
Mereka pun meletakkan tangan secara bersamaan.
"Gunakan kekuatan dalam kalian," arah Hinata.
Mereka pun melakukannya. "Kekuatan kalian harus tetap stabil," ujar Hinata lagi.
Tak lama kemudian, pintu itu pun terbuka dengan sendirinya, tampak gelap gulita.
"Jihu, gunakan kekuatanmu untuk penerang nya," pinta Hinata.
Jihu mengangguk, ia menembak kan di setiap ruangan api kecil yang keluar dari tangannya.
Sampailah mereka tempat yang terdalam di dalam gua tersebut, tempat itu sangat sunyi gelap dan senyap.
Jihu kembali menembakkan api ke setiap ruangan.
"Hm… terlalu kecil," ucap Feng Lias.
JURUS LEDAKAN API
Duaaaarrrrrrrrr
Api itu membesar di tengah-tengah membuat terlihat isi dalamnya.
"Wah itu adalah mutiara hati," ucap Gu Jin yang ingin mengambil mutiara hati yang berkilauan.
"Jangan! Kita harus lihat situasi dulu," ucap Feng Lias.
"Benar, harta kuno tidak mungkin semudah itu di ambil," ucap Hinata.
"Biarkan aku memeriksanya," ucap Young Shi.
"Iya, Young Shi punya pertahan yang kuat," ucap Hinata setuju.
__ADS_1
Young Shi mendekati harta tersebut yang sudah mempersiapkan pertahanannya.
Saat di dekati tidak ada apa-apa, Young Shi mencoba mengobrak abrik tempat harta itu, tapi tidak ada apa pun terjadi.
"Sepertinya aman," ucap Young Shi.
Mereka pun bersama-sama mendekati harta itu dan saling merebut agar dapat banyak.
Namun Feng Lias masih berdiri di belakang. "Ada apa denganmu?" tanya Xier Shu.
"Ini tidak mungkin berjalan dengan lancarkan?" tanya Feng Lias.
"Apa kalian tidak mau?" tanya Hinata heran saat melihat Feng Lias dan Xier Shu yang tidak mengambil apa pun.
"Apa kalian tidak merasakan apa pun?" tanya Feng Lias.
"Hm… Tidak," jawab Hinata menggeleng.
Dari belakang ada manusia batu raksasa mendekat.
Pegangan Hinata sangat kuat membuat mereka terpaksa harus mengikuti kecepatannya.
Dan akhirnya tidak ada jalan lagi, di depan mereka hanya ada tembok batu.
"Bagaimana ini, ini jalan buntu," ucap Yong Dae.
"Kalian minggir, biar aku yang melawannya," ucap Sing Beom.
Manusia batu itu membuka tangannya lebar-lebar dan ingin menangkap Sing Beom, dan ia pun menghindarinya. Sing Beom dan manusia batu itu berlawan dengan sengit.
Ding Ding
Misi baru
__ADS_1
Hancurkan manusia batu raksasa
Hadiah 1000 poin
Feng Lias menyender tubuhnya di dinding batu tersebut menunggu Sing Beom menyelesaikan pertarungannya.
Awalnya Sing Beom bisa menjatuhkan Manusia batu itu, namun ia tak menyangka jika manusia batu itu mempunyai ekor dan mengibaskan ya ke arah Song Beom, membuat Sing Beom terpental dan mengenai dinding bantu tersebut.
"Biar aku yang melawannya," ucap Feng Lias.
Ia pun maju ke depan, melompat lalu naik ke tangan manusia batu itu dan meninju kepala manusia batu itu.
JURUS PENGHANCUR
Duuuaaaaaarrrrr !!!
Kepala manusia itu pecah sebelahnya, manusia batu itu itu mengamuk dan Feng Lias pun langsung turun.
Manusia batu itu sangat marah, batu itu memanas dan menjadi batu lahar, Manusia bantu itu menyerang secara membabi buta.
PERISAI ES
Duak! Duak! Duak!
Manusia batu itu berusaha menghancurkan perisai Feng Lias.
"Kalian tetap di dalam perisai, biar aku yang menghancurkan manusia batu itu," ucap Feng Lias yang melompat keluar.
JURUS SALJU MEMBEKU
Duuuaaaaaarrrrr
Bersambung
__ADS_1
Jangan lupa like vote komen dan hadiah
Terima kasih