System Super Kultivasi 2

System Super Kultivasi 2
BAB 45


__ADS_3

"Wah… tawaran yang sangat menarik," ucap Feng Lias mengangguk-angguk.


"Hahaha… mari kita rayakan hari ini," ucap penasehat kerajaan mengangkat gelas yang berisi anggur merah.


"Bersulang!" teriak mereka kesenangan.


"Siapa yang menyuruh kalian melakukan ini!" teriak Feng Lias tiba-tiba dengan wajah yang berubah.


Seketika para Mentri terdiam dan menurunkan gelas mereka.


"Aku memang ingin menaklukkan semua kerajaan tapi aku hanya ingin menaklukkan raja yang serakah dan tidak dermawan, aku ingin mensejahterakan bagi rakyat kalangan bawah dan membiarkan mereka hidup berkecukupan dan tidak menderita, untuk apa aku duduk di singasana ini jika aku menjadi raja yang serakah dan rakus, aku ingin semua kerajaan berdamai tanpa peperangan, atau pun perang saudara, aku tidak ingin ada dari salah satu dari kita atau orang-orang yang tidak bersalah mati di Medan perang," ucap Feng Lias marah.


Mereka saling berpandangan satu sama lain. "Jika kalian tidak suka dengan keputusan ini kalian silakan tinggalkan kerajaan ini dan lepas jabatan kalian," ucap Feng Lias.


Tiba-tiba saja gambaran itu pecah dan membuat Feng Lias kembali sadar.


[Selamat Anda lolos di babak terakhir]


"Aku tidak menyangka kau adalah yang bisa memecahkan tantangan ini, hal yang terakhir adalah tantangan hatimu sendiri, kau lolos dalam menaklukan keserakahan mu, dan kau bisa menikmati harta ini, tapi gunakan dalam kebaikan," ucap Suara itu.


"Terima kasih," ucap Feng Lias memberi hormat.

__ADS_1


Ruangan itu bergetar Feng Lias kembali ke pintu-pintu yang sebelumnya ia lewati dan mencari Xier Shu.


"Xier Shu! Xier Shu!" panggil Feng Lias dari reruntuhan gedung tersebut.


"Aku di sini," jawab Xier Shu berlari ke arah Feng Lias dan memeluknya.


"Syukurlah kalau kamu baik-baik saja," ucap Xier Shu lega.


"Tentu saja aku baik-baik saja, aku tidak akan mudah mati," ucap Feng Lias dengan bangganya.


Xier Shu langsung memanyunkan mulutnya dan menarik tangan Feng Lias meninggalkan gedung tersebut.


Gedung itu lama-lama menjadi kecil.


Namun gedung kecil itu keluar kembali.


"Eh, kenapa keluar kembali?" tanya Feng Lias heran.


"Itu karena cincin penyimpanan mu sudah penuh, ini ambillah cincin penyimpanan ku, gunakan untuk sementara waktu karena ini hanya di pakai oleh wanita, kau bisa membelinya di luar nanti," ucap Xier Shu melempar kan cincin berwarna biru laut.


"Hm… kau ingin memberikan ini padaku?" tanya Feng Lias melihat cincin cantik itu.

__ADS_1


"Kenapa? Kau tidak suka, jika begitu kembalikan cincin itu," pinta Xier Shu menampung tangannya.


"Karena kau sudah memberikan ini padaku jadi jangan menyesal ya, ini sudah menjadi milikku," ucap Feng Lias tersenyum.


"Kau tidak malu mengunakan milik wanita?" tanya Xier Shu menekuk alisnya.


"Jika itu pemberian dari mu, itu tidak masalah bagiku," ucap Feng Lias memakainya dan memasukkan gedung itu ke dalam cincin penyimpanannya.


Xier Shu menatap Feng Lias sambil mengulurkan bibirnya lalu ia tersenyum.


"Ayo kemana kita lagi?" tanya Feng Lias.


"Kemana saja," jawab Xier Shu melihat ke lain.


"Ayo kita ke sana," ajak Feng Lias menarik tangan Xier Shu menuju ke suatu tempat.


Mereka melewati jalan setapak yang dikelilingi oleh bunga-bunga yang cantik dan indah


Bersambung


Jangan lupa like vote komen dan hadiah

__ADS_1


Terima kasih


__ADS_2