
Sedangkan Arion yang begitu masuk keruang UKS mendapati Elmira sudah selesai makan.
"Udah selesai?"Tanya Arion sambil mendekat.
Elmira pun mengangguk sambil tersenyum,lagi-lagi senyum yang mampu membuat keempat pria itu terpaku,terutama Arion yang semakin lama merasakan sesuatu yang asing didalam hatinya.
"Sekali lagi terimakasih ya untuk kalian semua,aku gak nyangka jika kalian sebaik ini sama aku "Ujar Elmira dengan tulus.
"Udah kamu santai aja,mulai sekarang kalau kamu menemui kesulitan,kamu bisa menghubungi kita atau salah satu diantara kita untuk membantumu "Ucap Felix "Ya kan Rion ?"Tanyanya sambil melirik kearah Arion.
"Oh,,iya,,tentu saja,kita pasti bantu kamu "Jawab Arion sedikit canggung.
"Yaudah,kalau gitu aku duluan ya guys,bentar lagi ada kelas "Sela Dafa bersiap hendak pergi "El,kamu jaga kondisi ya,jangan sampai pingsan lagi "Lanjutnya pada Elmira yang dibalas dengan anggukan kepala dan senyuman oleh gadis tersebut.
Setelah Dafa pergi perhatian ketiganya kembali pada Elmira.
"Aku mau pergi ke fakultas,bentar lagi kayaknya dosen datang "Ujar Elmira sambil turun dari ranjang.
Ketiganya pun tidak melarang lagi karena kondisi Elmira memang sudah terlihat lebih baik dari sebelumnya.
Setelah membereskan sisa kotak makanan dan minuman,mereka berempat pun keluar dari ruang UKS.Namun begitu sampai didepan pintu Elmira menghentikan langkahnya,ketiga pria itupun ikut berhenti sambil menatap gadis tersebut dengan perasaan heran.
"Ada apa?"Tanya Arion.
"Em,,kalian bertiga jalan aja duluan,aku gak mau jadi pusat perhatian dari para fans kalian "Ucap Elmira sambil menunduk.
Ketiga saling tatap saat mendengar perkataan Elmira.
"Hey,jangan hiraukan mereka,sekarang ini,kamu itu udah jadi bagian dari kita berempat "Ujar Brady.
"Iya El,jangan hiraukan mereka,kita berempat aja gak ada yang peduli kok sama mereka "Sambung Felix.
Akhirnya setelah dibujuk oleh ketiganya,Elmira pun mau berjalan berdampingan dengan mereka walaupun sepanjang jalan gadis itu lebih banyak menunduk.
Mahasiswa yang melihat hal tersebut kembali dibuat heboh.
"Ihh,,nyebelin banget sih,kenapa tuh bakteri bisa deket-deket sama cowok incaranku "Jerit seorang mahasiswi pada temannya.
"Tuh cowok kayaknya pada buta deh,gak tahu mana yang bening mana yang kusam "Keluh mahasiswi lainnya.
"Alahh,,,paling tuh gembel cuma dimanfaatin sama mereka,ya kali mereka ada perasaan sama cewek model kayak gitu "Cibir yang lainnya.
Seperti itulah pembicaraan penghuni kampus saat melihat kedekatan Elmira dengan cowok idola mereka.
●●●
Dikantor pusat AXA,Roger tengah marah-marah pada bawahannya.
"Apa-apaan ini laporannya,kalian niat kerja gak ?"Tanya Roger sambil melemparkan setumpuk berkas kehadapan bawahannya.
__ADS_1
Pria yang datang membawa laporan itu hanya bisa menunduk sambil meminta maaf berkali-kali.
"Keluarr,,,,!ganti semua laporan itu dan saya mau selesai hari ini juga "Titah Roger dengan raut wajah emosi.
Pria itupun bergegas memungut map yang berserakan dilantai,setelah itu dia bergegas pergi sebelum kena amarah bosnya yang terkenal tempramen.
Tidak lama kemudian Ervin masuk keruang kerja milik Roger,dia adalah asisten atau tangan kanan dari Roger Prakasa.
"Ada laporan apa?"Tanya Roger saat melihat asistennya datang.
"Masalah untuk pembelian lahan dipemukiman kumuh itu masih belum berhasil Tuan,pemilik tanah disana tidak mau menjualnya,sedangkan mereka yang hanya numpang disana juga tidak mau pindah dari sana "Lapor Ervin sambil berdiri didepan meja kerja Roger.
"Saya tidak mau tahu,pokoknya lahan itu harus kita dapatkan,karena AXA group akan membangun pusat perbelanjaan dan juga wahana bermain disana.Hal ini juga sudah disetujui oleh seluruh pemegang saham dan juga pejabat diwilayah tersebut "Ujar Roger "Jadi bagaimanapun juga kamu harus berhasil mendapatkan lahan tersebut,gunakan lebih banyak uang untuk mendapatkannya "Lanjutnya lagi.
"Baik Tuan,saya akan segera kesana lagi untuk mengurusnya "Ucap Ervin patuh.
