mu sebagai tanda sumpah jika kau dan aku terikat darah dan tidak saling mengkhianati," ucap Feng Lias menyodorkan darahnya kepada ular langit merah itu.
"Hm... darahnya tidak pahit kah?" tanya ular langit merah berdelik ngeri.
"Hey! Ayolah, jika mereka tau kalau aku adalah penguasa dunia mereka pasti akan berbondong-bondong ingin meminum darahku, kau sudah ku kasih gratis malah kau menanyakan pahita atau tidak. Jadi sekarang kau mau minum atau tidak?" tanya Feng Lias.
"Baiklah," angguk Ular langit merah itu juga melukai ekornya dan memberikan kepada Feng Lias.
Mereka pun bersama-sama meminum darah sebagai ikatan sumpah darah.
"Sekarang kamu sudah resmi menjadi pengikut ku, tinggallah di dalam cincin penyimpanan ku bersama anak-anakmu, Bagas emas akan membantu untuk menjaganya," ucap Feng Lias.
"Terima kasih Tuan," angguk ular langit merah.
Feng Lias mengangkat tangannya dan ular langit merah itu bersama anaknya masuk ke dalam cincin penyimpanannya.
"Kau juga masuklah, jaga anak-anak ular langit merah," perintah Feng Lias.
"Apa? Aku menjadi pengasuh bayi?" tanya naga emas berdelik.
"Aku hanya bilang untuk menjaganya, bukan mengasuhnya, cepat masuk," perintah Feng Lias yang langsung memasukkan naga emas ke dalam cincin penyimpanannya.
Naga emas manyun duduk di pojokan.
__ADS_1
"Ayo kita lanjut lagi," ajak Feng Lias dan mereka kembali menyusuri lorong.
"Hey! Ular langit merah, apa di dalam lorong ini ada harta benda?" tanya Feng Lias.
"Ada, tapi itu tidak akan mudah untuk mengambilnya," jawab Ular langit merah.
"Apa ada penjaganya?" tanya Feng Lias.
"Iya, penjaganya bukanlah sejenis hewan, melainkan tengkorak yang tidak pernah merasakan sakit, jika di hancurkan ia akan tersusun kembali, dan tidak tau apa kelemahannya," jawab ular langit merah.
"Tapi kenapa kau malah tinggal di lubang yang sama?" tanya Feng Lias.
"Aku kan tidak mengambil harta bendanya, dan juga jarak kami juga termasuk jauh sehingga itu tidak akan menganggu ketenangannya," jawab Ular langit merah.
"Oh jadi begitu ya, aku sangat ingin bertarung dengannya," ujar Feng Lias bersemangat.
"Di sini Tuan, semoga Tuan bisa mengambil hartanya," ujar Ular langit merah.
"Xier Shu, kamu di sini saja ya, jangan mendekat," ujar Feng Lias.
"Iya," angguk Xier Shu.
Feng Lias pun mendekati harta benda yang sangat banyak itu, di sebuah kursi kayu, sebuah tengkorak duduk di kursi tersebut.
"Terdeteksi… terdeteksi… penyusup masuk…penyusup masuk…" tengkorak itu langsung mengarahkan serangan laser dari matanya ke arah Feng Lias.
__ADS_1
Feng Lias menghindar, namun tengkorak itu terus menembakkan lasernya terus di segala arah.
"Xier Shu, lindungi dirimu," ujar Feng Lias mengingatkan.
"Baiklah," angguk Xier Shu.
MEDAN PELINDUNG PERISAI BATU
Tratak! Tratak!
Batu-batu besar keluar dari bawah dan membentuk sebuah pelindung.
Ding Ding
Misi baru
Hancurkan tengkorak penjaga
Hadiah 2000 poin
Laser tengkorak itu sangat kuat, apa bila terkena maka seketika bisa melelehkan daging yang terkena laser tersebut.
"Tengkorak ini sangat cepat gerakkannya, apa karena ia tak punya daging?" tanya Feng Lias.
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih