
"Kalian beristirahatlah dulu, besok kita akan mulai latihan," ucap Hyundai.
"Baik guru," ucap mereka bersamaan. Hyundai pun pergi meninggalkan tempat tersebut.
"Wah… tempat ini sangat bagus, bahkan lebih bagus dari rumahku," ucap Song Chen kagum.
Rumah yang menjulang tinggi dan ada ranjang tempat tidur yang tersedia dengan selimut tebal.
"Bakalan nyaman nih tidur di sini," ucap Song Chen duduk di tempat tidurnya.
Feng Lias juga duduk di sisi ranjangnya. "Tapi kalian tetap harus ingat, di sini adalah tempat murid berbakat, kalian harus jaga diri kalian, mereka yang lebih kuat dari kalian bisa saja menindas kalian kapanpun, jika aku ada aku bisa melindungi kalian, tapi jika aku tidak ada kalian lebih baik menghindar," pesan Feng Lias.
"Iya kami mengerti, kami akan latihan dengan giat agar menjadi lebih kuat dan tidak mudah di tindas," ucap Shi Ling.
"Ini sudah hampir malam apa kita cari makan sendiri atau makanannya di antar kan?" tanya Song Chen.
"Kita tunggu Hyundai datang," ucap Feng Lias.
Mereka pun baring-baring di atas ranjangnya menikmati tempat tidurnya.
Tiba-tiba Hyundai masuk. "Kalian ayo ikut aku," ajak Hyundai.
Mereka pun mengikuti Hyundai pergi. "Hari ini aku tunjukkan tempat makannya, jadi nanti untuk makan selanjutnya kalian bisa pergi sendiri," ucap Hyundai.
__ADS_1
"Baik guru," ucap mereka.
Sampainya di sebuah kantin yang sangat besar dan luas sehingga bisa menampung banyak murid.
"Jika kalian punya batu permata kalian bisa menukarkan dengan uang koin di tempat penukaran di samping kantin," ucap Hyundai.
Mereka mangut-mangut.
"Nona An Ran pesan ramen 5 mangkok," pesan Hyundai.
"Baik Tuan," angguk wanita yang di panggil An Ran itu.
"Dan untuk kamu Feng Lias, kepala sekte ingin bertemu dengan mu nanti," ucap Hyundai.
"Iya, ada sesuatu hal yang ingin di bicarakan denganmu," ucap Hyundai mengangguk.
Tak lama kemudian makanan mereka pun sampai.
"Silakan," ucap An Ran meletakkan makanan di atas meja.
Mereka pun menyantap makanannya dengan lahap, apa lagi tadi mereka harus melewati waktu dan bertarung.
"Hey naga emas, apa Momo masih tertidur?" tanya Feng Lias.
__ADS_1
"Iya, sepertinya dia tidur agak sedikit panjang dari biasanya," jawab naga emas itu.
"Baiklah, aku akan mencari sesuatu yang bisa memecahkan kutukan dengan cara lain," ucap Feng Lias bertekad.
"Hyundai, siapa mereka?" tanya Shu Hei Sato.
"Dia adalah murid-murid ku," jawab Hyundai.
"Kau sekarang ingin menjadi guru?" tanya Shu Hei Sato merangkul pundak Hyundai sambil tertawa.
"Kau tidak perlu tau itu, aku punya alasan sendiri," jawab Hyundai.
"Begitu ya, tapi kenapa aku melihat semua murid mu seperti tidak punya kekuatan ya?" tanya Shu Hei Sato menggaruk-garuk dagunya yang tidak gatal itu dengan jari telunjuknya.
"Makanya aku ingin melatihnya," jawab Hyundai.
"Hm… benarkah? Bukannya selama ini kau selalu mencari murid berbakat dan memasukkannya ke sekte ini, lalu kenapa kau malah ingin melatih murid yang tidak berbakat?" tanya Shu Hei Sato penasaran.
"Hey! Diam lah, sudah aku bilang aku punya alasan sendiri, kau berhenti bicara dan kau datang ke sini tidak mungkin hanya untuk menemui ku kan, lebih kau makan dan isi perut besar mu itu," ucap Hyundai dengan wajah masam.
Bersambung
jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
Terima kasih