"Kalau dirasa perlu,hubungi Elard untuk menyiapkan beberapa pengawal untuk menemanimu kesana,mereka juga bisa digunakan jika situasinya mendesak "Kata Roger.
"Baik Tuan"Kemudian Ervin pun berlalu pergi untuk menyelesaikan tugasnya.
Setelah asistennya pergi Roger tampak bersandar dikursinya,dia membayangkan jika semua proyek yang dia kerjakan berhasil maka AXA group akan semakin jaya.
●●●
Saat pulang kuliah,Arion menawarkan diri untuk mengantar Elmira pulang.Sebenarnya pria itu sedikit khawatir jika membiarkan gadis tersebut pulang seorang diri.
"El,pulangnya aku antar ya"Ujar Arion sambil berdiri dihadapan gadis tersebut.
"Eh,gak usah Rion,aku bisa pulang sendiri kok,lagian aku juga udah gak apa-apa"Tolak Elmira,dia merasa tidak enak jika pria tersebut terus-terusan menolong dirinya.
"Jangan nolak El,biar Arion yang antar kamu pulang,takutnya nanti kamu kenapa-napa dijalan"Felix ikut membujuk.
"Tapi aku gak mau ngerepotin kalian,seharian ini aku udah nyusahin kalian semua "Elmira masih kekeh menolak.Dia itu tipe gadis yang tidak suka merepotkan orang lain kalau tidak benar-benar terdesak.
"Untuk hari ini aja,biarkan aku nganterin kamu pulang "Ucap Arion penuh penekanan.
Dan akhirnya Elmira pun tidak bisa menolak lagi.
Beberapa mahasiswa yang masih berada dikelas tersebut menatap heran kearah Arion dan juga Felix,dalam hatinya mereka bertanya-tanya,untuk apa Arion susah payah membujuk gadis seperti Elmira untuk diantar pulang.
Dan untuk para gadis lainnya lagi-lagi merasa kesal melihat kedekatan Arion dan juga Elmira,namun mereka tidak bisa berbuat apalagi.Selain Arion yang susah didekati saingan mereka juga berat yaitu Shire.
"Kalau gitu aku duluan ya Rion,aku mau bikin tugas kelompok "Ujar Felix sambil menepuk bahu Arion kemudian ngeloyor pergi.
Elmira yang sudah selesai membereskan alat tulisnya kemudian beranjak bangun,lalu mengikuti langkah Arion yang sudah berjalan duluan keluar kelas.
Sampai diparkiran Arion dan Elmira bertemu dengan Dafa dan juga Brady,karena setiap hari mobil mereka selalu parkir berdekatan.
"Hay El,apa kabar?"Tanya Brady dengan gaya noraknya,padahal baru beberapa jam dia bertemu dengan Elmira dan kini sudah bertanya kabar lagi.
__ADS_1
"Baik "Elmira pun menjawab dengan singkat sambil tersenyum.
"Ck,gak ada pertanyaan lain apa,norak"Gerutu Arion sambil mendengus kesal,dia bisa melihat jika Brady hanya berniat menggoda Elmira.
"Yee,,biarin norak,yang penting tetep keliatan keren "Balas Brady tidak mau kalah.
"Keliatan darimana keren?dari ujung sedotan?"Ejek Arion.
Sedangkan Dafa tidak ikut campur dengan perdebatan keduanya,dia mengalihkan perhatiannya pada Elmira.
"Kok tumben kamu ikut Arion kesini?mau pulang bareng ?"Tanya Dafa.
Elmira pun mengangguk.
"Iya,sebenarnya aku gak mau,tapi tadi Arion sama Felix maksa "Jawab Elmira dengan jujur.
"Ohh,,terus Felixnya mana?"Tanya Dafa karena dia tidak melihat kehadiran sahabatnya lagi satu.
"Dia lagi buat tugas sama kelompoknya "Jawab Elmira.
Sedangkan perdebatan antara Arion dan Brady belum juga berakhir,Dafa yang melihat hal tersebut hanya menghela napas kasar dan ingin menjitak satu persatu kedua sahabatnya itu.
"Rion,kamu jadi anter Elmira gak?kalau gak biar aku aja yang anterin dia pulang"Ujar Dafa bersiap hendak membuka pintu mobilnya untuk Elmira.
"Ehh,,jangan,enak aja main serobot,aku yang duluan ngajak dia pulang "Ucap Arion ketus.
Lalu tanpa menghiraukan Brady lagi dia membuka pintu mobilnya dan menyuruh Elmira untuk masuk.
"Rion,kita berdua ikut nganterin ya,pake mobil masing-masing"Kata Dafa .
"Terserah kalian "Ucap Arion sambil masuk kedalam mobil dan duduk dibelakang kemudi,sedangkan Elmira duduk disebelahnya dengan sikap canggung.
Mendapat persetujuan dari Arion,keduanya langsung masuk kedalam mobil masing-masing dan menunggu mobil Arion bergerak duluan.
TO BE CONTINUE,,,,,
Terimakasih sudah mampir 🙏
Jangan lupa :
\=》Like
\=》Comment
\=》Favorit
\=》Vote
\=》Gift
__ADS_1
🌹🌹🌹💙💙🌹🌹🌹