System Super Kultivasi 2

System Super Kultivasi 2
BAB 106


__ADS_3

"Kita lihat saja nanti Feng Lias, aku tidak akan tinggal diam melihat kau memamerkan kekuatanmu," ucap Joong Hoon kesal.


Setelah pertengahan malam, semuanya sudah selesai di bangun, tepuk tangan dan sorak meriah dari para murid bersuka cita.


"Selamat untuk Feng Lias," ucap para murid. Ketua sekte pun datang dengan senyum yang lebar.


"Feng Lias," panggil kepala sekte.


"Kepala sekte." Feng Lias dan yang lain langsung memberi hormat.


"Terima kasih sudah membantu pembangunan ini, karena mu pembangunan ini cepat selesai dan bisa di tempati kembali dan besok kita bisa menjalankan latihan," ucap kepala sekte.


"Sama-sama kepala sekte, ini memang sudah seharusnya aku lakukan," jawab Feng Lias.


"Baiklah, kamu makanlah di warung makan, setelah itu istirahatlah, kamu pasti lelah, dan untuk semua murid juga makanlah dan bersenang-senang lah semua makanan aku yang akan bayar," ucap kepala sekte.


"Terima kasih kepada sekte," ucap mereka senang.

__ADS_1


"Berterima kasih lah kepada Feng Lias, malam ini kalian bisa tidur dengan tenang," ucap kepala sekte.


"Terima kasih Feng Lias," ucap mereka. Feng Lias mengangguk tersenyum dan para murid pun pergi menuju warung makan.


"Untuk Feng Lias, tinggal di tempat dulu, ada yang ingin aku bicarakan," ucap kepala sekte.


"Baik Kepala Sekte," angguk Feng Lias. Setelah semuanya pergi, Kepala sekte mendekati Feng Lias. Ia juga membuat ruangan kedap suara, sehingga orang di luar tidak bisa mendengarnya.


"Ada yang mengadu denganku bahwa kamu telah membawa orang luar ke dalam sekte, bolehkah aku tau siapa orang itu?" tanya Kepala Sekte.


"Maaf Kepala sekte jika aku sudah lancang dan tidak memberi tahu kepada kepala sekte terlebih dahulu. Memang benar jika aku membawa orang luar ke sini, dia adalah Xier Shu, dialah orangnya," ucap Feng Lias menunjuk ke arah Xier Shu.


"Kamu... kenapa mahkota di kepalamu itu tidak familiar?" tanya Kepala sekte.


"Ya, aku dari kerajaan bayangan biru, salam kenal," ucap Xier Shu.


"Apa, maaf putri, aku tidak mengenal mu, sekali lagi aku minta maaf," ucap kepala sekte menundukkan kepala memberi hormat.

__ADS_1


"Jangan seperti itu, aku yang seharusnya minta maaf karena masuk ke tempatmu tanpa seizin mu, aku harap tidak ada yang tahu identitas ku," ujar Xier Shu.


"Baik putri aku akan merahasiakannya, Putri bisa memasuki sekte ini kapan saja. Tapi Putri maaf jika pertanyaan ku ini lancang, jika aku boleh tau ada hubungan apa antara putri dan Feng Lias?" tanya Kepala sekte penasaran.


"Dia adalah… calon suami ku yang di jodohkan oleh ayahku," jawab Xier Shu melihat ke arah Feng Lias.


"Apa! Maafkan aku," ucap kepala sekte menundukkan kepala ke arah Feng Lias.


"Jangan begitu, aku tetaplah murid sekte ini, kepala sekte tetaplah menganggap ku seperti murid," ucap Feng Lias.


"Baiklah jika begitu, jika begitu kalian pergilah makan, pasti sangat lapar dan lelah setelah mengeluarkan tenaga sebanyak itu," ucap kepala Sekte.


"Baik kepala sekte," ucap Feng Lias menundukkan kepala. Tapi saat itu Feng Lias ada melihat perubahan dari wajah kepala sekte.


"Kepala sekte, aku melihat jika Anda belum sepenuhnya pulih, aku punya obat untuk membantu penyembuhan untuk Anda," ucap Feng Lias mengeluarkan sebotol obat dari cincin penyimpanannya lalu menyerahkan kepada kepala Sekte.


Bersambung

__ADS_1


Jangan lupa like vote komen dan hadiah


Terima kasih.


__ADS_2