
Feng Lias juga masuk ke dalam akademi, ia mengikuti Momo.
"Momo," panggil Feng Lias.
Momo berhenti, Feng Lias mengambil Momo lalu memeluknya.
"Kamu dari mana saja tadi? Apa guru tahu kau pergi?" tanya Feng Lias mengusap bulu lembut Momo.
"Ak… ak… ak…" celoteh Momo.
"Sudah, kamu ikut aku saja," ucap Feng Lias membawa Momo ke tempat tinggalnya.
Feng Lias meletakkan Momo di atas tempat duduknya lalu menatapnya dengan lekat.
"Dia sebenarnya manusia? Sungguh tak bisa di percaya, lalu kenapa dia mengikuti ku? Siapa dia sebenarnya? Apa putri dari kayangan? Statusnya sangat misterius," ucap Feng Lias dalam hati.
Momo juga menatap Feng Lias dengan memiringkan kepalanya.
"Haish… tunggu saja nanti malam, aku akan mengintrogasinya," ucap Feng Lias duduk di tempat tidurnya.
"Feng Lias, kamu sudah pulang?" tanya Song Chen.
"Iya, kalian dari mana saja tadi?" tanya Feng Lias.
"Kami sedang menunggumu di sana, tidak tahu harta apa yang kamu dapatkan," ucap Song Chen mendekati Feng Lias.
"Semua hartanya sudah aku beri kepada akademi," jawab Feng Lias santai.
__ADS_1
"Apa! Jadi kamu tidak mengambil bagian mu?" tanya Song Chen mengangkat alisnya.
"Iya," jawab Feng Lias mengalihkan wajahnya ke arah Momo.
"Haish… Feng Lias, kamu benar-benar ya, tapi ya sudahlah itu keputusanmu, aku bisa apa," ucap Song Chen menyesalinya.
"Ya sudah, aku ingin istirahat dulu, kamu juga," ucap Feng Lias. "Dan kamu Momo, tidur bersamaku dan jangan pergi kemanapun," perintah Feng Lias.
"Ak… ak… ak," jawab Momo.
Feng Lias memiringkan badannya sambil memeluk Momo.
xxx
"Hoamm…" Feng Lias menguap, ternyata malam sudah tiba, Song Chen ternyata sudah menghilang.
Feng Lias mengangkat tubuh Momo yang masih tertidur pulas.
"Ak… ak… ak," Celoteh Momo marah-marah karena ia sedang tertidur tapi ia di bangun dengan paksa.
Feng Lias masuk di salah satu warung makan. "Tuan pesan daging panggangnya 2 porsi," pinta Feng Lias.
"Baiklah," jawab Penjual tersebut segera memanggang kan dagingnya.
"Bukannya dia Feng Lias? Aku dengar jika dia menyerahkan semua harta yang ia dapat dan tidak mengambil bagiannya, apa yang sebenarnya di pikirkan?" tanya salah satu murid.
"Benar, apa dia tidak tergiur dengan hartanya? Apa dia memang tidak suka harta," ucap mereka sambil tertawa.
__ADS_1
"Silakan Tuan," ucap penjual itu melatakkan daging panggangnya.
"Terima kasih," ucap Feng Lias.
"Cepatlah makan, ada yang akan kita kerjakan," ucap Feng Lias.
Mereka pun melahap dengan cepat, Feng Lias langsung membayarnya dan pergi meninggalkan warung makan tersebut.
"Tuan, batu permata mu kelebihan!" teriak pemilik warung makan.
"Ambil saja," ucap Feng Lias yang sudah menjauh.
"Ak… ak… ak," celoteh Momo.
"Kita akan pergi jauh dari akademi," jawab Feng Lias.
Perjalanan yang cukup jauh memakan beberapa jam.
Feng Lias pun akhirnya berhenti di sebuah bukit yang menghadap ke timur. Feng Lias mendudukkan Momo di sampingnya, Feng Lias menatap bulan sabit itu sambil tersenyum.
"Di sini hanya ada kita ada kita berdua, aku rasa tidak ada siapa pun, lebih baik kau jujur saja siapa dirimu," ucap Feng Lias.
"Ternyata kau sudah tau siapa aku ya," ucap Momo berubah menjadi manusia.
Bersambung
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
__ADS_1
terima kasih